Kisah Pertempuran Laut: Romawi Kerahkan 600 Kapal Dikalahkan Muslim dengan 200 Kapal
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 10 Prestasi Muawiyah, Salah Satunya Membangun Armada Laut Pertama dalam Islam
Ketika itu gelombang laut menggeser kapal-kapal kedua armada itu ke pantai. Mayat-mayat terhempas ke dalam pasir dan digulung luapan air, kemudian menampakkan mereka kembali, yang sementara itu sudah bercampur dengan darah sehingga warnanya berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Kedua pihak, pasukan Romawi dan pasukan Muslimin bertempur mati-matian demikian hebatnya, yang belum ada tolok bandingnya, sehingga begitu banyak korban mati di kedua pihak. Orang yang pernah menyaksikan peristiwa itu bercerita:
"Saya melihat pantai yang dihantam ombak itu permukaannya sudah seperti anak bukit yang besar oleh timbunan mayat-mayat, darah sudah mengalahkan air. Ketika itu orang menahan diri demikian rupa, yang belum mereka alami di medan perang mana pun."
Dalam pada itu Konstantin sendiri mengalami luka-luka sehingga ia sudah tak berdaya lagi, semangatnya pun sudah makin surut.
Setelah dia dan anak buahnya tahu dan melihat semangat pihak Muslimin yang tidak berkurang, yakinlah dia bahwa sekarang sudah gilirannya akan mengalami kehancuran.
Ia berbalik lari bersama semua armada dan pasukannya yang masih tersisa. Ia yakin sekarang bahwa ketangguhan pasukan Muslimin di laut pun ternyata tidak kurang dari ketangguhannya di darat. Mereka tidak akan dapat dikalahkan.
Baca juga: Kisah Abdullah bin Qais, Laksamana Pertama dalam Sejarah Islam
Ketika itu gelombang laut menggeser kapal-kapal kedua armada itu ke pantai. Mayat-mayat terhempas ke dalam pasir dan digulung luapan air, kemudian menampakkan mereka kembali, yang sementara itu sudah bercampur dengan darah sehingga warnanya berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Kedua pihak, pasukan Romawi dan pasukan Muslimin bertempur mati-matian demikian hebatnya, yang belum ada tolok bandingnya, sehingga begitu banyak korban mati di kedua pihak. Orang yang pernah menyaksikan peristiwa itu bercerita:
"Saya melihat pantai yang dihantam ombak itu permukaannya sudah seperti anak bukit yang besar oleh timbunan mayat-mayat, darah sudah mengalahkan air. Ketika itu orang menahan diri demikian rupa, yang belum mereka alami di medan perang mana pun."
Dalam pada itu Konstantin sendiri mengalami luka-luka sehingga ia sudah tak berdaya lagi, semangatnya pun sudah makin surut.
Setelah dia dan anak buahnya tahu dan melihat semangat pihak Muslimin yang tidak berkurang, yakinlah dia bahwa sekarang sudah gilirannya akan mengalami kehancuran.
Ia berbalik lari bersama semua armada dan pasukannya yang masih tersisa. Ia yakin sekarang bahwa ketangguhan pasukan Muslimin di laut pun ternyata tidak kurang dari ketangguhannya di darat. Mereka tidak akan dapat dikalahkan.
Baca juga: Kisah Abdullah bin Qais, Laksamana Pertama dalam Sejarah Islam
(mhy)
Lihat Juga :