Eropa Menjelajahi Samudra Berbekal Ilmu Astronomi dan Ilmu Falak yang Dikembangkan Islam
Rabu, 04 September 2024 - 05:49 WIB
loading...
A
A
A
Oleh sebab itu Raja Ferdinand dan Ratu Isabela mengirimkan armada kecil kepada Columbus karena tidak berani mengambil risiko kerugian yang besar hanya untuk memercayai ucapan Columbus.
Dampak dari pelayaran Columbus, Eropa menemukan benua baru yaitu Amerika. Penjelajahan samudra Bangsa Portugal dan Spanyol akhirnya diikuti oleh bangsa-bangsa di Eropa lainnya seperti Inggris, Prancis, Belanda, dan Jerman.
Keenam bangsa tersebut mencari rempah-rempah dan akhirnya mendirikan daerah koloni di tempat mereka berdagang. Mempunyai peradaban yang lebih baik dan juga lebih cerdas, bangsa-bangsa tersebut bersaing dalam mendirikan daerah koloni di seluruh dunia dan dimulailah penjajahan atas seluruh dunia.
Baca juga: 3 Teori Penemu Amerika Sebelum Columbus, dari Bangsa Viking hingga Cheng Ho
Sementara itu, Turki Usmani semakin menggebu-gebu menguasai Eropa ketika kerajaan-kerajaan di pantai barat Eropa justru berlomba-lomba menjelajah samudra; semata-mata karena kebijakan Turki Usmani sendiri.
Menurut Phillip K Hitti, Turki Usmani juga buta akan perkembangan senjata karena dinamika Revolusi Industri. Ketertinggalan mengenai peralatan militer membuat Turki Usmani harus mengakui kekalahannya melawan Eropa yang dimulai pada akhir abad ke-17.
Turki Usmani sebagai kekuatan yang berlandaskan Islam melawan Eropa yang mempunyai keyakinan Katolik, Protestan, dan Ortodoks. Tapi pertempuran Turki Usmani melawan Eropa bukan bermotif agama, namun lebih didominasi oleh kejayaan dan ekonomi.
Penjelajahan samudra juga alat penyebaran Kristen, baik Katolik maupun Protestan , ke seluruh dunia. “Gold, Glory, and Gospel” adalah slogan bangsa-bangsa Eropa dalam penjelajahan samudra. Sementara Islam berlayar di rute-rute yang telah mereka kenal tanpa mengambil risiko berlayar seperti yang orang-orang Eropa lakukan.
Jati Pamungkas mengatakan rute pelayaran Islam pada masa penjelajahan samudra merupakan rute-rute yang telah dikenal pada masa kuno, yaitu rute-rute dunia lama. Rute dunia lama merupakan alternatif jalur sutra melalui jalur laut yaitu Cina, Nusantara, India, Arab, pantai timur Afrika, dan Laut Mediterania .
Baca juga: 6 Penyebab Keruntuhan Kekaisaran Turki Utsmani
Dampak dari pelayaran Columbus, Eropa menemukan benua baru yaitu Amerika. Penjelajahan samudra Bangsa Portugal dan Spanyol akhirnya diikuti oleh bangsa-bangsa di Eropa lainnya seperti Inggris, Prancis, Belanda, dan Jerman.
Keenam bangsa tersebut mencari rempah-rempah dan akhirnya mendirikan daerah koloni di tempat mereka berdagang. Mempunyai peradaban yang lebih baik dan juga lebih cerdas, bangsa-bangsa tersebut bersaing dalam mendirikan daerah koloni di seluruh dunia dan dimulailah penjajahan atas seluruh dunia.
Baca juga: 3 Teori Penemu Amerika Sebelum Columbus, dari Bangsa Viking hingga Cheng Ho
Sementara itu, Turki Usmani semakin menggebu-gebu menguasai Eropa ketika kerajaan-kerajaan di pantai barat Eropa justru berlomba-lomba menjelajah samudra; semata-mata karena kebijakan Turki Usmani sendiri.
Menurut Phillip K Hitti, Turki Usmani juga buta akan perkembangan senjata karena dinamika Revolusi Industri. Ketertinggalan mengenai peralatan militer membuat Turki Usmani harus mengakui kekalahannya melawan Eropa yang dimulai pada akhir abad ke-17.
Turki Usmani sebagai kekuatan yang berlandaskan Islam melawan Eropa yang mempunyai keyakinan Katolik, Protestan, dan Ortodoks. Tapi pertempuran Turki Usmani melawan Eropa bukan bermotif agama, namun lebih didominasi oleh kejayaan dan ekonomi.
Penjelajahan samudra juga alat penyebaran Kristen, baik Katolik maupun Protestan , ke seluruh dunia. “Gold, Glory, and Gospel” adalah slogan bangsa-bangsa Eropa dalam penjelajahan samudra. Sementara Islam berlayar di rute-rute yang telah mereka kenal tanpa mengambil risiko berlayar seperti yang orang-orang Eropa lakukan.
Jati Pamungkas mengatakan rute pelayaran Islam pada masa penjelajahan samudra merupakan rute-rute yang telah dikenal pada masa kuno, yaitu rute-rute dunia lama. Rute dunia lama merupakan alternatif jalur sutra melalui jalur laut yaitu Cina, Nusantara, India, Arab, pantai timur Afrika, dan Laut Mediterania .
Baca juga: 6 Penyebab Keruntuhan Kekaisaran Turki Utsmani
(mhy)
Lihat Juga :