Salah Satu Makna Khusus Perang Salib: Musuhnya Bukan hanya Islam
Senin, 12 Agustus 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Dari peristiwa tersebut banyak orang-orang Yahudi memeluk Katolik untuk menyelamatkan nyawanya. Jadi Yahudi juga merupakan musuh Katolik dalam Perang Salib.
Baca juga: Perang Salib X: Kisah Pertempuran Alexandria selama 3 Hari
Setelah jatuhnya Yerusalem ke tangan pasukan Salib pada tahun 1099, tidak hanya Islam yang dirugikan, namun juga orang-orang Yahudi.
Selain Yahudi, pasukan Salib juga memerangi kepercayaan pagan di Eropa. Momentum Perang Salib II dimanfaatkan pasukan Salib untuk menyebarkan Katolik ke kaum pagan.
Perang Salib II yang memerangi kaum pagan tersebut terjadi di Eropa Tengah dan dinamakan Perang Salib Wendish karena memerangi orang-orang Wend yang terdiri dari bangsa Slavia.
Pertempuran terjadi karena orang-orang Wend menolak kehadiran pasukan Salib dan menolak Katolik. Pada tahun 1147, pasukan Salib memenangkan perang melawan orang-orang Wend. Kemenangan tersebut ditandai dengan orang-orang Wend memeluk Katolik dan meninggalkan kepercayaan pagan.
Pada Perang Salib IV, pasukan Salib yang dibentuk oleh paus tidak pernah melakukan peperangan di Yerusalem, akan tetapi melakukan pertempuran melawan Byzantium.
Baca juga: Perang Salib IX: Berakhirnya Pemerintahan Kristen di Timur Tengah
Kerajaan Byzantium berbeda dengan kerajaan-kerajaan lain di Eropa. Byzantium merupakan kerajaan Kristen di Eropa Timur yang berdasarkan Kristen Ortodoks Timur, atau mempunyai kemiripan dengan Kristen yang ada di Timur Tengah.
Pasukan Salib datang ke Konstantinopel memang mempunyai misi penting, yaitu tertarik pada upah besar yang diberikan Alexios IV Angelos jika berhasil membantunya menjadi raja di Byzantium.
Baca juga: Perang Salib X: Kisah Pertempuran Alexandria selama 3 Hari
Setelah jatuhnya Yerusalem ke tangan pasukan Salib pada tahun 1099, tidak hanya Islam yang dirugikan, namun juga orang-orang Yahudi.
Selain Yahudi, pasukan Salib juga memerangi kepercayaan pagan di Eropa. Momentum Perang Salib II dimanfaatkan pasukan Salib untuk menyebarkan Katolik ke kaum pagan.
Perang Salib II yang memerangi kaum pagan tersebut terjadi di Eropa Tengah dan dinamakan Perang Salib Wendish karena memerangi orang-orang Wend yang terdiri dari bangsa Slavia.
Pertempuran terjadi karena orang-orang Wend menolak kehadiran pasukan Salib dan menolak Katolik. Pada tahun 1147, pasukan Salib memenangkan perang melawan orang-orang Wend. Kemenangan tersebut ditandai dengan orang-orang Wend memeluk Katolik dan meninggalkan kepercayaan pagan.
Pada Perang Salib IV, pasukan Salib yang dibentuk oleh paus tidak pernah melakukan peperangan di Yerusalem, akan tetapi melakukan pertempuran melawan Byzantium.
Baca juga: Perang Salib IX: Berakhirnya Pemerintahan Kristen di Timur Tengah
Kerajaan Byzantium berbeda dengan kerajaan-kerajaan lain di Eropa. Byzantium merupakan kerajaan Kristen di Eropa Timur yang berdasarkan Kristen Ortodoks Timur, atau mempunyai kemiripan dengan Kristen yang ada di Timur Tengah.
Pasukan Salib datang ke Konstantinopel memang mempunyai misi penting, yaitu tertarik pada upah besar yang diberikan Alexios IV Angelos jika berhasil membantunya menjadi raja di Byzantium.
Lihat Juga :