alexametrics

Jika Urusan Diserahkan kepada yang Bukan Ahlinya, Ini Ancamannya

loading...
Jika Urusan Diserahkan kepada yang Bukan Ahlinya, Ini Ancamannya
Kehancuraan akan terjadi apabila satu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. Foto Ilustrasi/Dok hidayatullah
Manusia hadir ke muka bumi telah diserahkan amanah sebagai khalifah untuk membangun dan memelihara kehidupan di dunia berdasarkan aturan Allah Ta'ala. Tidak sedikit manusia mengaku beriman, tetapi tatkala memiliki wewenang kepemimpinan justru mengabaikan hukum Allah Ta'ala.

Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (QS Al-Ahzab: 72).

Habib Quraisy Baharun (pimpinan Ponpes As-Shidqu Kuningan) pernah mengulas ancaman bagi yang menyerahkan urusan kepada yang bukan ahlinya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam (SAW): "Jika amanah telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Ada seorang sahabat bertanya: 'Bagaimana maksud amanah disia-siakan?' Nabi menjawab: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu." (HR Al-Bukhari)



Sungguh benarlah ucapan Rasulullah SAW di atas. "Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Amanah yang paling pertama dan utama bagi manusia ialah amanah ketaatan kepada Allah, pencipta, pemilik, pemelihara dan penguasa alam semesta dengan segenap isinya.

Amanat ketaatan ini sedemikian beratnya sehingga makhluk-makhluk besar seperti langit, bumi dan gunung saja enggan memikulnya karena khawatir akan mengkhianatinya. Kemudian ketika ditawarkan kepada manusia, amanat itu diterima. Sehingga dengan tegas Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh."

Sungguh benar firman Allah Ta'ala. Pada umumnya manusia amat zalim dan amat bodoh. Sebab tidak sedikit manusia yang dengan terang-terangan mengkhianati amanat ketaatan itu.

Apalagi belakangan banyak musibah terjadi di negeri kita yang berpenduduk muslim terbanyak di dunia. Lalu bagaimana hubungan antara musibah dengan pengabaian hukum Allah? Simaklah firman Allah Ta'ala berikut:

"Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik." (QS Al-Maidah 49)

"Marilah kita dekatkan diri kepada Allah, jangan melakukan kerusakan dan kezaliman di muka bumi. Di zaman ini banyak orang menjauh dari syariat dan sedikit memperingatkan umat akan bahaya mengabaikan hukum Allah," kata Habib Qaraisy.
(rhs)
cover top ayah
وَاٰتٰٮكُمۡ مِّنۡ كُلِّ مَا سَاَلۡـتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَتَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَا ؕ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَـظَلُوۡمٌ كَفَّارٌ
Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

(QS. Ibrahim:34)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak