Pra-Islam: Kisah Quraisy Menjadi Suku yang Mendominasi Kehidupan Masyarakat Arab
Selasa, 10 September 2024 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kala Koreysh, Jejak Dakwah Islam Suku Quraisy di Rusia
Semenjak itu, suku Quraisy menjadi suku yang mendominasi kehidupan masyarakat Arab. Ada sepuluh jabatan tinggi yang dibagi-bagikan kepada kabilah-kabilah asal suku Quraisy ini.
Di antaranya adalah (1) Hijabah, penjaga kunci-kunci kakbah, (2) Siqayah, pengawas mata air Zamzam untuk dipergunakan oleh para penziarah, (3) Diyat, kekuasaan hakim sipil dan kriminal, (4) Sifarah, pengurus pajak untuk orang miskin, (5) Nadwah, jabatan ketua dewan, (6) Khaimunah, pengurus balai musyawarah, (7) Khazinah, jabatan adminstrasi keuangan, dan (8) Azlam, penjaga panah peramal untuk mengetahui pendapat dewa-dewa.
Dalam pada itu sudah menjadi kebiasaan bahwa anggota yang tertua mempunyai pengaruh paling besar dan memakai gelar Rais.
Suku Quraisy berkuasa di Makkah sampai datang agama Islam. Urusan pemerintahan dipegang anak Qushai berganti-ganti. Qushai digantikan anaknya Abdi Manaf bin Qushai.
Akan tetapi Abdi Manaf tidak secakap ayahnya. Hasyim bin Abdi Manaf menggantikan ayahnya memerintah di Makkah. Dia adalah seorang negarawan yang cakap. Dia melakukan usaha-usaha memperkembangkan ekonomi dalam pemerintahan Quraisy di Makkah.
Baca juga: Pra Islam: Ketika Orang-Orang Arab Menjadi Penyekat antara Romawi dan Persia
Beliau wafat tahun 510 M. dan digantikan oleh saudaranya Al-Muthalib. Al-Muthalib berusaha mencari anak Hasyim yang tinggal di Yatsrib untuk dipersiapkan menduduki jabatan kepala pemerintahan Quraisy di Makkah.
Al-Muthalib wafat ada tahun 520 M dan kedudukannya digantikan oleh Abdul Muthalib bin Hasyim , namun tidak disetujui oleh Naufal saudara al-Muthalib. Abdul Muthalib terpaksa mencari bantuan ke Yatsrib sebanyak 80 orang pemuda untuk mendukung pemerintahannya.
Semenjak itu, suku Quraisy menjadi suku yang mendominasi kehidupan masyarakat Arab. Ada sepuluh jabatan tinggi yang dibagi-bagikan kepada kabilah-kabilah asal suku Quraisy ini.
Di antaranya adalah (1) Hijabah, penjaga kunci-kunci kakbah, (2) Siqayah, pengawas mata air Zamzam untuk dipergunakan oleh para penziarah, (3) Diyat, kekuasaan hakim sipil dan kriminal, (4) Sifarah, pengurus pajak untuk orang miskin, (5) Nadwah, jabatan ketua dewan, (6) Khaimunah, pengurus balai musyawarah, (7) Khazinah, jabatan adminstrasi keuangan, dan (8) Azlam, penjaga panah peramal untuk mengetahui pendapat dewa-dewa.
Dalam pada itu sudah menjadi kebiasaan bahwa anggota yang tertua mempunyai pengaruh paling besar dan memakai gelar Rais.
Suku Quraisy berkuasa di Makkah sampai datang agama Islam. Urusan pemerintahan dipegang anak Qushai berganti-ganti. Qushai digantikan anaknya Abdi Manaf bin Qushai.
Akan tetapi Abdi Manaf tidak secakap ayahnya. Hasyim bin Abdi Manaf menggantikan ayahnya memerintah di Makkah. Dia adalah seorang negarawan yang cakap. Dia melakukan usaha-usaha memperkembangkan ekonomi dalam pemerintahan Quraisy di Makkah.
Baca juga: Pra Islam: Ketika Orang-Orang Arab Menjadi Penyekat antara Romawi dan Persia
Beliau wafat tahun 510 M. dan digantikan oleh saudaranya Al-Muthalib. Al-Muthalib berusaha mencari anak Hasyim yang tinggal di Yatsrib untuk dipersiapkan menduduki jabatan kepala pemerintahan Quraisy di Makkah.
Al-Muthalib wafat ada tahun 520 M dan kedudukannya digantikan oleh Abdul Muthalib bin Hasyim , namun tidak disetujui oleh Naufal saudara al-Muthalib. Abdul Muthalib terpaksa mencari bantuan ke Yatsrib sebanyak 80 orang pemuda untuk mendukung pemerintahannya.
(mhy)
Lihat Juga :