Media India Sebarkan Hoaks: Muslim Serang Umat Hindu di Bangladesh

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 14:22 WIB
loading...
Media India Sebarkan...
Kendaraan yang dibakar oleh pengunjuk rasa di 4 Agustus 2024, sehari sebelum Hasina mengundurkan diri. Foto/Ilustrasi: Al Jazeera
A A A
Beberapa jam setelah Sheikh Hasina dilengserkan dari kekuasaannya sebagai Perdana Menteri Bangladesh, lewat demo mahasiswa, sejumlah media India melaporkan bahwa anggota minoritas Hindu di Bangladesh menjadi sasaran pasukan Islamis.

Al Jazeera melaporkan artikel dan video yang berisi konten menyesatkan muncul di berbagai media dan platform media sosial India.

Sebuah video di saluran YouTube milik The Times Group, Mirror Now, menyiarkan rekaman kekerasan dan serangan pembakaran terhadap empat rumah. Video itu diberi judul "Serangan terhadap Umat Hindu di Bangladesh? Pembunuhan Massal, Pembunuhan oleh Massa".

Judul video tersebut jelas menyesatkan karena tidak ada pembunuhan massal yang dilaporkan dalam insiden tersebut. Laporan lokal mengatakan salah satu rumah tersebut milik ikon kebebasan Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman. Dua lagi sebagai milik muslim.

Video tersebut juga membuat klaim yang tidak berdasar, seperti "24 orang dibakar hidup-hidup oleh massa" dan "Kelompok minoritas menjadi pusat serangan".

Baca juga: 5 Strategi Kotor PM Sheikh Hasina Memenangkan Masa Jabatan Kelima

Al Jazeera telah memverifikasi secara independen bahwa hanya 2 umat Hindu yang terbunuh sejak Hasina digulingkan pada hari Senin: 1 orang polisi dan seorang lagi aktivis dari partai Liga Awami milik Hasina.

Umat Hindu merupakan sekitar 8 persen dari 170 juta penduduk Bangladesh dan secara tradisional telah menjadi pendukung kuat Liga Awami, yang secara umum dipandang sekuler dibandingkan dengan koalisi oposisi, yang mencakup partai Islamis.

Banyak laporan berita tentang serangan terhadap umat Hindu yang mengandung klaim-klaim yang tidak masuk akal seperti "lebih dari satu crore [10 juta] pengungsi kemungkinan akan segera memasuki Benggala Barat", yang dimuat dalam laporan Times of India yang mengutip Suvendu Adhikari, seorang pemimpin senior Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi.

Kantor berita ANI, yang terlihat dekat dengan pemerintahan Modi, mengutip seorang pemimpin mahasiswa di India yang mengatakan bahwa pemberontakan massal itu "diatur oleh musuh-musuh Bangladesh".

Artikel Times of India yang lebih aneh lagi menyatakan bahwa Jamaat-e-Islami, partai Islam terbesar di Bangladesh, “menjatuhkan pemerintahan Sheikh Hasina di Bangladesh”.

Analis politik Zahed Ur Rahman mengatakan media India telah melaporkan melalui lensa "Islamofobia".

Baca juga: 5 Alasan Rakyat Bangladesh Menuntut PM Sheikh Hasina Mundur

"Gerakan mahasiswa yang mengobarkan pemberontakan massal yang melibatkan orang-orang dari semua lapisan masyarakat secara bulat dipahami sebagai gerakan populer di Bangladesh. Namun, media India entah bagaimana telah menafsirkan seluruh skenario melalui mata Islamofobia mereka," katanya kepada Al Jazeera.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mirza Ghulam Ahmad dan...
Mirza Ghulam Ahmad dan Paham Imam Mahdi Pengikutnya
Ahmadiyah: Kisah Mirza...
Ahmadiyah: Kisah Mirza Ghulam Ahmad Melarang Muslim Jihad Melawan Penjajah Inggris
Sejarah Lahirnya Ahmadiyah:...
Sejarah Lahirnya Ahmadiyah: Ketika Umat Islam Tenggelam ke Tingkat Paling Bawah
Kisah Ummu Misthah :...
Kisah Ummu Misthah : Saksi Ummul Mukminin Aisyah RA dari Berita Hoaks
Kisah Mualaf Sensei...
Kisah Mualaf Sensei Sugimoto, Sosok Penerjemah Al-Qur'an ke Bahasa Jepang
Muhammad Yunus: Bankir...
Muhammad Yunus: Bankir Orang Miskin yang Jadi Pemimpin Sementara Bangladesh
Rekomendasi
73.000 Penduduk Brasil...
73.000 Penduduk Brasil Terancam Ditelan Bumi
Hama Kutu Busuk Asia...
Hama Kutu Busuk Asia Mulai Merongrong Petani di Amerika dan Inggris
Ilmuwan Ungkap Fenomena...
Ilmuwan Ungkap Fenomena Alam Mematikan yang Dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved