Amr bin Ash Bermarkas di Heliopolis: Siap Menyerang Pasukan Romawi di Benteng Babilon
Jum'at, 28 Juni 2024 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
Puing-puing Ain Syams telah menjadi pilihan Amr bin As. Ia berĀmarkas di tempat itu, begitu juga bala bantuan yang dibawa oleh Zubair bin Awwam, karena tempat ini merupakan onggokan tanah tinggi yang akan memudahkan ia mengadakan pertahanan dan terdapat banyak air. Di sekitarnya banyak pula persediaan bahan makanan yang tepat pula untuk memasok angkatan bersenjatanya.
Setelah Amr bin Ash puas dengan penempatannya di sana dan melihat anggota pasukan yang 15.500 orang prajurit, ia yakin bahwa saat yang menentukan antara dia dengan pihak Romawi sudah di ambang pintu.
Dikumpulkannya anggota stafnya dan para pemuka strategi perangnya, diajaknya mereka bermusyawarah mengenai rencana perang itu. Perhatiannya terutama ditujukan untuk mengeluarkan pasukan Romawi dari benteng Babilon dan agar dapat dihadapinya di tanah datar.
Tak lama setelah itu para mata-matanya datang membawa berita, bahwa tak lama lagi Allah akan mewujudkan segala harapannya itu, karena Theodorus, komandan pasukan Romawi juga sudah berunding dengan stafnya.
Mereka berpendapat bahwa berkubunya mereka dalam benteng itu akan memperlihatkan kepada orang-orang Mesir bahwa mereka pengecut dan lemah, dan akan mendorong orang bergabung kepada pihak Muslimin dan akan membantu mereka.
Baca juga: Politik Amr bin Ash di Mesir: Bebas Berkeyakinan dan Memberi Keringanan Pajak
Jumlah pasukan Romawi melebihi jumlah pasukan Muslimin. Perlengkapan perang mereka juga lebih baik. Atas dasar itu Romawi bertekad akan bertempur menghadapi pihak Arab, dan memutuskan akan berangkat ke Ain Syams untuk mengusirnya dari sana.
Sesudah Amr mengetahui rencana mereka, dia pun mengatur siasat untuk menghadapi dan menumpas mereka. Ia mengerahkan 500 orang malam hari ke balik bukit hingga memasuki gua Banu Wa'il di sebuah benteng bukit, dan 500 orang lagi di bawah pimpinan Kharijah bin Huzafah berangkat ke Umm Dunain sebelum subuh [di kawasan Azbakiah sekarang].
Kedua kelompok itu mendapat pasokan di bawah perintahnya. Setelah fajar menyingsing, dengan memimpin semua angkatan bersenjata itu ia berangkat ke Ain Syams hingga mencapai tempat Abbasiah yang sekarang. Di sanalah ia menunggu kedatangan pasukan Romawi dari benteng Babilon di Mesir Lama.
Baca juga: Kisah 4.000 Orang Pasukan Amr bin Ash Menerobos Farama, Pasukan Romawi Mundur
Setelah Amr bin Ash puas dengan penempatannya di sana dan melihat anggota pasukan yang 15.500 orang prajurit, ia yakin bahwa saat yang menentukan antara dia dengan pihak Romawi sudah di ambang pintu.
Dikumpulkannya anggota stafnya dan para pemuka strategi perangnya, diajaknya mereka bermusyawarah mengenai rencana perang itu. Perhatiannya terutama ditujukan untuk mengeluarkan pasukan Romawi dari benteng Babilon dan agar dapat dihadapinya di tanah datar.
Tak lama setelah itu para mata-matanya datang membawa berita, bahwa tak lama lagi Allah akan mewujudkan segala harapannya itu, karena Theodorus, komandan pasukan Romawi juga sudah berunding dengan stafnya.
Mereka berpendapat bahwa berkubunya mereka dalam benteng itu akan memperlihatkan kepada orang-orang Mesir bahwa mereka pengecut dan lemah, dan akan mendorong orang bergabung kepada pihak Muslimin dan akan membantu mereka.
Baca juga: Politik Amr bin Ash di Mesir: Bebas Berkeyakinan dan Memberi Keringanan Pajak
Jumlah pasukan Romawi melebihi jumlah pasukan Muslimin. Perlengkapan perang mereka juga lebih baik. Atas dasar itu Romawi bertekad akan bertempur menghadapi pihak Arab, dan memutuskan akan berangkat ke Ain Syams untuk mengusirnya dari sana.
Sesudah Amr mengetahui rencana mereka, dia pun mengatur siasat untuk menghadapi dan menumpas mereka. Ia mengerahkan 500 orang malam hari ke balik bukit hingga memasuki gua Banu Wa'il di sebuah benteng bukit, dan 500 orang lagi di bawah pimpinan Kharijah bin Huzafah berangkat ke Umm Dunain sebelum subuh [di kawasan Azbakiah sekarang].
Kedua kelompok itu mendapat pasokan di bawah perintahnya. Setelah fajar menyingsing, dengan memimpin semua angkatan bersenjata itu ia berangkat ke Ain Syams hingga mencapai tempat Abbasiah yang sekarang. Di sanalah ia menunggu kedatangan pasukan Romawi dari benteng Babilon di Mesir Lama.
Baca juga: Kisah 4.000 Orang Pasukan Amr bin Ash Menerobos Farama, Pasukan Romawi Mundur
(mhy)
Lihat Juga :