Keutamaan Zikir Tasbih, Tahmid dan Takbir 33 Kali

loading...
Keutamaan Zikir Tasbih, Tahmid dan Takbir 33 Kali
Zikir tasbih, tahmid dan tahlil 33 kali selalu dibaca setiap selesai salat karena merupakan sunnah Nabi. Foto ilustrasi/Ist
Setiap muslim pasti tak asing dengan kalimat zikir yang satu ini. Zikir ini selalu dibaca setiap selesai salat karena merupakan anjuran (sunnah) Nabi صلى الله عليه وسلم . Amalan tersebut adalah tasbih, tahmid dan takbir, yang masing-masing dibaca 33 kali.

Tasbih berarti mensucikan Allah dari sifat-sifat makhluk-Nya. Sementara tahmid yaitu memuji Allah, Tuhan semesta alam. Dan takbir adalah mengagungkan kebesaran Allah Ta'ala. Allah berfirman dalam Al-Quran: "Hai orang-orang yang beriman! berzikirlah (mengingat) kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang." (Surah Al-Ahzaab: 41-42). (Baca Juga: Ibarat Air Bagi Ikan, Zikir Adalah Nutrisi Bagi Hati)

Berikut fadhillah (keutamaan) zikir tersebut sebagaimana disampaikan Al-Habib Quraisy Baharun. Beliau menukil slah satu hadis, Nabi bersabda: "Barangsiapa bertasbih sebanyak 33 kali, bertakbir tiga 33 kali, dan bertahmid 33 tiga kali, kemudian mengucapkan: Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli sya'in qadir, setiap selesai salat, maka akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan." (HR Imam Ahmad, Ad-Darimi, Malik)

Ketiga zikir ini pernah diajarkan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم kepada putrinya, Sayyidah Fathimah radhiyallahu 'anha. Sayyidina Ali bin Abi Thalib menceritakan, pada suatu hari Fathimah datang menemui Nabi صلى الله عليه وسلم. Namun Nabi tidak ada di tempat, dan ia hanya mendapatkan Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha.



Saat itu Fathimah ingin meminta pembantu karena ia mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم mendapatkan tawanan. Sudah beberapa hari Fathimah merasa kelelahan dan tangannya sakit akibat menumbuk dan menggiling tepung. Dengan meminta seorang pembantu diharapkan bisa meringankan segala pekerjaannya.

Malam harinya Rasulullah datang menemui Fathimah dan suaminya, Ali bin Abi Thalib hendak berbaring tidur. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata kepada Fatimah dan Ali: "Maukah kalian berdua aku ajarkan perkara yang lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian telah berada di tempat tidur bacalah takbir 33 kali, tasbih 33 kali dan tahmid 33 kali. Itu semua lebih baik buat kalian dari pada seorang pembantu." (HR Al-Bukhari). (Baca Juga: 99 Asmaul Husna dan Artinya, Siapa yang Menghafalnya Diganjar Surga )

Dalam hadis lain disebutkan. Pernah datang sekelompok orang miskin mengadu kepada Nabi صلى الله عليه وسلم . Mereka mengadu karena orang-orang kaya dengan hartanya bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Orang kaya dapat melaksankan salat, seperti juga orang miskin melakukannya. Orang kaya berpuasa, orang miskin juga berpuasa. Namun, orang-orang kaya memiliki kelebihan disebabkan hartanya sehingga dapat menunaikan ibadah haji dan umrah, juga dapat bersedekah dan berjihad.

Mendengar hal itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Maukah aku sampaikan kepada kalian amalan yang dapat melampaui derajat orang kaya dan tidak ada yang mengalahkan derajat kalian sehingga menjadi yang terbaik di antara kalian dan mereka, kecuali mengerjakan amalan berikut, yaitu, kalian baca tasbih, tahmid, takbir setiap selesai shalat sebanyak 33 kali..." (HR Al-Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa ketiga kalimat tersebut merupakan salah satu cara untuk bersedekah sebagaimana aduan orang-orang miskin tentang orang kaya yang bisa mendermakan hartanya. Sabda Nabi: "Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, takbir adalah sedekah, tahmid adalah sedekah dan tahlil adalah sedekah." (HR Muslim)

"Dari hadis ini dapat kita ambil hikmah. Betapa banyak sekali keutamaan membaca tasbih, tahmid dan takbir. Dengan cara banyak berzikir , akan timbul rasa takut kepada Allah dan buahnya kita bisa menjalankan semua perintah dan larangan Allah. Maka, seyogyanya kita mendawamkan amalan dari Rasulullah ini dan berharap mendapatkan keberkahan hidup," jelas Habib Qurisy Baharun yang juga pengsuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawaba Barat. (Baca Juga: Zikir Ringan Namun Berat di Timbangan, Yuk Amalkan! )

(Baca Juga: Januari-Oktober 2020, BNPB: 2.162 Bencana dan 4,4 Juta Orang Terdampak )

Wallahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلۡفُقَرَآءِ وَالۡمَسٰكِيۡنِ وَالۡعٰمِلِيۡنَ عَلَيۡهَا وَالۡمُؤَلَّـفَةِ قُلُوۡبُهُمۡ وَفِى الرِّقَابِ وَالۡغٰرِمِيۡنَ وَفِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ وَابۡنِ السَّبِيۡلِ‌ؕ فَرِيۡضَةً مِّنَ اللّٰهِ‌ؕ وَاللّٰهُ عَلِيۡمٌ حَكِيۡمٌ
Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

(QS. At-Taubah:60)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video