Andalusia Menjelang Penaklukan Thariq bin Ziyad: Kaum Barbar Jatuhkan Roma
Selasa, 20 Agustus 2024 - 12:05 WIB
loading...
Kebesaran dan kekuasaan Kerajaan Visigoth mulai redup ketika dipimpin oleh Roderick yang naik takhta pada tahun 710. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Semenanjung Iberia, merupakan wilayah di selatan Eropa bagian paling barat. Kini, Semenanjung Iberia termasuk bagian dari Republik Portugal , Kerajaan Spanyol , dan Andorra.
Dahulu orang-orang Islam menyebut wilayah ini dengan nama Andalusia . Nama ini mengacu pada daerah selatan Semenanjung Iberia. Sekarang nama Andalusia dijadikan salah satu Provinsi di Spanyol.
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" menyebut masuknya Islam di Semenanjung Iberia tidak lepas dari keadaan politik di daerah tersebut yang kacau.
Sebelum Islam datang, Semenanjung Iberia dikuasai oleh Kerajaan Visigoth. Berdirinya kerajaan tersebut tidak terlepas dari jatuhnya Kota Roma yang merupakan pusat pemerintahan Romawi Barat oleh bangsa Visigoth.
Baca juga: Thariq bin Ziyad: Penakluk Andalusia, Pernah Bermimpi Bertemu Nabi SAW
Bangsa Visigoth berasal dari Jerman . Migrasi bangsa Visigoth ke Andalusia ada kaitannya dengan runtuhnya Kota Roma pada tahun 410. Runtuhnya Kota Roma dikarenakan serangan Visigoth secara brutal. Minimnya peradaban yang dimiliki bangsa Visigoth membuat mereka dijuluki “Kaum Barbar”-nya Eropa.
Setelah mengalahkan Romawi Barat, bangsa Visigoth melakukan migrasi ke Semenanjung Iberia, dan pada tahun 418 bangsa Visigoth mendirikan kerajaan karena berhasil mengusir Atilla.
Bangsa Hun pernah meneror Eropa pada kepemimpinan Atilla. Teror tersebut ditujukan kepada pemerintahan yang berkuasa di Eropa. Kerajaan Romawi Barat merasakan berulang kali kalah melawan bangsa Hun pada masa Atilla berkuasa.
Bangsa Hun sendiri merupakan bangsa yang berpindah-pindah. Bangsa Hun berasal dari Asia Tengah. Dapat dikatakan bahwa ciri-ciri fisik antara bangsa Hun dan Mongol, mempunyai kemiripan tapi mereka berasal dari daerah berbeda.
Kerajaan Romawi akhirnya mengakui Kerajaan Visigoth berkuasa di Semenanjung Iberia.
Dahulu orang-orang Islam menyebut wilayah ini dengan nama Andalusia . Nama ini mengacu pada daerah selatan Semenanjung Iberia. Sekarang nama Andalusia dijadikan salah satu Provinsi di Spanyol.
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" menyebut masuknya Islam di Semenanjung Iberia tidak lepas dari keadaan politik di daerah tersebut yang kacau.
Sebelum Islam datang, Semenanjung Iberia dikuasai oleh Kerajaan Visigoth. Berdirinya kerajaan tersebut tidak terlepas dari jatuhnya Kota Roma yang merupakan pusat pemerintahan Romawi Barat oleh bangsa Visigoth.
Baca juga: Thariq bin Ziyad: Penakluk Andalusia, Pernah Bermimpi Bertemu Nabi SAW
Bangsa Visigoth berasal dari Jerman . Migrasi bangsa Visigoth ke Andalusia ada kaitannya dengan runtuhnya Kota Roma pada tahun 410. Runtuhnya Kota Roma dikarenakan serangan Visigoth secara brutal. Minimnya peradaban yang dimiliki bangsa Visigoth membuat mereka dijuluki “Kaum Barbar”-nya Eropa.
Setelah mengalahkan Romawi Barat, bangsa Visigoth melakukan migrasi ke Semenanjung Iberia, dan pada tahun 418 bangsa Visigoth mendirikan kerajaan karena berhasil mengusir Atilla.
Bangsa Hun pernah meneror Eropa pada kepemimpinan Atilla. Teror tersebut ditujukan kepada pemerintahan yang berkuasa di Eropa. Kerajaan Romawi Barat merasakan berulang kali kalah melawan bangsa Hun pada masa Atilla berkuasa.
Bangsa Hun sendiri merupakan bangsa yang berpindah-pindah. Bangsa Hun berasal dari Asia Tengah. Dapat dikatakan bahwa ciri-ciri fisik antara bangsa Hun dan Mongol, mempunyai kemiripan tapi mereka berasal dari daerah berbeda.
Kerajaan Romawi akhirnya mengakui Kerajaan Visigoth berkuasa di Semenanjung Iberia.
Lihat Juga :