Jelang Runtuhnya Turki Utsmani: 27 Sultan Tidak Dapat Diandalkan

Sabtu, 07 Desember 2024 - 08:27 WIB
loading...
Jelang Runtuhnya Turki...
Tercatat 27 Sultan tidak ada lagi yang dapat diandalkan. Ilustrasi: AI
A A A
MASA kemerosotan Turki Utsmani dimulai dari krisis suksesi sepeninggal Sultan Sulaiman pada 1566 M sampai sebelum Turki menjadi Republik 1923 M di tangan Mustafa Kemal At-Taturk , tercatat 27 Sultan tidak ada lagi yang dapat diandalkan.

"Tentu kemewahan hidup dalam Istana telah merusak mental anak-anak Sultan tersebut," tulis Dr. H. Syamruddin Nasution, M.Ag dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" (Yayasan Pusaka Riau, 2013).

Dia menyebut Sultan Salim II (1566-1573 M) pengganti Sultan Sulaiman terjadi peperangan antara angkatan laut Turki Utsmani dengan angkatan laut Spanyol di selat Liponto ( Yunani ).

Dalam pertempuran itu, Turki Utsmani mengalami kekalahan sehingga Tunisia dapat direbut musuh.

Di masa Sultan Murad III (1574-1595 M) walau Sultan Murad III berkepribadian jelek dan suka memperturutkan hawa nafsu, tetapi Tunisia dapat direbut kembali, dan juga menguasai Tiflis di Laut Hitam (1577 M) dan mengalahkan gubernur Bosnia pada tahun 1593 M.

Baca juga: Asal Usul Kesultanan Utsmaniyah dan Wilayah Kekuasaannya

Akibat moral Sultan Murad II yang jelek timbul kekacauan dalam negeri, ditambah lagi dengan tampilnya Sultan Muhammad III (1595-1603 M) yang bermoral lebih jelek dari Murad II.

Dalam situasi gawat begini, Austria berhasil memukul Turki Utsmani. Di luar negeri, kejayaan Turki Utsmani di mata orang-orang Eropa sudah memudar.

Di dalam negeri timbul pemberontakan-pemberontakan, seperti di Syria di bawah pimpinan Kurdi Jumblad; di Libanon di bawah pimpinan Amir Fakhruddin.

Dengan negara-negara tetangga terjadi peperangan, seperti dengan kerajaan Persia di bawah pimpinan Syah Abbas. Bahkan tentara elit kebanggaan dan andalan Turki Utsmani ikut memberontak karena tidak memdapat perhatian serius dari pemerintah.

Dalam pada itu, dalam rentang waktu yang sudah sangat panjang Daulah Turki Utsmani memerintah di Eropa sudah mulai timbul negara-negara yang kuat.

Demikian juga Rusia di bawah Peter Yang Agung telan menjadi negara yang maju, sehingga daerah Turki Utsmani di Eropa satu per satu membebaskan diri dari kekuasaan Daulah Turki Utsmani, seperti Yunani memproklamirkan kemerdekaannya kembali 1829 M, demikian juga Rumania lepas 1856 M.

Baca juga: Proyek Kereta Cepat dan Awal Penghancuran Khilafah Utsmaniyah

Maka Daulah Turki Utsmani yang sudah pernah jaya dan malang melintang di berbagai pertempuran baik di Timur maupun Barat, kini mendapat julukan “the sick man of Europe” yang tinggal menunggu detik-detik kematiannya.

Banyak Faktor

Syamruddin Nasution mengatakan banyak faktor yang menyebabkan kehancuran Turki Utsmani ini, di antaranya, wilayah kekuasaannya yang luas, rumit menyusun administrasi negara, sehingga administrasi negara Turki Utsmani tidak beres, sementara penguasanya sangat berambisi memperluas wilayah, ikut perang terus menerus, akibatnya tidak ada waktu lagi mengurus administrasi negara.

Faktor kedua, heterogenitas penduduk, menguasai wilayah yang luas, tentu juga mengurus penduduk yang beragam etnis, agama maupun adat istiadat; Asia, Afrika, Eropa.

Untuk mengurus penduduk yang beragam dalam wilayah yang luas mesti dengan organisasi pemerintahan yang teratur, tanpa didukung oleh administrasi yang baik, maka pemerintah menanggung beban yang berat, dari sinilah kekacauan itu muncul.

Faktor ketiga, kelemahan para penguasa. Sepeninggal Sulaiman, Turki Utsmani diperintah oleh Sultan-Sultan yang lemah yang tidak dapat mengatur pemerintahan negara, akibatnya pemerintahan menjadi kacau.

Baca juga: Yahudi Ezkinaz, Dalang di Balik Runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah

Kekacauan itu dibiarkan terus dan tidak pernah diatasi secara sempurna, maka semakin lama semakin parah sampai jatuh sakit di Eropa dan tidak ada yang mampu lagi menyembuhkannya. Wa Allah a’lam bi al-shawab
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Inilah Asal-Usul Bacaan...
Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Sejarah Hari Santri:...
Sejarah Hari Santri: Dari Resolusi Jihad hingga Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Bersejarah
Mengenal Imarethane...
Mengenal Imarethane : Jejak Sejarah Dapur Umum di Zaman Khilafah Ustmani
Raja’ bin Haiwah:...
Raja’ bin Haiwah: Pemegang Surat Wasiat Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik
Tokoh-tokoh Tabiin yang...
Tokoh-tokoh Tabiin yang Melakukan Ijtihad sebelum Mazhab-Mazhab
Rekomendasi
Fenomena Alam Besar...
Fenomena Alam Besar Bakal Terjadi, Bintang-bintang Berukuran Besar Memuntahkan Bebatuan
Laut Merah Terbelah...
Laut Merah Terbelah Dua Bisa Terulang Lagi! Ilmuwan Ungkap Fakta Ini
Panglima Perang Legendaris...
Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya
Artikel Terkini
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
Ilmuwan Australia Buktikan...
Ilmuwan Australia Buktikan 5G Tidak Membahayakan Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved