Ini Mengapa Kufah Menjadi Sumber Pemberontakan di Era Khalifah Utsman

Jum'at, 06 Desember 2024 - 15:21 WIB
loading...
Ini Mengapa Kufah Menjadi...
Di Basrah banyak orang awam yang terpengaruh oleh seruan Abdullah bin Saba. Ilustrasi: AI.
A A A
KUFAH merupakan sebuah kota di Irak . Wilayah ini terletak 10 km di timur laut Najaf dan 170 km di selatan Bagdad. Di era Khalifah Utsman bin Affan , Kufah adalah sumber pemberontakan utama.

Muhammad Husein Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan" (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) mengisahkan banyak penduduk yang mengeluhkan pejabat-pejabat dan para petinggi kota itu.

Mereka marah kepada Sa'ad bin Abi Waqqas , dan mereka menuduh Walid bin Uqbah meminum khamar. Kemudian Utsman mengangkat Sa'id bin al-Ash.

"Ketika sudah berada di Kufah, ia berkata kepada penduduk dalam sebuah khotbah, bahwa ia enggan memegang pimpinan itu, dan menyatakan bahwa bencana telah memperlihatkan sosoknya," tulis Haekal.

Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?

Dikisahkan, Sa'id mulai mempelajari keadaan Kufah serta keinginan penduduk, untuk mengetahui sumber penyakit itu. Sesudah keadaan yang sebenarnya diketahui ia menulis surat kepada Utsman melaporkan apa yang dilihatnya di kota itu dengan mengatakan:

"Keadaan penduduk Kufah sudah kacau-balau, dan sudah pula mempengaruhi orang-orang terpandang dan terkemuka, dan kebanyakan penduduk kota itu terdiri dari para pendatang baru, disusul oleh orang-orang Arab pedalaman, sehingga tidak lagi mereka melihat orang terpandang atau pejuang."

Merespons surat itu, Utsman meminta Sa'id bin Ash mendahulukan para sahabat daripada penduduk Kufah yang lain.

Dalam suratnya ia mengatakan: "Orang-orang lama yang sudah lebih dulu, yang sudah berjasa dan sudah membebaskan negeri itu. Hendaklah orang-orang yang datang ke sana dan yang lain mengikuti mereka, kecuali orang yang sudah meninggalkan kebenaran. Jagalah kedudukan masing-masing dan berikanlah hak mereka semua dengan cara yang adil. Dengan cara mengenal orang, keadilan bisa terpenuhi."

Kemarahan Penduduk Kufah

Begitu juga khotbah Utsman kepada penduduk Medinah, dengan memberitahukan keadaan di Kufah serta mengingatkan mereka akan timbulnya bencana.

Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Melindungi Keluarganya yang Murtad

Ia menawarkan kepada mereka untuk memindahkan rampasan perang mereka ke mana saja mereka tinggal di negeri Arab. Penduduk Madinah menyambut baik tawaran itu dengan mengatakan: Bagaimana kami memindahkan tanah yang sudah kami peroleh? "Mereka yang di Hijaz, di Yaman dan di tempat-tempat lain dengan cara menjualnya kalau mau."

Mereka tampak gembira, Allah telah membukakan jalan buat mereka, di luar dugaan mereka.

Di samping itu, ada sekelompok Muslimin yang mempunyai kekayaan besar di Hijaz. Dengan harta itu mereka membeli tanah di Irak yang terkenal subur itu.

Banyak orang kaya raya yang menimbulkan kemarahan orang-orang Arab yang dulu tinggal di beberapa kota di Irak. Mereka makin benci kepada Utsman dan pejabat-pejabatnya karena mereka tidak mendapat bagian rampasan perang.

Mereka menuntut kepada Khalifah agar jangan memberikan rampasan perang itu selain kepada mereka yang memperolehnya sendiri dalam perang. Begitu juga banyak penduduk kota-kota lain dalam kawasan Islam yang memperlihatkan ketidaksenangan mereka terhadap kebijakan Usman.

Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah

Abdullah bin Saba'

Ada beberapa tokoh yang mengambil kesempatan ini untuk membangkitkan kebencian dalam hati orang di kota-kota itu, di antaranya apa yang telah dilakukan oleh Abdullah bin Saba' - seorang orang Yahudi dari San'a di Yaman yang pada masa Utsman kemudian masuk Islam - yang mengunjungi sejumlah kota dalam kawasan Islam dengan berusaha membangkitkan kemarahan orang kepada Utsman.

Di Basrah banyak orang awam yang terpengaruh oleh seruannya itu. Sesudah hal ini diketahui oleh Abdullah bin Amir, ia dikeluarkan dari kota. Setelah itu ia pergi ke Kufah menyebarkan seruan yang sama. Setelah dari Kufah ia juga kemudian diusir. Ia pergi ke Syam, tetapi oleh Mu'awiyah tak lama ia diusir juga.

Selanjutnya ia pergi ke Mesir dan dari sini ia mulai menyebarkan propagandanya dan mengirimkan orang kepada pengikut-pengikutnya di Basrah dan di Kufah.

Dalam propagandanya itu ia mengatakan bahwa setiap Nabi mempunyai seorang penerima wasiat (mandataris) dan Ali adalah penerima wasiat Muhammad dan penutup para penerima wasiat, seperti Muhammad yang juga penutup para nabi.

Dengan demikian mental orang sudah dipersiapkan, bahwa Utsman telah mengambil kedudukan Khalifah dari Ali sebagai waris karib Rasulullah, secara tidak sah.

Baca juga: Mimpi Bertemu Nabi dan Kronologi Terbunuhnya Utsman bin Affan
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Arus Atlantik Melemah,...
Arus Atlantik Melemah, Ilmuwan Ungkap Kondisi Berbahaya di Laut
Lautan Pertama di Bumi...
Lautan Pertama di Bumi yang Tidak Berwarna Biru Ditemukan
Bagian Matahari yang...
Bagian Matahari yang Belum Pernah Dilihat Manusia Menampakan Wujudnya
Artikel Terkini
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Belajar Agama Lewat...
Belajar Agama Lewat Media Sosial, Ini Etika yang Harus Diperhatikan Muslim
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Generasi Muda Diingatkan...
Generasi Muda Diingatkan Bijak Gunakan Gadget dan Media Sosial, Jangan Abaikan Kewajiban
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved