Siapa Pendiri Daulah Abbasiyah? Berikut Ini Kisah Perjuangannya

Selasa, 03 Desember 2024 - 14:12 WIB
loading...
A A A
Ibnu Hubairah menulis surat jaminan selama empat puluh malam sambil berkonsultasi dengan para ulama hingga Ibnu Hubairah bisa menerimanya. Kemudian surat tersebut dikirimkan kepada Abu Jafar, yang kemudian disampaikan Abu Jafar kepada Abu As-Saffah.

Abu As-Saffah memerintahkan untuk menandatanganinya. Abu Jafar berpandangan bahwa ia harus menepati isi dokumen perjanjian tersebut. Sedangkan Abul Abbas As-Saffah tidak dapat memberikan sebuah keputusan, kecuali setelah mendapat persetujuan dari Abu Muslim Al-Khurasani.

Abu Muslim Al-Khurasani pun memberikan jawaban dengan mengatakan, “Sesunguhnya jalan yang mudah adalah jika Anda melemparkan bebatuan itu di dalamnya. Demi Allah, tiada suatu jalan kebaikan jika di dalamnya terdapat Ibnu Hubairah.”

Ketika surat tersebut telah ditulis, Ibnu Hubairah keluar menemui Abu Jafar dan menghadap kepadanya lalu berbincang-bincang sesaat. Setelah beberapa hari berlangsung, Abu Muslim memerintahkan Abu Jafar untuk membunuh Ibnu Hubairah sedangkan tinta surat tersebut belum mengering.

Ibnu Hubairah pun akhirnya dibunuh bersama beberapa pengikut seniornya. Pembunuhan ini menimbulkan duka yang mendalam pada diri Mungidz bin Abdurrahman Al-Hilali.

Baca juga: Mengenal Khalifah Abu Abbas As-Saffah, Pendiri Dinasti Abbasiyah

Dengan terbunuhnya Ibnu Hubairah, maka padamlah lampu pemerintahan Dinasti Umayyah.

Didukung Syiah dan Khawarij

Imam As-Suyuti dalam bukunya berjudul "Tarikh Khulafa atau Sejarah Para Penguasa Islam" menjelaskan Abu al-'Abbas, didukung oleh Syi’ah, Khawarij, dan daerah Khurasan, memimpin pasukannya menang terhadap Bani Umayyah dan akhirnya menjatuhkan penguasa terakhirnya Marwan II.

Sejumlah kaum Syiah memganggap Abu al-'Abbas merupakan Mahdi yang diutus setelah 1000 tahun masa kenabian.

Sejumlah sarjana Muslim yang menonjol menulis karya seperti Jafr yang mengatakan muslimin yang setia bahwa perang saudara yang brutal merupakan konflik besar antara yang hak dan batil.

Pilihan Bani Umayyah memasuki pertempuran dengan bendera putih dan Bani Abbasiyah memasukinya dengan bendera hitam membesarkan teori-teori itu. Warna putih, bagaimanapun dianggap kebanyakan orang Persia sebagai tanda dukacita.

Baca juga: Perkembangan Ilmu Kimia dan Farmasi di Era Daulah Abbasiyah

Mengenai bahwa ada kemungkinan kembalinya kekuatan Khilafah Bani Umayyah, Abu al-'Abbas mencari-cari seluruh anggota yang tersisa dari keluarga Umayyah untuk menghukum mati mereka. Karena usahanya untuk menyingkirkan keluarga Bani Umayyah, Abu al-'Abbas memperoleh julukan as-Saffah, atau tulisan berdarah.

Itulah yang membuat, pelarian ke al-Andalus, atau Spanyol, dipimpin oleh Abd ar-Rahman I di mana Khilafah Bani Umayyah akan bertahan selama 3 abad.

Setelah kemenangan terhadap Bani Umayyah, pemerintahan pendek Abu al-'Abbas ditandai dengan usaha mengkonsolidasi dan membangun kembali Khilafah.

Para pendukungnya diwakili dalam pemerintahan baru, namun selain dari kebijakannya terhadap keluarga Umayyah, Abu al-'Abbas secara luas dipandang sejarawan sebagai pemenang yang mendingan.

Orang-orang Yahudi, Kristen Nestorian, dan Persia secara baik diwakili dalam pemerintahan Abu al-'Abbas dan dalam meneruskan administrasi Abbasiyah. Pendudukan juga didorong, dan pabrik kertas pertama didirikan di Samarkand.

Pasukan Abu al-'Abbas sangat revolusioner. Mereka banyak dari kalangan non-Muslim dan non-Arab. Ini sangat berbeda dengan Bani Umayyah yang menolak pasukan dari 2 golongan itu.

Abu al-'Abbas meninggal pada 754, hanya 5 tahun setelah menjatuhkan Bani Umayyah. Ia digantikan saudaranya al-Mansur.

Baca juga: Perkembangan Ilmu Geografi dan Filsafat di Era Daulah Abbasiyah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Inilah Asal-Usul Bacaan...
Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Sejarah Hari Santri:...
Sejarah Hari Santri: Dari Resolusi Jihad hingga Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Bersejarah
Mengenal Imarethane...
Mengenal Imarethane : Jejak Sejarah Dapur Umum di Zaman Khilafah Ustmani
Tokoh-tokoh Tabiin yang...
Tokoh-tokoh Tabiin yang Melakukan Ijtihad sebelum Mazhab-Mazhab
Rekomendasi
Siapakah Penemu Sim...
Siapakah Penemu Sim Card Pertama di Dunia? Simak Penjelasannya
Perhitungan Isaac Newton...
Perhitungan Isaac Newton Tentang Kiamat pada Tahun 2060
Fosil Laut Ungkap Kekuatan...
Fosil Laut Ungkap Kekuatan Arus Teluk yang Mengkhawatirkan
Artikel Terkini
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved