Syahidnya Yahya Sinwar: Mengenang As-Samah yang Gugur dalam Pertempuran Toulouse
Senin, 21 Oktober 2024 - 18:00 WIB
loading...
Tatkala dua kubu telah berhadap-hadapan, terbayang oleh orang-orang seakan gunung tengah berhadapan dengan gunung. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Syahidnya Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar , dalam baku tembak dengan tentara Zionis Israel mengingatkan kita akan peristiwa masa Tabiin . Kala itu, sejumlah pahlawan Islam juga syahid dalam membebaskan sejumlah wilayah dari kekufuran.
"Sinwar naik terus maju dan tidak mundur, terlibat di garis depan, bergerak di antara posisi tempur," kata Khalil al-Hayya, kepala cabang Hamas di Gaza saat mengumumkan syahidnya pahlawan Islam itu.
Pada era kekhalifahan Umayyah , banyak pahlawan Islam yang gagah berani syahid di medan pertempuran. Sebut saja As-Samah bin Malik al-Khaulani. Dia adalah gubernur kelima provinsi al-Andalus pada masa Kekhalifahan Umayyah.
Ia diangkat pada tahun 100 H (719 M) oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz menggantikan Al-Hurr bin Abdurrahman Ats-Tsaqafi. As-Samah adalah gubernur Al-Andalus pertama yang ditunjuk secara langsung oleh khalifah di Damaskus. Al-Andalus sebelumnya adalah provinsi bawahan Ifriqiyah dan seorang gubernur Ifriqiyah mengangkat gubernur Al-Andalus sesuai yang dia inginkan.
Baca juga: Syahidnya Yahya Sinwar: Mengingat Pelopor Pasukan Berani Mati Ikrimah bin Abu Jahal
Sejarawan Ibnu al-Quthiyyah dalam bukunya berjudul "Tarikh Iftitah Al-Andalus" menyatakan bahwa Khalifah Umar bin Abdul Aziz mempercayakan As-Samah untuk mengevakuasi umat Islam dari Al-Andalus karena takut akan nyawa mereka. Namun, ketika As-Samah datang ke Al-Andalus dan mengetahui kondisinya, ia meyakinkan khalifah akan kekuatan situasi umat Islam di Al-Andalus.
“Masih adakah generasi tabi’in senior di sini?” tanya As-Samah bin Malik al-Khaulani, usai dirinya diangkat menjadi gubernur yang bertanggung jawab atas seluruh Andalusia (sekarang Spanyol dan Portugal) dan beberapa kota yang telah ditaklukkannya di Prancis .
Ia bermaksud mencari sahabat-sahabat baik yang bisa membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Masih, di sini masih ada seorang tabi’in utama bernama Abdurrahman al-Ghafiqi ,” jawab sejumlah orang sembari memuji ilmu dan keahlian tabi’in tersebut tentang hadis-hadis Nabi SAW, perannya dalam jihad, kerinduannya akan syahadah fi sabillah dan zuhud terhadap kesenangan dunia. Beliau juga berguru kepada sahabat utama, Abdullah bin Umar bin Khattab yang ilmu dan perilakunya sangat mirip dengan ayahnya.
Baca juga: Syahidnya Yahya Sinwar: Ingat 3 Sahabat Nabi, Bertempur Habis-habisan sampai Napas Terakhir
"Sinwar naik terus maju dan tidak mundur, terlibat di garis depan, bergerak di antara posisi tempur," kata Khalil al-Hayya, kepala cabang Hamas di Gaza saat mengumumkan syahidnya pahlawan Islam itu.
Pada era kekhalifahan Umayyah , banyak pahlawan Islam yang gagah berani syahid di medan pertempuran. Sebut saja As-Samah bin Malik al-Khaulani. Dia adalah gubernur kelima provinsi al-Andalus pada masa Kekhalifahan Umayyah.
Ia diangkat pada tahun 100 H (719 M) oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz menggantikan Al-Hurr bin Abdurrahman Ats-Tsaqafi. As-Samah adalah gubernur Al-Andalus pertama yang ditunjuk secara langsung oleh khalifah di Damaskus. Al-Andalus sebelumnya adalah provinsi bawahan Ifriqiyah dan seorang gubernur Ifriqiyah mengangkat gubernur Al-Andalus sesuai yang dia inginkan.
Baca juga: Syahidnya Yahya Sinwar: Mengingat Pelopor Pasukan Berani Mati Ikrimah bin Abu Jahal
Sejarawan Ibnu al-Quthiyyah dalam bukunya berjudul "Tarikh Iftitah Al-Andalus" menyatakan bahwa Khalifah Umar bin Abdul Aziz mempercayakan As-Samah untuk mengevakuasi umat Islam dari Al-Andalus karena takut akan nyawa mereka. Namun, ketika As-Samah datang ke Al-Andalus dan mengetahui kondisinya, ia meyakinkan khalifah akan kekuatan situasi umat Islam di Al-Andalus.
“Masih adakah generasi tabi’in senior di sini?” tanya As-Samah bin Malik al-Khaulani, usai dirinya diangkat menjadi gubernur yang bertanggung jawab atas seluruh Andalusia (sekarang Spanyol dan Portugal) dan beberapa kota yang telah ditaklukkannya di Prancis .
Ia bermaksud mencari sahabat-sahabat baik yang bisa membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Masih, di sini masih ada seorang tabi’in utama bernama Abdurrahman al-Ghafiqi ,” jawab sejumlah orang sembari memuji ilmu dan keahlian tabi’in tersebut tentang hadis-hadis Nabi SAW, perannya dalam jihad, kerinduannya akan syahadah fi sabillah dan zuhud terhadap kesenangan dunia. Beliau juga berguru kepada sahabat utama, Abdullah bin Umar bin Khattab yang ilmu dan perilakunya sangat mirip dengan ayahnya.
Baca juga: Syahidnya Yahya Sinwar: Ingat 3 Sahabat Nabi, Bertempur Habis-habisan sampai Napas Terakhir
Lihat Juga :