Perang Salib: Byzantium Bersekutu dengan Shalahuddin Al Ayyubi

Rabu, 14 Agustus 2024 - 14:24 WIB
loading...
Perang Salib: Byzantium...
Shalahuddin Al Ayyubi terpaksa melakukan perdamaian dengan pasukan Salib. Ilustrasi: Ist
A A A
Perang Salib di Timur Tengah memakan waktu 269 tahun, dimulai dari tahun 1096 hingga 1365. Itu jika Perang Salib X dihitung. Jika tidak, maka selama 176 tahun, yaitu dari tahun 1096 hingga 1272.

Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" menyebut dalam Perang Salib, pasukan Salib mendapatkan kemenangan besar satu kali, yaitu Perang Salib I. Kemenangan lainnya diperoleh secara keseluruhan yaitu pada Perang Salib III, VI, dan IX.

Pada Perang Salib I tidak hanya berhasil merebut Yerusalem , pasukan salib juga berhasil mendirikan Kerajaan Surga yang berpusat di Yerusalem, Anticoh, Tripoli, dan Edessa.

Baca juga: Begini Kondisi Kekhalifahan Islam Menjelang Perang Salib I

Pada Perang Salib III, kehadiran Raja Richard I membuat pasukan Salib mendominasi pertempuran dan Shalahuddin Al Ayyubi terpaksa melakukan perdamaian dengan pasukan Salib.

Pada Perang Salib III, Kerajaan Byzantium yang sebelumnya bersekutu dengan pasukan Salib, bergabung dengan kekuatan Dinasti Ayyubiah. Oleh karena itu kemenangan pasukan Salib ternoda karena terdapat Kristen yang lain tidak satu misi dengan pasukan Salib.

Pada Perang Salib VI, pasukan Salib memperoleh kemenangan melalui jalur perundingan. Frederick II Barbarossa meyakinkan Sultan al-Kamil untuk memberikan Yerusalem kepada pasukan Salib.

Pada Perang Salib IX, tanpa bantuan Dinasti Ilkhan, pasukan Salib mungkin akan kalah melawan Dinasti Mamlukiah. Jadi pasukan Salib memenangkan pertempuran secara mutlak hanya satu kali yaitu Perang Salib I. Pada enam kesempatan Perang Salib lainnya, pasukan Salib menderita kekalahan.

Baca juga: Perang Salib I: Kisah Kekalahan Turki Seljuk Rum sehingga Memindahkan Ibu Kotanya

Menurut Jati Pamungkas, secara teknis, tidak ada perbedaan dalam peralatan perang. Pada waktu itu perbedaan teknologi hanya tipis sekali. Belum ada lompatan besar dalam pertempuran.

Pedang, tombak, perisai, baju perang, tidak ada perbedaan yang mencolok. Peralatan yang modern di zaman tersebut adalah meriam lontar.

Meriam lontar dibutuhkan untuk menghancurkan musuh dalam peperangan kota maupun terbuka dari jarak jauh. Kondisi geografis di Timur Tengah membuat pasukan dari Islam lebih diuntungkan karena telah terbiasa dengan iklim maupun pembacaan medan perang dan distribusi konsumsi selama bertempur.

Baca juga: Perang Salib III: Kisah Richard I yang Berjuluk Berhati Singa
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Promosi Islam ala Muslim...
Promosi Islam ala Muslim Asia Tenggara
Palestina di Era Shalahuddin...
Palestina di Era Shalahuddin Al-Ayyubi, Negeri Penuh Berkah yang Kini Hancur Lebur di Tangan Zionis
Peran Strategis, Menag...
Peran Strategis, Menag Apresiasi Program Wanita Islam
Studi Terbaru: Islam...
Studi Terbaru: Islam Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia
Rekomendasi
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
Teliti Mumi Menjerit,...
Teliti Mumi Menjerit, Ilmuwan Temukan Fakta Menakutkan
Batu Rosetta Artefak...
Batu Rosetta Artefak Mesir Bertuliskan Bahasa para Dewa
Artikel Terkini
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Belajar Agama Lewat...
Belajar Agama Lewat Media Sosial, Ini Etika yang Harus Diperhatikan Muslim
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Generasi Muda Diingatkan...
Generasi Muda Diingatkan Bijak Gunakan Gadget dan Media Sosial, Jangan Abaikan Kewajiban
Infografis
Ini Perintah dalam Al-Quran...
Ini Perintah dalam Al-Quran Kaum Muslim Wajib Membela Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved