Hadis tentang Ipar Adalah Maut yang Perlu Diingat Umat Islam
Jum'at, 06 Desember 2024 - 05:48 WIB
loading...
A
A
A
Ustaz Abdul Somad yang akrab disapa UAS menambahkan, kalau jatuh cinta dan kepleset kepada orang lain, bisa dinikahi. Tapi kalau kepleset ke ipar, bisa mati.
"Rusak semua, anak, istri, mertua, hancur semua, makanya kata Nabi, ipar itu mati," kata UAS dikutip dari video yang beredar di media sosial.
UAS mengingatkan, jangan berdua-duaan dengan ipar, untuk selamanya tidak perlu bersama ipar.
"Saya tinggal bersama istri saya, tiba-tiba ada adik istri saya mau datang untuk kuliah, saya bukan tidak setuju, tapi lebih baik cari saja tempat kos daripada tinggal di sini, itu lebih baik, lebih selamat," jelas USA.
UAS menceritakan kisah nyata sekitar 14 tahun yang lalu. Ada yang bertanya bagaimana hukumnya menikah dengan adik iparnya. UAS menjawab tidak apa-apa jika kakaknya atau istrinya telah meninggal.
Namun, dia menjawab kakaknya atau istrinya masih hidup. UAS kaget dan menanyakan bagaimana bisa menikah dengan ipar tapi istrinya masih hidup.
Dia menjawab bahwa istrinya selalu pergi, sementara iparnya di rumah. Lama-lama iparnya jatuh cinta kepada dia (suami dari kakaknya).
UAS ingat ada hadis bahwa Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa ipar adalah maut. UAS menyarankan agar iparnya pulang kampung ke rumah orang tuanya, agar iparnya menikah dengan laki-laki lain.
Baca juga: Ngerinya Hutang Zina, Jangan Diremehkan!
Ipar atau Sepupu
Sementara itu, Ustaz Amien Nurhakim dalam tulisannya di NU Online, menerangkan dalam riwayat Imam Muslim yang lain, ada redaksi penjelas dalam hadis berikutnya, bahwa kata ‘al-hamwu’ merujuk pada makna saudara pasangan, baik ipar atau sepupu, dan semisalnya.
Begitu pun apabila kita merujuk pada kamus Bahasa Arab modern, maka maknanya adalah kerabat suami atau istri.
Ibnu Daqiq Al-‘Id menanggapi bahwa kata ‘al-hamwu’ dalam hadis memiliki fungsi yang umum, sehingga mertua pun masuk ke dalam makna dari kata tersebut. Sebab itu, Imam Muslim melampirkan riwayat yang spesifik bahwa kata ‘al-hamwu’ yang dimaksud Nabi SAW adalah ipar.
"Rusak semua, anak, istri, mertua, hancur semua, makanya kata Nabi, ipar itu mati," kata UAS dikutip dari video yang beredar di media sosial.
UAS mengingatkan, jangan berdua-duaan dengan ipar, untuk selamanya tidak perlu bersama ipar.
"Saya tinggal bersama istri saya, tiba-tiba ada adik istri saya mau datang untuk kuliah, saya bukan tidak setuju, tapi lebih baik cari saja tempat kos daripada tinggal di sini, itu lebih baik, lebih selamat," jelas USA.
UAS menceritakan kisah nyata sekitar 14 tahun yang lalu. Ada yang bertanya bagaimana hukumnya menikah dengan adik iparnya. UAS menjawab tidak apa-apa jika kakaknya atau istrinya telah meninggal.
Namun, dia menjawab kakaknya atau istrinya masih hidup. UAS kaget dan menanyakan bagaimana bisa menikah dengan ipar tapi istrinya masih hidup.
Dia menjawab bahwa istrinya selalu pergi, sementara iparnya di rumah. Lama-lama iparnya jatuh cinta kepada dia (suami dari kakaknya).
UAS ingat ada hadis bahwa Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa ipar adalah maut. UAS menyarankan agar iparnya pulang kampung ke rumah orang tuanya, agar iparnya menikah dengan laki-laki lain.
Baca juga: Ngerinya Hutang Zina, Jangan Diremehkan!
Ipar atau Sepupu
Sementara itu, Ustaz Amien Nurhakim dalam tulisannya di NU Online, menerangkan dalam riwayat Imam Muslim yang lain, ada redaksi penjelas dalam hadis berikutnya, bahwa kata ‘al-hamwu’ merujuk pada makna saudara pasangan, baik ipar atau sepupu, dan semisalnya.
Begitu pun apabila kita merujuk pada kamus Bahasa Arab modern, maka maknanya adalah kerabat suami atau istri.
Ibnu Daqiq Al-‘Id menanggapi bahwa kata ‘al-hamwu’ dalam hadis memiliki fungsi yang umum, sehingga mertua pun masuk ke dalam makna dari kata tersebut. Sebab itu, Imam Muslim melampirkan riwayat yang spesifik bahwa kata ‘al-hamwu’ yang dimaksud Nabi SAW adalah ipar.
Lihat Juga :