5 Fakta Penyerangan Israel Terhadap Pasukan TNI Bertugas di PBB, 2 Orang Terluka Akibat dari Konfrontasi Tersebut
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 13:01 WIB
loading...
Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon mendapat serangan penembakan dari tentara Israel sehingga mengakibatkan 2 anggota penjaga kedamaian terluka. Foto reuters
A
A
A
Pada hari Jumat tanggal 11 Oktober 2024, pasukan Israel diketahui “terus-menerus” menembak terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Penembakan tersebut mengakibatkan 2 terluka anggota penjaga kedamaian.
Aksi konfrontasi dari Israel tersebut mengakibatkan reaksi internasional yang khawatir dan cemas. Alhasil dari aksi yang dilakukan oleh pasukan Israel , Apa saja yang terjadi dan bagaimana reaksi PBB dan Indonesia terhadap penyerangan tersebut.
Pasukan tersebut didirikan pada tahun 1978 dari hasil Resolusi Dewan Keamanan PBB 425 dan 426.
Tujuan dari pasukan tersebut didirikan yaitu untuk memantau penghentian permusuhan dan membantu memastikan akses kemanusiaan kepada penduduk sipil.
Penyerangan Israel terhadap UNIFIL tersebut terjadi pada hari kamis kemarin saat tank milik Israel menembak ke arah penjaga perdamaian tersebut yang mengakibatkan terlukanya kedua penjaga perdamaian.
Penyerangan tersebut terjadi di menara penjaga PBB di perbatasan kota Naqoura. Luka yang dialami oleh kedua penjaga kedamaian untuk saat ini tidak fatal dan telah dirawat ke rumah sakit terdekat.
Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix menjelaskan bahwa permusuhan antara Israel dengan kelompok militan Hizbullah “Semakin mengkhawatirkan” dan “Mengancam keamanan Pasukan Perdamaian PBB”.
“Keamanan dan keselamatan pasukan penjaga perdamaian kini semakin terancam,” kata Lacroix.
Dijelaskan bahwa aksi oleh Israel tersebut yang mengakibatkan terancamnya keamanan Penjaga Perdamaian UNIFIL terjadi Karena aksi ekspansi penyerangan Israel ke Lebanon.
Juru Bicara UNIFIL, Andrea Teneti mengatakan bahwa konfrontasi tersebut merupakan pengembangan yang “Sangat serius”
Aksi konfrontasi dari Israel tersebut mengakibatkan reaksi internasional yang khawatir dan cemas. Alhasil dari aksi yang dilakukan oleh pasukan Israel , Apa saja yang terjadi dan bagaimana reaksi PBB dan Indonesia terhadap penyerangan tersebut.
5 Fakta Penyerangan Israel Terhadap TNI PBB
1. Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL
Israel melakukan konfrontasi tersebut terhadap pasukan penjaga perdamaian milik UNIFIL. secara singkat, UNIFIL atau United Nation Interim Force in Lebanon adalah pasukan penjaga kedamaian milik PBB yang diposisikan di Lebanon.Pasukan tersebut didirikan pada tahun 1978 dari hasil Resolusi Dewan Keamanan PBB 425 dan 426.
Tujuan dari pasukan tersebut didirikan yaitu untuk memantau penghentian permusuhan dan membantu memastikan akses kemanusiaan kepada penduduk sipil.
Penyerangan Israel terhadap UNIFIL tersebut terjadi pada hari kamis kemarin saat tank milik Israel menembak ke arah penjaga perdamaian tersebut yang mengakibatkan terlukanya kedua penjaga perdamaian.
Penyerangan tersebut terjadi di menara penjaga PBB di perbatasan kota Naqoura. Luka yang dialami oleh kedua penjaga kedamaian untuk saat ini tidak fatal dan telah dirawat ke rumah sakit terdekat.
2. Pejabat PBB Menyatakan Penjaga Kedamaian PBB Dalam Bahaya
Diringkas dalam briefing Dewan Keamanan PBB di hari yang sama saat terjadi konfrontasi tersebut.Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix menjelaskan bahwa permusuhan antara Israel dengan kelompok militan Hizbullah “Semakin mengkhawatirkan” dan “Mengancam keamanan Pasukan Perdamaian PBB”.
“Keamanan dan keselamatan pasukan penjaga perdamaian kini semakin terancam,” kata Lacroix.
Dijelaskan bahwa aksi oleh Israel tersebut yang mengakibatkan terancamnya keamanan Penjaga Perdamaian UNIFIL terjadi Karena aksi ekspansi penyerangan Israel ke Lebanon.
3. Reaksi dari UNIFIL dan Dunia
Selain pernyataan dari Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jeane-Pierre Lacroix. Adapun reaksi dari UNIFIL sendiri serta negara-negara di dunia.Juru Bicara UNIFIL, Andrea Teneti mengatakan bahwa konfrontasi tersebut merupakan pengembangan yang “Sangat serius”
Lihat Juga :