Ini Mengapa Begitu Menaklukkan Yerusalem, Pasukan Salib Membentuk Kerajaan Surga
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
Sedikit terjadi kekhawatiran jika keempat daerah tersebut nantinya akan diambil oleh Byzantium. Untuk mencegah hal tersebut, pasukan Salib mempunyai kepiawaian tidak hanya dalam militer saja, namun juga dalam perpolitikan.
Baca juga: Perang Salib II: Bukan Hanya Perang Katolik dengan Islam
Langkah pertama yang diambil adalah ketika daerah Edessa dan Antiokhia direbut dari Turki Seljuk, pasukan Salib secara cepat mendirikan pemerintahan berbasis agama, yaitu Pemerintahan Kekristenan.
Pada tahun 1098 berdirilah dua pemerintahan Kristen di Edessa dan Antiokhia. Langkah tersebut sebagai rencana strategis pasukan Salib menghimpun kekuatan dan mengatur strategi politik jika Yerusalem tidak berhasil direbut dari Dinasti Fatimiyah.
Akhirnya Yerusalem dapat ditaklukkan pada tahun 1099, dan pada tahun itu juga pasukan Salib mendirikan Kerajaan Yerusalem. Pada tahun 1102 juga didirikan pemerintahan Kristen di Tripoli.
"Jadi totalnya terdapat tiga pemerintahan Kristen dan satu kerajaan utama yang semuanya dikenal sebagai Kerajaan
Surga," ujar Jati Pamungkas.
Pada saat berdirinya pemerintahan tersebut, pasukan Salib telah mempunyai status yang kuat di Timur Tengah karena berhasil mendirikan kerajaan. Pendirian kerajaan dan pemerintahan tersebut juga mengantisipasi invasi dari Byzantium dan perpecahan di tubuh pasukan Salib sendiri.
Pendirian kerajaan dan pemerintahan tersebut juga mencegah klaim kekuasaan dari berbagai kerajaan di Eropa seperti Prancis, Jerman, Inggris, dan sebagainya karena status dari pemimpin pasukan Salib seperti Godfrey, Bohemond, Raymond, dan Baldwin adalah bawahan raja.
Baca juga: Begini Kondisi Kekhalifahan Islam Menjelang Perang Salib I
Baca juga: Perang Salib II: Bukan Hanya Perang Katolik dengan Islam
Langkah pertama yang diambil adalah ketika daerah Edessa dan Antiokhia direbut dari Turki Seljuk, pasukan Salib secara cepat mendirikan pemerintahan berbasis agama, yaitu Pemerintahan Kekristenan.
Pada tahun 1098 berdirilah dua pemerintahan Kristen di Edessa dan Antiokhia. Langkah tersebut sebagai rencana strategis pasukan Salib menghimpun kekuatan dan mengatur strategi politik jika Yerusalem tidak berhasil direbut dari Dinasti Fatimiyah.
Akhirnya Yerusalem dapat ditaklukkan pada tahun 1099, dan pada tahun itu juga pasukan Salib mendirikan Kerajaan Yerusalem. Pada tahun 1102 juga didirikan pemerintahan Kristen di Tripoli.
"Jadi totalnya terdapat tiga pemerintahan Kristen dan satu kerajaan utama yang semuanya dikenal sebagai Kerajaan
Surga," ujar Jati Pamungkas.
Pada saat berdirinya pemerintahan tersebut, pasukan Salib telah mempunyai status yang kuat di Timur Tengah karena berhasil mendirikan kerajaan. Pendirian kerajaan dan pemerintahan tersebut juga mengantisipasi invasi dari Byzantium dan perpecahan di tubuh pasukan Salib sendiri.
Pendirian kerajaan dan pemerintahan tersebut juga mencegah klaim kekuasaan dari berbagai kerajaan di Eropa seperti Prancis, Jerman, Inggris, dan sebagainya karena status dari pemimpin pasukan Salib seperti Godfrey, Bohemond, Raymond, dan Baldwin adalah bawahan raja.
Baca juga: Begini Kondisi Kekhalifahan Islam Menjelang Perang Salib I
(mhy)
Lihat Juga :