Begini Isi Dokumen Asas dan Bidang Garap PKU Muhammadiyah saat Baru Didirikan
Senin, 02 Desember 2024 - 17:07 WIB
loading...
PKU Muhammadiyah bekerja dan menolong siapa saja karena agama Islam. Foto: Ist
A
A
A
Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan dalam dalam buku "KH Ahmad Dahlan (1868-1923)" bab "Kiai Ahmad Dahlan Mengganti Jimat, Dukun, dan Yang Keramat Dengan Ilmu Pengetahuan Basis Pencerahan Umat Bagi Pemihakan Terhadap Si Ma’un" antara lain menukil sebuah dokumen tentang azas dan bidang garap Penolong Kesengsaraan Umum (PKU) Muhammadiyah saat baru didirikan.
Buku ini diterbitkan Museum Kebangkitan Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015. Abdul Munir Mulkan adalah Guru Besar tetap UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Guru Besar Emiritus Universitas Muhammadiyah Surakarta..
Berikut ini secara lengkap dimuat dokumen yang terbit beberapa tahun sesudah Kiai Ahmad Dahlan meninggal dunia pada bulan Februari 1923.
Dokumen tersebut diambil dari Almanak Muhammadiyah 1348 H/1929 M, tempat terbit Yogjakarta, diterbitkan oleh Hood Bestuur, Muhammadiyah bagian Taman Pustaka, halaman 120-122.
Baca juga: Begini Bunyi Tujuan Muhammadiyah saat Didirikan di Zaman Belanda
Kutipan ini diambil seperti tertulis pada teks asli yang masih menggunakan ejaan lama.
“Maka oleh Vereeniging Moehammadijah Hindia Timoer didirikan seboeah bahagian jang diantaranja kami seboet namanja b/g. P.K.O. pada tempat iboe kotanja Hoofdbestuur Moehammadijah Djogjakarta dan pada tiap-tiap Tjabang jang soedah koeat serta tjakap akan mengerdjakannja pekerdjaan b/g P.K.O. itoe, wadjiblah Bestuur tjabang itoe mendirikan P.K.O. Dengan memakai azas dan maksoednja seperti terseboet di bawah ini:
Azas: Moehammadijah b/g. P. K. O. Bekerdja dan menolong kepada kesengsaraan oemoem itoe, sekali-kali tidak memandang kanan dan kiri oesahanja orang lain jang menolong kesengsaraan oemoem, dan tidak poela oentoek membantoe kepada kehendak orang lain jang akan mendapatkan pengaroeh dari ra’jat oemoem.
Akan tetapi mengadakan itoe hanja mengingat dan memakai perintah perintah Agama Islam belaka, jang dibawa oleh djoendjoengan kita K. Nabi Moehammad s.a.w. dengan menoeroet djalan (soennah) nja terhadap kepada oemoem.
Djadi seolah-olah dasarnja pertolongan dari pada Moehammadijah b/g. P. K.O. itoe, soeatoe soember (mata air) pertolongan jang djernih lagi bersih, terletak diseboeah tempat jang bisa didatangi oleh segala orang tidak dengan memandang bangsa dan Agama. Barang siapa jang akan mengambil air itoe di perkenankan, asal tidak dengan sengadja akan memboenoeh aliran dan menoetoep mata airnja. Pertolongan Moehammadijah b/g. P. K. O. Itoe, boekan sekali-kali sebagai soeatoe djaring kepada manoesia oemoemnja, soepaja dapat menarik hati akan masoek kepada agama Islam atau perserikatan Moehammadijah, itoe tidak, akan tetapi segala pertolongannja itoe semata-mata karena memenoehi kewadjiban atas agamanja Islam terhadap segala bangsa, tidak memandang Agama.
Buku ini diterbitkan Museum Kebangkitan Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015. Abdul Munir Mulkan adalah Guru Besar tetap UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Guru Besar Emiritus Universitas Muhammadiyah Surakarta..
Berikut ini secara lengkap dimuat dokumen yang terbit beberapa tahun sesudah Kiai Ahmad Dahlan meninggal dunia pada bulan Februari 1923.
Dokumen tersebut diambil dari Almanak Muhammadiyah 1348 H/1929 M, tempat terbit Yogjakarta, diterbitkan oleh Hood Bestuur, Muhammadiyah bagian Taman Pustaka, halaman 120-122.
Baca juga: Begini Bunyi Tujuan Muhammadiyah saat Didirikan di Zaman Belanda
Kutipan ini diambil seperti tertulis pada teks asli yang masih menggunakan ejaan lama.
“Maka oleh Vereeniging Moehammadijah Hindia Timoer didirikan seboeah bahagian jang diantaranja kami seboet namanja b/g. P.K.O. pada tempat iboe kotanja Hoofdbestuur Moehammadijah Djogjakarta dan pada tiap-tiap Tjabang jang soedah koeat serta tjakap akan mengerdjakannja pekerdjaan b/g P.K.O. itoe, wadjiblah Bestuur tjabang itoe mendirikan P.K.O. Dengan memakai azas dan maksoednja seperti terseboet di bawah ini:
Azas: Moehammadijah b/g. P. K. O. Bekerdja dan menolong kepada kesengsaraan oemoem itoe, sekali-kali tidak memandang kanan dan kiri oesahanja orang lain jang menolong kesengsaraan oemoem, dan tidak poela oentoek membantoe kepada kehendak orang lain jang akan mendapatkan pengaroeh dari ra’jat oemoem.
Akan tetapi mengadakan itoe hanja mengingat dan memakai perintah perintah Agama Islam belaka, jang dibawa oleh djoendjoengan kita K. Nabi Moehammad s.a.w. dengan menoeroet djalan (soennah) nja terhadap kepada oemoem.
Djadi seolah-olah dasarnja pertolongan dari pada Moehammadijah b/g. P. K.O. itoe, soeatoe soember (mata air) pertolongan jang djernih lagi bersih, terletak diseboeah tempat jang bisa didatangi oleh segala orang tidak dengan memandang bangsa dan Agama. Barang siapa jang akan mengambil air itoe di perkenankan, asal tidak dengan sengadja akan memboenoeh aliran dan menoetoep mata airnja. Pertolongan Moehammadijah b/g. P. K. O. Itoe, boekan sekali-kali sebagai soeatoe djaring kepada manoesia oemoemnja, soepaja dapat menarik hati akan masoek kepada agama Islam atau perserikatan Moehammadijah, itoe tidak, akan tetapi segala pertolongannja itoe semata-mata karena memenoehi kewadjiban atas agamanja Islam terhadap segala bangsa, tidak memandang Agama.
Lihat Juga :