Refleksi Kurban, Memangkas Pemikiran Egosentris dan Sektarian

Sabtu, 14 Juni 2025 - 20:05 WIB
loading...
Refleksi Kurban, Memangkas...
Pengurus Lakpesdam PBNU, Dr M Najih Arromadloni menjelaskan bahwa kurban memiliki peranan kuat dalam memangkas pemikiran egosentris dan sektarian. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Hari Raya Iduladha atau Idul Kurban 2025 memang sudah berlalu. Namun nilai-nilai dan makna yang terkandung dari kurban sangat besar. Salah satunya kurban identik dengan sarana untuk mendekatkan berbagai golongan berbeda sebagai perwujudan rasa kebangsaan yang kuat dan telah terjalin lama di Indonesia.

Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, Dr M Najih Arromadloni menjelaskan bahwa kurban memiliki peranan kuat dalam menjembatani perbedaan keimanan di Indonesia. Menurutnya, tidak hanya umat Islam saja yang memberikan daging kurban kepada umat lainnya, namun juga umat non-muslim ikut memberikan hewan kurban kepada umat Islam untuk disembelih dan dibagikan pada masyarakat sekitar.

Baca juga: 10 Contoh Ucapan Iduladha 2025, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Selain itu, menurut dai dan akademisi yang akrab disama Gus Najih ini, ibadah kurban juga dapat dimaknai dengan luas karena esensinya yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial pada masyarakat secara luas.

“Makna kurban ini kan luas, termasuk adalah mengorbankan ego kita. Artinya, ketika kita berhubungan dengan orang-orang yang berbeda, baik secara agama, suku, ataupun afiliasi keagamaan, kita harus mengorbankan ego masing-masing. Dengan demikian, kurban dapat memberikan ruang kepada orang lain untuk berbeda dengan kita,” kata Gus Najih dikutip Sabtu (14/6/2025).



Gus Najih berpendapat, hanya dengan berhasilnya masing-masing individu dalam masyarakat mengorbankan egonya, kehidupan yang harmoni bisa dicapai.

Apabila masih ada anggapan dalam suatu kelompok bahwa merekalah yang lebih superior, baik secara nilai sosial ataupun agama, maka akan sulit untuk mewujudkan kerukunan sesama anak bangsa. Lebih jauh lagi, hal ini berpotensi menimbulkan konflik hingga kekerasan horizontal.

Baca juga: Doa Niat Berkurban Iduladha Lengkap

Terkait relevansi simbolisme kurban terhadap penghayatan Indonesia sebagai sebuah bangsa, Gus Najih menekankan pentingnya pengorbanan masing-masing warga negara sesuai dengan kapasitasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Aksi Sosial Iduladha,...
Aksi Sosial Iduladha, PB PMII Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban
Merinding! Inilah Peristiwa...
Merinding! Inilah Peristiwa Penyembelihan Kurban Terdahsyat Kelak
Catat! Rentang Waktu...
Catat! Rentang Waktu dan Hari Terakhir Menyembelih Kurban yang Sah
Keutamaan Ibadah Kurban:...
Keutamaan Ibadah Kurban: Pahalanya Tak Terhitung
Iduladha: Napak Tilas...
Iduladha: Napak Tilas Cinta dan Ketaatan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As
Mengapa Ibadah Kurban...
Mengapa Ibadah Kurban Iduladha Sangat Istimewa di Sisi Allah? Ini 3 Alasan Utamanya!
Rekomendasi
Ilmuwan Menemukan Penyebab...
Ilmuwan Menemukan Penyebab Terjadinya Supernova
Benarkan Isi Al-Quran,...
Benarkan Isi Al-Quran, Riset Ini Akui Besi Bukan Berasal dari Bumi
Jepang Menemukan 7.000...
Jepang Menemukan 7.000 Lebih Pulau Baru
Artikel Terkini
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Tradisi Lebaran Anak...
Tradisi Lebaran Anak Yatim di Hari Asyura, Dari Mana Asalnya?
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Mengapa Umat Islam Dianjurkan...
Mengapa Umat Islam Dianjurkan Berpuasa di Hari Asyura? Ini Penjelasannya
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Infografis
Fakta Fenomena Hujan...
Fakta Fenomena Hujan Meteor Berbahaya Bagi Bumi dan Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved