Kisah Bijak Para Sufi: Kandil Besi dan Harta Karun

Rabu, 27 November 2024 - 18:29 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Kisah Sufi: Berharga dan Tak Berharga

Darwis itu berseru, "Sekarang, Abdullah, dengar baik-baikdan perhatikan dengan seksama. Kau turunlah ke dalam lubang yang menganga di depan kita itu. Tugasmu adalah mengambil sebuah kandil yang terbuat dari besi. Di sepanjang lorong menuju kandil itu kau akan melihat harta karun yang sangat jarang dilihat oleh manusia. Jangan kau ambil satu pun darinya selain kandil besi yang menjadi tujuanmu. Segera setelah mendapatkannya, bawalah kemari."

Abdullah pun masuk ke lubang harta itu; di sana dilihatnya begitu banyak permata berkilauan, piring-piring dari emas, harta karun yang demikian menakjubkan sehingga tak terkatakan sebab memang tak ada kata-kata yang bisa melukiskannya. Pemuda itu betul-betul terkesima. Tanpa pikir panjang dipenuhinya tangannya dengan benda paling gemerlap yang dilihatnya. Ia melupakan pesan sang darwis.

Dan kemudian dilihatnya kandil besi itu. Berpikir bahwa sebaiknya ia membawa kandil itu pada sang Darwis, dan bahwa ia dapat menyembunyikan cukup emas untuk dirinya sendiri di balik jubahnya, ia mengambil juga kandil itu, lalu mendaki kembali menuju permukiman bumi. Tetapi ketika ia keluar dari lubang, tiba-tiba didapatinya dirinya berada di dekat gubuk ibunya, dan sang darwis tak ada di situ.

Ketika ingin ditunjukkannya emas dan perhiasan yang diambilnya itu kepada ibunya, benda-benda tersebut seperti meleleh dan lenyap. Hanya sisa kandil besi itu. Abdullah memeriksanya. Kandil itu memiliki dua belas cabang, dan pada salah satunya ia nyalakan lilin. Tiba-tiba satu sosok menyerupai seorang darwis muncul. Hantu itu berputar sebentar, kemudian menaruh sekeping koin kecil di lantai dan menghilang kembali.

Baca juga: Kisah Sufi: Ketika Setan Kehilangan Pekerjaan

Abdullah pun menyulut dua belas lilin pada masing-masing cabang kandil. Dua belas darwis mewujud, bergerak seirama satu jam lamanya dan melemparinya dengan koin sebelum mereka lenyap pergi.

Ketika Abdullah dan ibunya telah pulih dari keheranannya, mereka menyadari bahwa mereka bisa hidup cukup baik dengan hasil dari kandil itu, sebab dari "tarian para darwis" mereka memperoleh dua belas keping perak setiap harinya. Namun tak lama berselang, Abdullah teringat pada kekayaan tak ternilai yang ditemukannya di gua bawah tanah, dan ia memutuskan untuk mencoba mendapatkan kesempatan untuk mengambil harta itu bagi dirinya sendiri.

Ia mencari dan mencari, tetapi belum juga menemukan tempat pintu masuk gua. Ia telah terobsesi untuk menjadi kaya. Maka, pergilah ia mengembara ke seluruh dunia hingga tiba di sebuah istana yang ternyata adalah kediaman darwis miskin yang waktu itu dilihat ibunya sedang terhuyung-huyung di dekat gubuk mereka.

Pencariannya ini sudah berlangsung berbulan-bulan, dan Abdullah bukan main senangnya ketika diantar ke depan sang darwis, yang didapatinya berpakaian layaknya seorang raja dan dikelilingi oleh sekumpulan pengikutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
3 Fakta Orbit Planet...
3 Fakta Orbit Planet di Tata Surya yang Sesuai dengan Penjelasan di Al Quran
Ilmuwan Ungkap Sa-Nakht...
Ilmuwan Ungkap Sa-Nakht Firaun Raksasa yang Tak Pernah Tercatat dalam Sejarah
Gunung Es Terbesar di...
Gunung Es Terbesar di Dunia Bergerak setelah Tertahan selama 37 Tahun
Artikel Terkini
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
15.086 Jemaah Haji Reguler...
15.086 Jemaah Haji Reguler dan 7.547 Haji Khusus Telah Tiba di Indonesia
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved