Kisah 4.000 Orang Pasukan Amr bin Ash Menerobos Farama, Pasukan Romawi Mundur
Jum'at, 21 Juni 2024 - 20:46 WIB
loading...
A
A
A
Sebaliknya Amr juga tahu persiapan dan kekuatan mereka dan mereka sudah memperbanyak pasukan sampai berlipat ganda. Sungguhpun begitu, ia tidak ragu untuk terus melangkah dan melakukan serangan, setelah ia berpidato mengingatkan pasukannya bahwa pihak Muslimin selalu dalam jumlah kecil dalam menghadapi Romawi dan Persia, tetapi selalu mampu mengalahkan musuh di semua medan pertempuran, sebab Allah sudah menjanjikan kemenangan dan akan bersama mereka.
Amr dan sahabat-sahabatnya tidak bohong. Mereka mengepung Farama selama satu bulan kemudian menggempurnya dan mereka jadikan tempat perlindungan setelah mereka dapat mengalahkan pasukan Romawi habis-habisan.
Bagaimana hal ini terjadi? Bagaimana 4000 prajurit itu dapat mengepung kota yang diperkuat dengan tembok-tembok dan benteng-benteng yang begitu kukuh dan kuat, dengan melumpuhkan pasukannya, menyerbu tembok-tembok serta menerobos benteng-benteng itu?
Haekal mengatakan beberapa sejarawan menganggap ini suatu keajaiban. Mereka mencari dalih dengan beranggapan bahwa orang-orang Kopti Farama memberikan bantuan kepada pasukan Arab selama melakukan pengepungan. Itulah yang menyebabkan mereka berhasil mengalahkan pihak musuh.
Baca juga: Profil dan Biografi Amr bin Ash, Sahabat Nabi yang Sukses Menaklukkan Mesir
Demikian pendapat al-Maqrizi dan Abu al-Mahasin. Ibn Abdul-Hakam misalnya mengatakan: "Di Iskandariah ada seorang uskup bernama Abu Mayamin. Setelah mendengar kedatangan Amr bin As, ia menulis surat memberitahukan kepada orang-orang Kopti bahwa Romawi sudah tidak berkuasa lagi, dan bahwa kekuasaan mereka sudah putus. Mereka diperintahkan menyambut Amr. Maka dikatakan bahwa orang-orang Kopti di Farama ketika itu adalah siap membantu Amr."
Apa yang dikatakan oleh Ibn Abdul-Hakam ini tidak setepat sumber al-Maqrizi dan Abu alĀMahasin. Abu Mayamin ini ialah Uskup Benyamin, yang ketika orang Arab masuk ke Mesir ia tidak berada di Iskandariah. Sejak beberapa tahun sebelum itu ia sudah melarikan diri ke Qus.
Boleh jadi, kata Haekal, Ibn Abdul-Hakam dan beberapa sejarawan lain yang belakangan mencatat cerita itu karena mereka tidak mendapatkan penafsiran lain sekitar kemenangan Amr atas Rumawi selain bahwa ia mendapat bantuan dari rakyat Mesir.
Lalu mereka mencatat dan mempercayai cerita demikian itu atas dasar bahwa orang Kopti memang sangat membenci kekuasaan Romawi dengan melakukan penindasan agama terhadap mereka. Sebenarnya orang-orang Kopti tidak membantu pasukan Muslimin, juga tidak pula membantu pasukan Romawi. Kemenangan pihak Muslimin terhadap Romawi, penguasaan tempat empat dan benteng-bentengnya tidak berpengaruh terhadap mereka.
Baca juga: Kisah Amr bin Ash Menaklukkan Barqah dan Tripoli Tanpa Perlawanan
Amr dan sahabat-sahabatnya tidak bohong. Mereka mengepung Farama selama satu bulan kemudian menggempurnya dan mereka jadikan tempat perlindungan setelah mereka dapat mengalahkan pasukan Romawi habis-habisan.
Bagaimana hal ini terjadi? Bagaimana 4000 prajurit itu dapat mengepung kota yang diperkuat dengan tembok-tembok dan benteng-benteng yang begitu kukuh dan kuat, dengan melumpuhkan pasukannya, menyerbu tembok-tembok serta menerobos benteng-benteng itu?
Haekal mengatakan beberapa sejarawan menganggap ini suatu keajaiban. Mereka mencari dalih dengan beranggapan bahwa orang-orang Kopti Farama memberikan bantuan kepada pasukan Arab selama melakukan pengepungan. Itulah yang menyebabkan mereka berhasil mengalahkan pihak musuh.
Baca juga: Profil dan Biografi Amr bin Ash, Sahabat Nabi yang Sukses Menaklukkan Mesir
Demikian pendapat al-Maqrizi dan Abu al-Mahasin. Ibn Abdul-Hakam misalnya mengatakan: "Di Iskandariah ada seorang uskup bernama Abu Mayamin. Setelah mendengar kedatangan Amr bin As, ia menulis surat memberitahukan kepada orang-orang Kopti bahwa Romawi sudah tidak berkuasa lagi, dan bahwa kekuasaan mereka sudah putus. Mereka diperintahkan menyambut Amr. Maka dikatakan bahwa orang-orang Kopti di Farama ketika itu adalah siap membantu Amr."
Apa yang dikatakan oleh Ibn Abdul-Hakam ini tidak setepat sumber al-Maqrizi dan Abu alĀMahasin. Abu Mayamin ini ialah Uskup Benyamin, yang ketika orang Arab masuk ke Mesir ia tidak berada di Iskandariah. Sejak beberapa tahun sebelum itu ia sudah melarikan diri ke Qus.
Boleh jadi, kata Haekal, Ibn Abdul-Hakam dan beberapa sejarawan lain yang belakangan mencatat cerita itu karena mereka tidak mendapatkan penafsiran lain sekitar kemenangan Amr atas Rumawi selain bahwa ia mendapat bantuan dari rakyat Mesir.
Lalu mereka mencatat dan mempercayai cerita demikian itu atas dasar bahwa orang Kopti memang sangat membenci kekuasaan Romawi dengan melakukan penindasan agama terhadap mereka. Sebenarnya orang-orang Kopti tidak membantu pasukan Muslimin, juga tidak pula membantu pasukan Romawi. Kemenangan pihak Muslimin terhadap Romawi, penguasaan tempat empat dan benteng-bentengnya tidak berpengaruh terhadap mereka.
Baca juga: Kisah Amr bin Ash Menaklukkan Barqah dan Tripoli Tanpa Perlawanan
(mhy)
Lihat Juga :