Istri pun Manusia Biasa, Jangan Paksakan Seperti Bidadari Surga

loading...
Istri pun Manusia Biasa, Jangan Paksakan Seperti Bidadari Surga
Memaksa karakter seorang istri harus searus dengan dirinya adalah awal prahara. Bukan kebaikan yang didapat, justru konfliklah yang akan kerap muncul dan menghiasai rumah tangganya. Foto ilustrasi/ist
Karakter perempuan itu memang unik. Kelembutan yang membalutnya ibarat pisau bermata dua, semuanya tajam. Banyak lelaki yang tumbang terhina karena terpedaya rayuan lembutnya. Tidak sedikit pula lelaki yang tegak mulia karena kasih sayang dan kesabaran yang selalu menemaninya.

Sekalipun balutan hijab menutupi keindahan tubuhnya, perempuan tetap menggoda; yaitu lewat kelembutan suaranya, karena itu perempuan dilarang berlemah lembut saat berbicara dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Lantas bagaimana ketika auratnya terumbar lepas?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ



“Wanita adalah aurat, sehingga ketika ia keluar (rumah), setan akan menjadikannya menarik sebagai objek perhatian.” (HR. at-Tirmidzi)

(Baca juga :Setan Senang Melihat Orang Beriman Bersedih)

Sehingga jangan heran, ketika sebelum menikah, seorang laki-laki akan melihat seorang perempuan yang hendak dinikahinya begitu sempurna, seolah tidak ada minusnya sedikitpun. Dialah yang paling cantik, paling menarik, paling baik, paling perhatian, dan lain sebagainya.



Tapi, setelah menikah, hari berganti hari, bulan berlalu bulan, tahun menyapa tahun, karakter masing-masing semakin jelas terlihat. Bagi yang tidak mengerti dan pemahaman agamanya lemah, konflik kerap tersulut api dan dianggapnya seolah benang kusut yang sulit terurai. Adapun bagi yang mengerti, ia adalah seni dan keindahan dari sebuah dinamika kehidupan rumah tangga.
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
اَوَاَمِنَ اَهۡلُ الۡقُرٰٓى اَنۡ يَّاۡتِيَهُمۡ بَاۡسُنَا ضُحًى وَّهُمۡ يَلۡعَبُوۡنَ
Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?

(QS. Al-A’raf:98)
cover bottom ayah
preload video