Taubatnya Perempuan yang Sering Menangis Bila Menyebut Asma Allah
Rabu, 26 Agustus 2020 - 18:24 WIB
loading...
A
A
A
Setelah mendengar lantunan ayat tersebut, Sya’wanah merasakan sakit dan kepedihan yang menyayat kalbunya. Ia kemudian berkata, “Wahai syaikh, aku adalah salah satu orang hina penghuni tempat sempit itu di neraka. Jika aku bertaubat, apakah Tuhan akan mengampuniku?.”
Sang pendakwah menjawab, “Tentu, jika engkau bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya, walaupun dosamu sebanyak dosa Sya’wanah.”
Sya’wanah berkata, “Wahai Syaikh, Sya’wanah (Yang Anda sebut tadi) adalah saya, yang setelah ini tidak akan lagi berbuat dosa.”
Sang pendakwah berkata, “Allah Subhanahu wa ta'ala adalah Zat Yang Maha Penyayang dari segala penyayang, tentu engkau akan diampuni jika mau bertaubat kepada-Nya dengan taubat yang sebenar-benarnya.”
Sya’wanah pun menangis dan kemudian memerdekakan seluruh budak perempuannya serta menyibukkan dirinya dalam beribadah. Ia bertekad untuk menebus dosa-dosanya sampai tubuhnya kurus dan tak berdaya lagi.
Suatu hari, ia memperlihatkan tubuhnya sendiri, dan menyadari bahwa tubuhnya itu telah kurus dan lemah. Ia berkata, “Ah…di dunia ini saja tubuhku telah meleleh (kurus) sedemikian rupa, lalu bagaimana keadaanku kelak di akhirat?.”
Kemudian Sya’wanah selalu menghabiskan malam-malamnya dengan salat dan bermunajat kepada Tuhannya, lalu menangis karena takut kepada Allah. Ia sering menangis sehingga membuat orang-orang merasa khawatir jika Sya’wanah mengalami kebutaan sebab terlalu sering menangis.
Banyak orang melecehkan sikapnya. Namun dengan tenang, ia menjawab, “Aku lebih senang jika harus buta di dunia karena terlalu sering menangis karena Allah Subhanahu wa ta'ala, daripada aku harus buta di akhirat nanti karena percikan api neraka. Barang siapa di antara kalian mampu menangis, maka menangislah. Tapi jika ia tidak bisa menangis, maka kasihilah orang yang selalu menangis karena dia mengetahui apa yang telah menimpa dirinya.” (Baca juga : Sang Suami Harus Cemburu pada Istrinya )
**
Doa-doa yang Dipanjatkan Sya'wanah
Itulah Sya’wanah, seorang pemohon abadi kepada Allah. Hal ini dibuktikan dengan doa-doa yang dipanjatkannya ketika beribadah. Inilah beberapa doa yang selalu dipanjatkannya:
“Ya Tuhanku, aku punya hati yang dipenuhi dengan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu dan mengharapkan belas kasihanmu juga.Engkau Maha Pemurah bagi seseorang yang tidak mengharapkan,yang mengabaikan atau bagi mereka yang merindukan tetapi tidak kesampaian.
“Ya Tuhanku, bila waktu kematian telah mendekatiku dan tidak ada perbuatan yang mampu membuatku dekat dengan-Mu,aku mohon atas kemuliaanMu, ampuni dosa-dosaku sebagaimana aku mengetahui bahwa tidak ada yang lebih baik pengampunannya selain pengampunanMu.Bila Engkau men jatuhkan hukuman,seseorang tidak akan mendapatkan sesuatu selain keadilan.
Sang pendakwah menjawab, “Tentu, jika engkau bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya, walaupun dosamu sebanyak dosa Sya’wanah.”
Sya’wanah berkata, “Wahai Syaikh, Sya’wanah (Yang Anda sebut tadi) adalah saya, yang setelah ini tidak akan lagi berbuat dosa.”
Sang pendakwah berkata, “Allah Subhanahu wa ta'ala adalah Zat Yang Maha Penyayang dari segala penyayang, tentu engkau akan diampuni jika mau bertaubat kepada-Nya dengan taubat yang sebenar-benarnya.”
Sya’wanah pun menangis dan kemudian memerdekakan seluruh budak perempuannya serta menyibukkan dirinya dalam beribadah. Ia bertekad untuk menebus dosa-dosanya sampai tubuhnya kurus dan tak berdaya lagi.
Suatu hari, ia memperlihatkan tubuhnya sendiri, dan menyadari bahwa tubuhnya itu telah kurus dan lemah. Ia berkata, “Ah…di dunia ini saja tubuhku telah meleleh (kurus) sedemikian rupa, lalu bagaimana keadaanku kelak di akhirat?.”
Kemudian Sya’wanah selalu menghabiskan malam-malamnya dengan salat dan bermunajat kepada Tuhannya, lalu menangis karena takut kepada Allah. Ia sering menangis sehingga membuat orang-orang merasa khawatir jika Sya’wanah mengalami kebutaan sebab terlalu sering menangis.
Banyak orang melecehkan sikapnya. Namun dengan tenang, ia menjawab, “Aku lebih senang jika harus buta di dunia karena terlalu sering menangis karena Allah Subhanahu wa ta'ala, daripada aku harus buta di akhirat nanti karena percikan api neraka. Barang siapa di antara kalian mampu menangis, maka menangislah. Tapi jika ia tidak bisa menangis, maka kasihilah orang yang selalu menangis karena dia mengetahui apa yang telah menimpa dirinya.” (Baca juga : Sang Suami Harus Cemburu pada Istrinya )
**
Doa-doa yang Dipanjatkan Sya'wanah
Itulah Sya’wanah, seorang pemohon abadi kepada Allah. Hal ini dibuktikan dengan doa-doa yang dipanjatkannya ketika beribadah. Inilah beberapa doa yang selalu dipanjatkannya:
“Ya Tuhanku, aku punya hati yang dipenuhi dengan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu dan mengharapkan belas kasihanmu juga.Engkau Maha Pemurah bagi seseorang yang tidak mengharapkan,yang mengabaikan atau bagi mereka yang merindukan tetapi tidak kesampaian.
“Ya Tuhanku, bila waktu kematian telah mendekatiku dan tidak ada perbuatan yang mampu membuatku dekat dengan-Mu,aku mohon atas kemuliaanMu, ampuni dosa-dosaku sebagaimana aku mengetahui bahwa tidak ada yang lebih baik pengampunannya selain pengampunanMu.Bila Engkau men jatuhkan hukuman,seseorang tidak akan mendapatkan sesuatu selain keadilan.
Lihat Juga :