Sebelum Yerusalem, Pasukan Salib Taklukkan Wilayah-Wilayah Muslim
Senin, 29 Juli 2024 - 05:42 WIB
loading...
A
A
A
Pertempuran terjadi dari 21 Oktober 1097 hingga 2 Juni 1098. Pertempuran yang memakan waktu tujuh bulan lebih itu akhirnya dimenangkan oleh pasukan Salib. Pertempuran Antiokhia merupakan ujian terberat pasukan Salib sebelum menuju Yerusalem.
Dapat melewati Antiokhia mempunyai arti penting bagi pasukan Salib, yaitu jalan menuju Yerusalem lebih terbuka lebar karena Antiokhia pada waktu itu merupakan kota penting bagi Turki Seljuk.
Selain sebagai kota perdagangan, Antiokhia juga sebagai basis militer Turki Seljuk. Antiokhia juga berdekatan dengan kota-kota di bawah kekuasaan Turki Seljuk yaitu Aleppo, Mosul, dan Damaskus.
Kedekatan Antiokhia dengan kota-kota tersebut menjadikan pasukan Islam di bawah Turki Seljuk dapat mengirimkan bantuan berupa logistik dan prajurit. Tidak mengherankan pertempuran terjadi selama tujuh bulan lebih. Kemenangan pasukan Salib tersebut menjadi akhir pemerintahan Turki Seljuk di Antiokhia.
Akhirnya didirikanlah pemerintahan Kristen setingkat kerajaan di Antiokhia dan daerah sekitarnya yang dipimpin oleh Bohemond dari Sisilia.
Baca juga: Begini Kondisi Kekhalifahan Islam Menjelang Perang Salib I
Pendirian pemerintahan di Antiokhia menjadikan pasukan Salib memenangkan pertempuran dengan telak karena berhasil menciptakan pemerintahan yang berdiri sendiri tanpa diberikan ke Bizantium.
Sebelum mendirikan Antiokhia, pasukan Salib juga mendirikan pemerintahan Kristen di Edessa, letaknya di utara Antiokhia.
Di Edessa, Baldwin menjadi pemimpin tertinggi. Jadi sebelum menaklukkan Yerusalem, pasukan Salib yang terdiri dari berbagai bangsawan kerajaan di Eropa Barat telah berhasil mendirikan dua pemerintahan independen, yaitu Edessa dan Antiokhia.
Dapat melewati Antiokhia mempunyai arti penting bagi pasukan Salib, yaitu jalan menuju Yerusalem lebih terbuka lebar karena Antiokhia pada waktu itu merupakan kota penting bagi Turki Seljuk.
Selain sebagai kota perdagangan, Antiokhia juga sebagai basis militer Turki Seljuk. Antiokhia juga berdekatan dengan kota-kota di bawah kekuasaan Turki Seljuk yaitu Aleppo, Mosul, dan Damaskus.
Kedekatan Antiokhia dengan kota-kota tersebut menjadikan pasukan Islam di bawah Turki Seljuk dapat mengirimkan bantuan berupa logistik dan prajurit. Tidak mengherankan pertempuran terjadi selama tujuh bulan lebih. Kemenangan pasukan Salib tersebut menjadi akhir pemerintahan Turki Seljuk di Antiokhia.
Akhirnya didirikanlah pemerintahan Kristen setingkat kerajaan di Antiokhia dan daerah sekitarnya yang dipimpin oleh Bohemond dari Sisilia.
Baca juga: Begini Kondisi Kekhalifahan Islam Menjelang Perang Salib I
Pendirian pemerintahan di Antiokhia menjadikan pasukan Salib memenangkan pertempuran dengan telak karena berhasil menciptakan pemerintahan yang berdiri sendiri tanpa diberikan ke Bizantium.
Sebelum mendirikan Antiokhia, pasukan Salib juga mendirikan pemerintahan Kristen di Edessa, letaknya di utara Antiokhia.
Di Edessa, Baldwin menjadi pemimpin tertinggi. Jadi sebelum menaklukkan Yerusalem, pasukan Salib yang terdiri dari berbagai bangsawan kerajaan di Eropa Barat telah berhasil mendirikan dua pemerintahan independen, yaitu Edessa dan Antiokhia.
(mhy)
Lihat Juga :