Kisah Muslim Sukses Menaklukkan Palestina, Heraklius Menyusun Kekuatan
Minggu, 09 Juni 2024 - 14:49 WIB
loading...
Sebenarnya rasa takut sudah hilang dari hari Heraklius sesudah sepuluh tahun ia berada jauh dari medan perang di Syam. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Setelah selesai membangun masjid di Baitul Maqdis , Khalifah Umar bin Khattab kembali ke Madinah dengan mengambil jalan semula seperti ketika datang. Sesampainya di Jabiah ia masih tinggal lagi selama beberapa hari, kemudian berangkat meninggalkan kota itu dengan menunggang kuda.
Segala yang dikerjakan Umar di Palestina beritanya sudah diterima oleh Ali bin Abi Thalib dan kaum Muslimin yang lain. Ia disambut di luar kota Madinah dengan sangat meriah.
"Tentu saja, Syam dan Irak pada saat itu sudah bersih! Tentu saja, Umarlah yang pertama mengadakan perjalanan serupa itu, sejak Allah mengutus Rasul-Nya menyampaikan dakwah agama kepada umat manusia di segenap penjuru dunia!" tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000).
Di sisi lain, Abu Ubaidah , Khalid bin Walid dan Yazid bin Abi Sufyan meninggalkan Baitulmuqadas menuju tugasnya masing-masing. Yazid kembali di Damsyik, Abu Ubaidah di Hims dan Khalid ke Kinnasrin.
Baca juga: Kisah Toleransi Khalifah Umar bin Khattab Terhadap Penduduk Yerusalem
Mereka mengatur administrasi pemerintahan wilayahnya masing-masing dengan kebijakan yang lebih lunak, dengan keadilan yang tak lepas dari rasa kasih sayang dalam pelaksanaannya.
Pada saat itu, seluruh kawasan tersebut sudah aman dari serangan musuh sesudah di mana-mana mereka mengalami kehancuran, dan sesudah seluruh Syam tunduk kepada pasukan Muslimin, dari ujung selatan di Palestina sampai ke ujung utara di Suria.
Tetapi penduduk al-Jazirah yang tinggal di antara Irak dengan Syam, dan yang sebelum itu pasukan Sa'ad bin Abi Waqqas menyerang perkampungan saudara-saudara mereka di Hit, Tikrit, Mosul dan Qarqisia, tak pernah tenang setelah kejadian yang menimpa saudara-saudara mereka itu.
Bahkan mereka melihat tempat-tempat tinggal mereka akan menjadi sasaran pasukan Muslimin kalau kelakuan di Syam seperti ketika mereka masih di Irak.
Mereka membebaskan dan menaklukkan kabilah-kabilah, dan mewajibkan mereka yang bukan Muslim membayar jizyah. Mereka merasa sudah putus asa mengejar Yazdigird sesudah ia lari ke Ray.
Mereka menulis surat kepada Heraklius, bahwa mereka siap membantunya bila ia mengirim pasukan dari laut untuk memerangi pasukan Muslimin dan mengambil kembali segala yang sudah direbut lawan. Heraklius melihat bahwa ia tidak akan berada dalam bahaya kalau nasib baik berada di pihaknya.
Baca juga: Penaklukan Yerusalem: Kisah Khalifah Umar Menolak Salat di Gereja
Ia dan sekutu-sekutunya akan menang menghadapi musuh, akan dapat mengalahkan pasukan Muslimin di utara Syam. Angkatan bersenjatanya akan mampu mengejar mereka sampai ke Damsyik dan Baitulmuqadas. Maka saat itulah terjadi mukjizat.
Segala yang dikerjakan Umar di Palestina beritanya sudah diterima oleh Ali bin Abi Thalib dan kaum Muslimin yang lain. Ia disambut di luar kota Madinah dengan sangat meriah.
"Tentu saja, Syam dan Irak pada saat itu sudah bersih! Tentu saja, Umarlah yang pertama mengadakan perjalanan serupa itu, sejak Allah mengutus Rasul-Nya menyampaikan dakwah agama kepada umat manusia di segenap penjuru dunia!" tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000).
Di sisi lain, Abu Ubaidah , Khalid bin Walid dan Yazid bin Abi Sufyan meninggalkan Baitulmuqadas menuju tugasnya masing-masing. Yazid kembali di Damsyik, Abu Ubaidah di Hims dan Khalid ke Kinnasrin.
Baca juga: Kisah Toleransi Khalifah Umar bin Khattab Terhadap Penduduk Yerusalem
Mereka mengatur administrasi pemerintahan wilayahnya masing-masing dengan kebijakan yang lebih lunak, dengan keadilan yang tak lepas dari rasa kasih sayang dalam pelaksanaannya.
Pada saat itu, seluruh kawasan tersebut sudah aman dari serangan musuh sesudah di mana-mana mereka mengalami kehancuran, dan sesudah seluruh Syam tunduk kepada pasukan Muslimin, dari ujung selatan di Palestina sampai ke ujung utara di Suria.
Tetapi penduduk al-Jazirah yang tinggal di antara Irak dengan Syam, dan yang sebelum itu pasukan Sa'ad bin Abi Waqqas menyerang perkampungan saudara-saudara mereka di Hit, Tikrit, Mosul dan Qarqisia, tak pernah tenang setelah kejadian yang menimpa saudara-saudara mereka itu.
Bahkan mereka melihat tempat-tempat tinggal mereka akan menjadi sasaran pasukan Muslimin kalau kelakuan di Syam seperti ketika mereka masih di Irak.
Mereka membebaskan dan menaklukkan kabilah-kabilah, dan mewajibkan mereka yang bukan Muslim membayar jizyah. Mereka merasa sudah putus asa mengejar Yazdigird sesudah ia lari ke Ray.
Mereka menulis surat kepada Heraklius, bahwa mereka siap membantunya bila ia mengirim pasukan dari laut untuk memerangi pasukan Muslimin dan mengambil kembali segala yang sudah direbut lawan. Heraklius melihat bahwa ia tidak akan berada dalam bahaya kalau nasib baik berada di pihaknya.
Baca juga: Penaklukan Yerusalem: Kisah Khalifah Umar Menolak Salat di Gereja
Ia dan sekutu-sekutunya akan menang menghadapi musuh, akan dapat mengalahkan pasukan Muslimin di utara Syam. Angkatan bersenjatanya akan mampu mengejar mereka sampai ke Damsyik dan Baitulmuqadas. Maka saat itulah terjadi mukjizat.
Lihat Juga :