Muslim India Menjadi Korban Rivalitas BJP: Mendorong Mereka dalam Kemiskinan

Sabtu, 27 Juli 2024 - 08:15 WIB
loading...
A A A
Dengan meningkatkan penganiayaan terhadap Muslim di negaranya, menurut argumen tersebut, Adityanath mengomunikasikan bahwa ia sebenarnya lebih kejam dan berkomitmen pada tujuan tersebut daripada Modi, dan karena itu layak untuk jabatannya.

Apoorvanand mengatakan mungkin ada beberapa kebenaran dalam argumen ini. Di seluruh negara bagian yang dipimpin BJP, tampaknya pihak berwenang saling berlomba untuk meningkatkan tekanan pada Muslim agar membuktikan kredensial nasionalis Hindu mereka dan memperkuat posisi mereka di dalam partai.

Sayangnya, jika menyangkut BJP, bahkan kekalahan telak dalam pemilu dan perebutan kekuasaan internal tampaknya berujung pada kekerasan lebih lanjut terhadap umat Muslim, alih-alih pemerintahan yang lebih bijaksana.

"Saat ini, kita menyaksikan serangan baru terhadap umat Muslim di India karena ideologi BJP pada dasarnya anti-Muslim dan anti-Kristen dan tidak dapat bertahan hidup tanpa melakukan kekerasan terhadap kelompok minoritas ini," ujar Apoorvanand.

Baca juga: Mirip Israel, India Hancurkan Rumah Muslim sebagai Hukuman Bentrok dengan Umat Hindu

Umat Islam dan minoritas lainnya akan tetap diserang di India selama BJP tetap berkuasa – sendiri atau dalam pemerintahan koalisi.

Namun, yang lebih memprihatinkan saat ini, di luar hasutan partai yang terus-menerus untuk melakukan kekerasan terhadap umat Islam, adalah kemauan baru semua lembaga negara seperti polisi dan pemerintahan sipil untuk melakukan serangan bermotif ideologi ini.

Menurut Apoorvanand, karena sepenuhnya sejalan dengan posisi BJP, mereka sekarang secara proaktif melecehkan dan menganiaya umat Muslim dan mendiskriminasi mereka tanpa dipaksa oleh pimpinan politik.

"Ini berarti umat Muslim akan menghadapi ancaman yang lebih langsung dan serius dalam kehidupan sehari-hari mereka di era baru ini di India," demikian Apoorvanand.

Baca juga: Kisah Umat Hindu India Ingin Meletakkan Berhala Dewa Hindu di 22 Kamar Taj Mahal
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Promosi Islam ala Muslim...
Promosi Islam ala Muslim Asia Tenggara
Peran Strategis, Menag...
Peran Strategis, Menag Apresiasi Program Wanita Islam
Studi Terbaru: Islam...
Studi Terbaru: Islam Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia
Minta Pemerintah Cabut...
Minta Pemerintah Cabut Monopoli Fatwa Halal, LPOI Sampaikan 5 Pernyataan Sikap
Rekomendasi
Jadi Ketakutan Dunia,...
Jadi Ketakutan Dunia, SROCC Ungkap Air Laut di Indonesia Terancam Jadi Asam
4 Fosil Paling Lengkap...
4 Fosil Paling Lengkap yang Pernah Ditemukan Di Dunia
Teliti Bencana Kebakaran...
Teliti Bencana Kebakaran Hutan, Ilmuwan Temukan Keajaiban pada Pohon
Artikel Terkini
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved