Khalid bin Walid dan Terbunuhnya Nabi Palsu Musailamah di Kebun Maut

Jum'at, 28 Agustus 2020 - 13:40 WIB
loading...
Khalid bin Walid dan...
Ilustrasi/Ist
A A A
MUSAILAMAH lari dan berteriak memanggil-manggil pasukannya: "Hai Banu Hanifah! Kebun, kebun!" Maksudnya supaya mereka berlindung ke dalam kebun yang tidak jauh dari mereka. Kebun milik Musailamah ini cukup luas, dikelilingi tembok-tembok yang kukuh seolah seperti benteng. Kebun ini yang mendapat sebutan "Kebun ar-Rahman" (Hadiqatur-Rahman). (Baca juga: Meletusnya Perang Yamamah, Khalid Bin Walid dan Para Syuhada yang Bertumbangan )

Mereka lari ke tempat itu dan menyelamatkan diri dari kehancuran setelah ribuan orang jatuh bergelimpangan ke tanah ditebas oleh pedang Muslimin.

Muhammad Husain Haekal dalam As-Siddiq Abu Bakr mengisahkan sementara mereka berlarian itu Muhakkam dan anak buahnya berdiri memberikan perlindungan dari belakang. Ketika itu, saat ia berusaha merintangi pasukan Muslimin sambil mengerahkan anak buahnya agar bertahan, dan bersama-sama bertempur sekuat tenaga dengan mereka untuk membentengi kaumnya itu, ketika itu juga Abdur-Rahman putra Abu Bakar as-Siddiq melepaskan anak panahnya yang tepat mengenai tenggorokannya. Orang itu pun mati.

Musailamah dan pengikut-pengikutnya akhirnya bertahan dalam kebun. Angkatan perang muslim menghendaki kemenangan yang sempurna, kemenangan yang lebih cepat. (Baca juga: Khalid bin Walid, Peristiwa Yamamah, dan Detik-Detik Menentukan dalam Sejarah Islam )

Oleh karena itu mereka mengelilingi kebun itu mencari-cari celah untuk membuka gerbang yang begitu kuat. Upaya ini tak berhasil.

Saat itu Bara' bin Malik berkata: "Saudara-saudara Muslimin, lemparkan aku ke tengah-tengah mereka dalam kebun!"

Tetapi yang lain menjawab: "Jangan!" Apa pula yang akan dilakukan Bara' seorang diri di tengah-tengah ribuan orang yang sedang mencari perlindungan dari maut dalam kebun itu! (Baca juga: Musailamah, Nabi Palsu yang Perkasa karena Didukung Seorang Ahli Al-Qur’an )

Hanya saja, Bara' tetap mendesak dan menambahkan: "Tidak, lemparkanlah aku ke tengah-tengah mereka." Kemudian mereka mengusungnya ke atas tembok itu. Tetapi setelah dilihatnya begitu banyak orang di dalamnya, ia malah ragu dan mau mundur seraya berkata: "Turunkan aku," tetapi segera katanya lagi: "Usunglah aku!" (Baca juga: Kontroversi Khalid bin Walid dan Betis Indah Si Cantik Laila )

Berkali-kali ia berkata begitu. Kemudian ia berdiri di atas tembok. Hatinya berkata: — Ini pahlawan Bara', yang segala sepak terjangnya sudah menjadi buah bibir di seluruh Semenanjung. Ya, kalau dia mundur, orang akan mengatakan: Punya kemauan tapi tidak berbuat. Kemasyhurannya sebagai pahlawan akan lenyap. Tadinya sudah maju lalu mundur, akan jadi bahan ejekan orang. Kalau itu terjadi, tak ada artinya dia. Akan dikemanakan mukanya! (Baca juga: Kasus Khalid tentang Laila, Membaca Sikap Umar dengan Khalifah Abu Bakar )

Oleh karenanya, dibuangnya keraguan itu lalu ia melemparkan diri ke depan pintu kebun Banu Hanifah itu. Ia menyerang mereka kanan kiri sampai berhasil membuka pintu kebun untuk pasukan Muslimin, yang kemudian masuk menyerbu ke dalam dengan pedang terhunus di tangan. Maut sudah membayang di biji mata. (Baca juga: Pertaruhan Besar Khalid bin Walid dalam Perang Yamamah )

Begitu anggota-anggota keluarga Banu Hanifah itu melihat pasukan Muslimin, mereka kabur berlarian dalam kebun yang sudah berubah menjadi sebuah penjara, seperti kambing yang kabur berlarian begitu melihat jagal datang membawa pisau. Muslimin menyerbu kebun. Ini menurut satu sumber.

Tetapi sumber lain, menurut Haekal, menyebutkan bahwa pasukan Muslimin ramai-ramai memanjat tembok kebun itu dan berusaha menyerbu ke pintu. Barangkali Bara' termasuk salah seorang pemanjat tembok yang terdekat ke pintu, dan ketika terjun ke dalam kebun dialah yang membukakan pintu buat pasukan Muslimin setelah ia bertempur melawan siapa saja yang ada dalam kebun itu. (Baca juga: Soal Si Cantik Laila, Begini Kemarahan Umar Bin Khattab kepada Khalid Bin Walid )

Peristiwa itu terjadi ketika orang-orang yang berlindung dalam kebun itu sedang sibuk menghadapi lawan yang menghujani mereka dengan panah dari atas tembok.

Pasukan Muslimin menyerbu kebun itu dan langsung menyerang musuh. Pedang-pedang Banu Hanifah itu justru terhambat oleh pepohonan di sekitar mereka. Sungguhpun begitu tidak mengurangi sengitnya pertempuran. Korban tidak sedikit di kedua belah pihak, meskipun di pihak Banu Hanifah dua kali lebih banyak. (Baca juga: Cinta Bersemi Dua Sejoli Nabi Palsu di Yamamah )

Tombak Wahsyi
Setelah perang Uhud dulu Wahsyi sudah masuk Islam. Orang asal Abisinia inilah yang dulu membunuh Hamzah, bapak syuhada dalam perang Uhud itu. Dalam perang Yamamah ini ia juga ikut serta. Tatkala dilihatnya Musailamah di kebun itu, diayunkannya tombaknya, dan bila sudah terasa pas, dibidikkannya kepada Musailamah. Bidikannya itu tidak meleset. Bersamaan dengan itu ada orang Ansar yang juga ikut menghantam Musailamah dengan pedangnya. Karena itulah Wahsyi berkata: "Hanya Allah yang tahu siapa di antara kita yang telah membunuhnya."

Baca juga: Klaim Gerakan Moral, KAMI Inkonsisten Jika Berubah Jadi Parpol

Ketika itu ada seseorang berteriak: "Yang membunuhnya seorang budak hitam." Semangat Banu Hanifah reda setelah mendengar teriakan bahwa Musailamah sudah terbunuh. Mereka menyerah tanpa mengadakan perlawanan lagi. Muslimin terus menghantam mereka.

Pada masa itu tanah Arab belum pernah mengalami pertumpahan darah sehebat pertempuran di Yamamah itu. Itu sebabnya "Kebun Rahman" ini kemudian diberi nama "Kebun Maut." Dan nama inilah yang terus dipakai dalam buku-buku sejarah.

Selesai pertempuran, atas permintaan Khalid bin Walid , Mujja'ah dibawa dari kemahnya. Dimintanya ia menunjukkan mayat Musailamah. Sementara sedang memeriksa mayat-mayat itu, mereka melalui mayat Muhakkam — Muhakkam ini berwajah tampan. Setelah Khalid melihatnya ia bertanya kepada Mujja'ah: “Dia ini kawanmu itu?”

"Bukan," jawab Mujja'ah. "Orang ini lebih baik dan lebih terhormat dari dia. Ini Muhakkam."

Baca juga: Data Valid Subsidi Gaji Rp2,4 Juta Baru 10,8 Juta Pekerja

Mujja'ah dan Khalid memasuki Kebun Maut itu. Mereka lalu di depan mayat Ruwaijil Usaifir Ukhainas itu. "Inilah orangnya. Kalian sekarang sudah bebas dari dia," kata Mujja'ah. "Orang inilah yang telah berbuat sekehendak hatinya terhadap kalian," sambung Khalid.

Malapetaka yang ditimbulkan Musailamah itu kini sudah berakhir dan sudah dicerabut dari akarnya. Angkatan bersenjatanya pun telah dikikis habis.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Karomah Khalid bin Walid,...
Karomah Khalid bin Walid, Si Pedang Allah yang Tak Mempan Diracun
Jejak Hormuz dan Khalid...
Jejak Hormuz dan Khalid bin Walid: Dari Duel Maut hingga Gerbang Penaklukan Persia
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Si Pendusta alias Nabi Palsu
Kemunculan Nabi Palsu...
Kemunculan Nabi Palsu Telah Disabdakan Nabi Muhammad SAW
Nabi-nabi Palsu Bermunculan,...
Nabi-nabi Palsu Bermunculan, Bagaimana Umat Islam Harus Bersikap?
Kisah Perpecahan Ahmadiyah:...
Kisah Perpecahan Ahmadiyah: Berpusat Pada Masalah Akidah
Rekomendasi
Jika Tak Segera Ditangani,...
Jika Tak Segera Ditangani, Gelombang Panas Mematikan Akan Melanda Asia Selatan
Dinosaurus yang Pernah...
Dinosaurus yang Pernah Kuasai Asia Tenggara Ditemukan, Begini Wujudnya
NASA Laporkan Gunung...
NASA Laporkan Gunung Berapi Bawah Laut Teraktif di Dunia Keluarkan Gelembung
Artikel Terkini
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved