Refleksi Kurban, Memangkas Pemikiran Egosentris dan Sektarian

Sabtu, 14 Juni 2025 - 20:05 WIB
loading...
A A A
Semua elemen anak bangsa harus memperjuangkan kemakmuran dan keamanan secara bergotong-royong dengan harapan mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera.

Ia menilai, terselenggaranya ibadah kurban dengan sangat terbuka dan merata di seluruh wilayah di Indonesia adalah buah dari penetapan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang sejatinya inklusif dan toleran terhadap perbedaan golongan dan keyakinan.

Indonesia telah memiliki pondasi konstitusional yang kuat sejak awal pendiriannya, sehingga generasi bangsa saat ini bisa mensyukuri situasi keberagaman yang damai dan menjunjung tinggi aspek tenggang rasa.

“Masyarakat Indonesia bisa mensyukuri hadirnya Pancasila sebagai landasan bernegara kita karena kemampuannya untuk menjadi titik temu kemajemukan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, berbagai penyelenggaraan ibadah seperti hari raya kurban ataupun ritual umat lainnya sudah sepantasnya dilindungi dan dijamin sebagai bentuk pengamalan Pancasila. Alangkah disayangkan jika masih ada pihak yang alih-alih berkorban bagi sesama manusia, malah justru memperkeruh keadaan masyarakat dengan melakukan klaim kebenaran secara sepihak,” papar Gus Najih.

Ia berpesan agar masyarakat Indonesia bisa menjadikan berbagai perayaan hari besar sebagai ajang silaturahmi di antara sesama, termasuk Hari Raya Iduladha.

Gus Najih menekankan kembali bahwa hari raya kurban ini jangan hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan saja tapi melupakan maknanya yang begitu dalam. Berkurban adalah sebuah filosofi bagaimana seorang manusia bisa mempersembahkan apa yang ia cintai sebagai bentuk ketaatan terhadap Tuhannya, sekaligus memberikan maslahat bagi umat manusia.

“Apapun yang kita cintai bisa kita berikan sebagai pengorbanan atau persembahan untuk mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Bisa jadi kita mengorbankan pikiran, tenaga, bahkan jiwa serta raga bagi bangsa dan negara, sebagai bentuk rasa syukur dan kontribusi untuk bumi pertiwi," sebutnya.

"Mungkin saja apa yang kita miliki hanya kita manfaatkan seorang diri, tapi dengan mengorbankannya demi kepentingan yang lebih besar, berarti kita telah mencapai hakikat dari ibadah kurban yang sesungguhnya,” pungkas Gus Najih.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Aksi Sosial Iduladha,...
Aksi Sosial Iduladha, PB PMII Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban
Merinding! Inilah Peristiwa...
Merinding! Inilah Peristiwa Penyembelihan Kurban Terdahsyat Kelak
Catat! Rentang Waktu...
Catat! Rentang Waktu dan Hari Terakhir Menyembelih Kurban yang Sah
Keutamaan Ibadah Kurban:...
Keutamaan Ibadah Kurban: Pahalanya Tak Terhitung
Iduladha: Napak Tilas...
Iduladha: Napak Tilas Cinta dan Ketaatan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As
Mengapa Ibadah Kurban...
Mengapa Ibadah Kurban Iduladha Sangat Istimewa di Sisi Allah? Ini 3 Alasan Utamanya!
Rekomendasi
Bangunan 13 Lantai di...
Bangunan 13 Lantai di Chili Tiba-tiba Ditelan Bumi
Jepang Ciptakan Taman...
Jepang Ciptakan Taman Terkecil di Dunia, Segini Ukurannya
13 Gempa Bumi Berkuatan...
13 Gempa Bumi Berkuatan di Atas 8 SR yang Pernah Guncang Dunia
Artikel Terkini
8 Olahraga yang Pernah...
8 Olahraga yang Pernah Dilakukan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Jangan Asal Olahraga!...
Jangan Asal Olahraga! Ini 9 Adab Berolahraga dalam Islam
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Khotbah Jumat : Ada...
Khotbah Jumat : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Tradisi Lebaran Anak...
Tradisi Lebaran Anak Yatim di Hari Asyura, Dari Mana Asalnya?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved