Wafatnya Umar bin Khattab dan Kisah Penaklukan Azerbaijan
Minggu, 13 Oktober 2024 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Haekal, karenanya di masa Umar sendiri tidak jarang terjadi pembangkangan daerah dengan menolak membayar jizyah dan menjauhkan diri dari pihak Arab dengan berlindung di benteng-benteng itu, sehingga Umar mengirimkan kekuatan ke sana untuk menundukkan mereka kembali.
Baca juga: Penaklukan Fasa dan Darabgird: Kisah Mimpi dan Karamah Khalifah Umar bin Khattab
Akan tetapi tak ada anggota pasukan yang ditinggalkan untuk menjaga ketertiban dan mengharuskan mereka menghormati perjanjian itu, karena meluasnya daerah Kedaulatan yang begitu cepat, sehingga pasukan harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Di samping itu, kalau angkatan bersenjata yang ditinggalkan di negeri-negeri yang baru dibebaskan itu jumlahnya kecil, dikhawatirkan akan terjadi perlawanan yang dapat mengalahkannya. Ini akan membawa pengaruh buruk, suatu hal yang samasekali tidak diinginkan. Sungguhpun begitu,Khalifah Umarselalu mampu menggagalkan para pembangkang itu dan menjatuhkan hukuman kepada mereka untuk dijadikan contoh bagi yang lain.
Pembebasan Azerbaijan
Daerah Azerbaijan dan sekitarnya dari arah barat, ialah yang terakhir ditaklukkan oleh pihak Muslimin di kawasan Persia pada masa Umar. Letak Azerbaijan ke arah barat daya dari Laut Kaspia tanah pegunungan yang ketinggiannya dari permukaan laut sekitar 1500 meter, dengan puncak-puncak gunung ada yang mencapai 4000 meter.
Ketika dimasuki pasukan Muslimin di tempat ini terdapat banyak sekali tempat penyembahan api. Kawasan ini ditaklukkan oleh Utbah bin Farqad, yang kemudian mengadakan persetujuan dengan pihak Azerbaijan dengan izin Huzaifah bin Yaman.
Baca juga: Kisah Umar Bin Khattab dan Unta yang Disewanya
Untuk mereka dibuatkan jaminan tertulis mengenai keamanan di dataran, di pegunungan, mengenai upacara-upacara keagamaan mereka serta masyarakatnya, mengenai jiwa dan harta benda mereka, segala keyakinan mereka, dengan syarat mereka membayar jizyah sesuai dengan kemampuan.
Dari Azerbaijan ini penaklukan meluas ke Bab dan ke Mauqan. Sesudah kedua kota itu ditaklukkan oleh pihak Muslimin, Abdur-Rahman bin Rabi'ah berpindah, untuk kemudian menyerang Turki yang bertetangga.
Baca juga: Penaklukan Fasa dan Darabgird: Kisah Mimpi dan Karamah Khalifah Umar bin Khattab
Akan tetapi tak ada anggota pasukan yang ditinggalkan untuk menjaga ketertiban dan mengharuskan mereka menghormati perjanjian itu, karena meluasnya daerah Kedaulatan yang begitu cepat, sehingga pasukan harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Di samping itu, kalau angkatan bersenjata yang ditinggalkan di negeri-negeri yang baru dibebaskan itu jumlahnya kecil, dikhawatirkan akan terjadi perlawanan yang dapat mengalahkannya. Ini akan membawa pengaruh buruk, suatu hal yang samasekali tidak diinginkan. Sungguhpun begitu,Khalifah Umarselalu mampu menggagalkan para pembangkang itu dan menjatuhkan hukuman kepada mereka untuk dijadikan contoh bagi yang lain.
Pembebasan Azerbaijan
Daerah Azerbaijan dan sekitarnya dari arah barat, ialah yang terakhir ditaklukkan oleh pihak Muslimin di kawasan Persia pada masa Umar. Letak Azerbaijan ke arah barat daya dari Laut Kaspia tanah pegunungan yang ketinggiannya dari permukaan laut sekitar 1500 meter, dengan puncak-puncak gunung ada yang mencapai 4000 meter.
Ketika dimasuki pasukan Muslimin di tempat ini terdapat banyak sekali tempat penyembahan api. Kawasan ini ditaklukkan oleh Utbah bin Farqad, yang kemudian mengadakan persetujuan dengan pihak Azerbaijan dengan izin Huzaifah bin Yaman.
Baca juga: Kisah Umar Bin Khattab dan Unta yang Disewanya
Untuk mereka dibuatkan jaminan tertulis mengenai keamanan di dataran, di pegunungan, mengenai upacara-upacara keagamaan mereka serta masyarakatnya, mengenai jiwa dan harta benda mereka, segala keyakinan mereka, dengan syarat mereka membayar jizyah sesuai dengan kemampuan.
Dari Azerbaijan ini penaklukan meluas ke Bab dan ke Mauqan. Sesudah kedua kota itu ditaklukkan oleh pihak Muslimin, Abdur-Rahman bin Rabi'ah berpindah, untuk kemudian menyerang Turki yang bertetangga.
Lihat Juga :