Kisah Muslim Sukses Menaklukkan Palestina, Heraklius Menyusun Kekuatan
Minggu, 09 Juni 2024 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Makam Almasih akan diambilnya kembali dari tangan Arab, seperti dulu telah diambil kembali dari tangan Persia. Kemudian ia akan pergi melintasi Suriah dengan Salib Besar untuk dikembalikan ke tempatnya seperti yang dulu pernah dilakukannya sebelum sepuluh tahun silam.
Yah, kalau semua itu sudah terlaksana, dialah yang berjasa mengenai Salib itu, seperti dulu di masa Konstantin. Kemenangan agama Nasrani diberikan Tuhan ke tangannya, kemenangan yang akan menjadi kebanggaan atas semua agama!
Mereka kembali menulis surat kepada Heraklius, dan dia pun melihat semangat mereka tidak kendor, begitu_juga kebanyakan orang-orang Nasrani yang masih berpegang teguh pada agamanya akan berjuang terus untuk itu.
Baca juga: Penaklukan Yerusalem: Isi Perjanjian Khalifah Umar dengan Pihak Gereja
Sebenarnya rasa takut sudah hilang dari hari Heraklius sesudah sepuluh tahun ia berada jauh dari medan perang di Syam.
Di samping itu ia melihat tempat-tempat pertahanannya masih banyak yang kuat-kuat untuk melawan pasukan Muslimin, dan armada lautnya masih utuh.
Menurut pendapatnya pasukan Muslimin takut kepada laut dan segala yang datang dari arah laut. Hal ini memperkuat tekadnya. Ia cenderung akan memenuhi permintaan pihak Jazirah itu. Memang benar pasukan Muslimin di perbatasan utara Syam itu kuat; tidak mudah mereka akan dapat diserang. Tetapi orang-orang Arab Nasrani menjamin akan mengobrak-abrik tempat-tempat Khalid dan Abu Ubaidah bila diserbu dari arah pedalaman.
Jika pada waktunya nanti bala bantuan datang dari laut dan pihak Muslimin tahu bahwa mereka diserang dari arah timur dan barat, kekuatan mereka akan berantakan, dan penduduk Syam akan memberontak kepada mereka. Pada waktu itulah ia berkesempatan membalas dendam.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar Memasuki Yerusalem: Marah dengan Kuda yang Dianggap Sombong
Yah, kalau semua itu sudah terlaksana, dialah yang berjasa mengenai Salib itu, seperti dulu di masa Konstantin. Kemenangan agama Nasrani diberikan Tuhan ke tangannya, kemenangan yang akan menjadi kebanggaan atas semua agama!
Mereka kembali menulis surat kepada Heraklius, dan dia pun melihat semangat mereka tidak kendor, begitu_juga kebanyakan orang-orang Nasrani yang masih berpegang teguh pada agamanya akan berjuang terus untuk itu.
Baca juga: Penaklukan Yerusalem: Isi Perjanjian Khalifah Umar dengan Pihak Gereja
Sebenarnya rasa takut sudah hilang dari hari Heraklius sesudah sepuluh tahun ia berada jauh dari medan perang di Syam.
Di samping itu ia melihat tempat-tempat pertahanannya masih banyak yang kuat-kuat untuk melawan pasukan Muslimin, dan armada lautnya masih utuh.
Menurut pendapatnya pasukan Muslimin takut kepada laut dan segala yang datang dari arah laut. Hal ini memperkuat tekadnya. Ia cenderung akan memenuhi permintaan pihak Jazirah itu. Memang benar pasukan Muslimin di perbatasan utara Syam itu kuat; tidak mudah mereka akan dapat diserang. Tetapi orang-orang Arab Nasrani menjamin akan mengobrak-abrik tempat-tempat Khalid dan Abu Ubaidah bila diserbu dari arah pedalaman.
Jika pada waktunya nanti bala bantuan datang dari laut dan pihak Muslimin tahu bahwa mereka diserang dari arah timur dan barat, kekuatan mereka akan berantakan, dan penduduk Syam akan memberontak kepada mereka. Pada waktu itulah ia berkesempatan membalas dendam.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar Memasuki Yerusalem: Marah dengan Kuda yang Dianggap Sombong
(mhy)
Lihat Juga :