Hijrah, Pilar Peradaban Modern (1)

Selasa, 25 Agustus 2020 - 10:40 WIB
loading...
A A A
Jika kita melihat alam semesta semuanya memiliki pergerakan. Kelestarian segala sesuatu itu dengan pergerakan. Air menjadi bening ketika bergerak. Di saat stagnan akan terjadi pembusukan.

Maka dalam sejarahnya semua para nabi dan rasul melakukan hijrah dalam bentuk yang berbeda. Ibrahim AS misalnya dari Babylon ke Jerusalem, lalu anaknya Ismail ke Mekah.

Hijrah para nabi itu menjadi sunnatullah dalam perjuangan mereka. Bahwa dengan pergerakan dan perubahan itu akhirnya kelestarian perjuangan dan kemenangan akan terwujud.

Pelajaran penting bagi umat tentunya bahwa kelestarian dan kemenangan umat ini ada pada pergerakan dan antisipasi perubahan. Hal inilah yang kemudian diingatkan oleh Allah SWT: “Sungguh Allah tidak merubah nasib sebuah kaum (bangsa) sehingga mereka mengubah diri mereka sendiri”.

Dari Yatsrib ke Madinah
Kita mengenal dalam sejarah bahwa nama kota yang dituju oleh Rasulullah SAW di saat meninggalkan Mekah saat itu bernama Yatsrib. Di kota inilah menetap manusia-manusia yang secara relatif lebih maju secara dunia dan ilmu. Salah satu segmen penduduk kota Yatsrib saat itu adalah komunitas Yahudi. Mereka memang dikenal lebih maju secara ekonomi dan pengetahuan.

Setiba Rasulullah SAW di kota itu beliau ubah namanya dari Yatsrib menjadi Madinah. Dari nama yang sekadar nama menjadi nama yang memiliki makna dan konotasi yang positif dan agung.

Madinah secara literal berarti kota. Sedangkan merujuk kepada akar katanya berarti pusat peradaban. Sebuah kata yang seakar dengan kata tamaddun yang berarti peradaban. (Baca juga: Ide Brilian Salman Al-Farisi Lindungi Madinah dari Kepungan Musuh)

Kata Madinah yang juga melahirkan kata madani (civil) yang sangat relevan dengan kata mujtama atau masyarakat. Kedua kata itu kerap disatukan menjadi mujtama' madani atau masyakat madani, yang lazimnya dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah civil society.

Dengan memahami kata "madinah" secara tepat dapat disimpulkan bahwa perubahan nama dari Yatsrib ke Madinah itu sendiri menjadi indikator kuat bahwa salah tujuan terpenting dari hijrah adalah mewujudkan tujuan kolektif Islam. Yaitu terbangunnya peradaban modern manusia yang kokoh.

Lalu apa hubungan antara peradaban dan kota? Kenapa kedua kata itu memiliki akar kata yang sama?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Masjid Quba, Masjid...
Masjid Quba, Masjid Istimewa yang Dipuji Allah dalam Al-Qur'an
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Keutamaan dan Larangan...
Keutamaan dan Larangan di Bulan Zulhijjah, Kaum Muslim Wajib Tahu
Kapan 1 Zulhijah 1447...
Kapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah? Cek Penjelasannya di Sini!
3 Kloter Pertama Jemaah...
3 Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
Rekomendasi
Selain 1.972 Sungai...
Selain 1.972 Sungai Mengering, Ini Fakta Paling Nyata Bahwa Bumi Bocor
Ilmuwan PBB Pastikan...
Ilmuwan PBB Pastikan Tak Ada Negara yang Aman dari Dampak Perubahan Iklim
Dua Gunung Berapi Besar...
Dua Gunung Berapi Besar Diprediksi Akan Meletus pada 2025
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved