Berikut Ini Sasaran Serangan Hizbullah ke Israel: Gunakan 320 Roket Katyusha
Rabu, 28 Agustus 2024 - 06:15 WIB
loading...
Pangkalan Glilot berfungsi sebagai markas operasional untuk unit intelijen militer 8200. Foto: Press TV
A
A
A
Pada hari Ahad lalu, Hizbullah melakukan serangan balasan kepada Israel . Operasi ini disebutnya sebagai tahap pertama pembalasan atas pembunuhan komandan senior Hizbullah, Fuad Shukr.
Tahap awal operasi strategis tersebut, menurut Hizbullah berhasil menargetkan barak dan lokasi militer utama Israel dan wilayah pendudukan.
Target tersebut mencakup enam pangkalan militer Israel, tiga barak, dan dua posisi artileri, yang semuanya diserang oleh lebih dari 320 roket Katyusha.
Target pertama adalah Pangkalan Meron, yang terletak di Gunung Meron (Jabal al-Jarmaq), puncak tertinggi di wilayah Palestina yang diduduki.
Baca juga: Siap Perang Melawan Hizbullah, Israel Panggil 50.000 Tentara Cadangan
Selain Pangkalan Meron, target lainnya termasuk posisi artileri di Neve Ziv dan Zaoura, serta barak Kaila, Yoav, dan Ramot Naftali, dan pangkalan Jaatoun, Sahel, Nafah, Yardena, dan Ein Zeitim.
Dalam pidatonya setelah operasi, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah menjelaskan bahwa posisi ini ditargetkan untuk menguras habis rudal pencegat Iron Dome, yang membuka jalan bagi serangan pesawat nirawak yang berhasil jauh di dalam wilayah pendudukan.
Ia mencatat bahwa meskipun rencana awal adalah meluncurkan 300 roket Katyusha, jumlah akhir mencapai 340, menekankan bahwa tidak ada rudal balistik canggih yang digunakan dalam fase ini.
Setelah fase pertama selesai, fase kedua melibatkan serangkaian serangan pesawat nirawak terhadap pangkalan intelijen Glilot antara Tel Aviv dan Herzliya, dan Pangkalan Udara Ein Shemer antara Hadera dan Harish.
Baca juga: Takut Serangan Hizbullah, Israel Tutup Pantai dan Larang Pertemuan Warga
Tahap awal operasi strategis tersebut, menurut Hizbullah berhasil menargetkan barak dan lokasi militer utama Israel dan wilayah pendudukan.
Target tersebut mencakup enam pangkalan militer Israel, tiga barak, dan dua posisi artileri, yang semuanya diserang oleh lebih dari 320 roket Katyusha.
Target pertama adalah Pangkalan Meron, yang terletak di Gunung Meron (Jabal al-Jarmaq), puncak tertinggi di wilayah Palestina yang diduduki.
Baca juga: Siap Perang Melawan Hizbullah, Israel Panggil 50.000 Tentara Cadangan
Selain Pangkalan Meron, target lainnya termasuk posisi artileri di Neve Ziv dan Zaoura, serta barak Kaila, Yoav, dan Ramot Naftali, dan pangkalan Jaatoun, Sahel, Nafah, Yardena, dan Ein Zeitim.
Dalam pidatonya setelah operasi, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah menjelaskan bahwa posisi ini ditargetkan untuk menguras habis rudal pencegat Iron Dome, yang membuka jalan bagi serangan pesawat nirawak yang berhasil jauh di dalam wilayah pendudukan.
Ia mencatat bahwa meskipun rencana awal adalah meluncurkan 300 roket Katyusha, jumlah akhir mencapai 340, menekankan bahwa tidak ada rudal balistik canggih yang digunakan dalam fase ini.
Setelah fase pertama selesai, fase kedua melibatkan serangkaian serangan pesawat nirawak terhadap pangkalan intelijen Glilot antara Tel Aviv dan Herzliya, dan Pangkalan Udara Ein Shemer antara Hadera dan Harish.
Baca juga: Takut Serangan Hizbullah, Israel Tutup Pantai dan Larang Pertemuan Warga
Lihat Juga :