Cara Mengenal Allah Ta'ala agar Tobat Diterima, Begini Penjelasannya
Senin, 14 Juli 2025 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Buya Arrazy, seperti yang dijelaskan dalam karya Syekh Muhammad Fadhil Al-Jaelani Al-Hasani tentang kelemahan Rlrohani para pencari Allah Ta'ala, ada beberapa tahapan jika seorang muslim ingin mendekat kepada Sang Khalik, Allah Azza wa Jalla.
Tahapan pertama jika seseorang ingin mendekat kepada Allah Ta'ala adalah mengenal kelemahan diri sendiri yg kita sebut dengan tobat.
baca juga: 9 Tanda Diterimanya Tobat Kita Diterima Allah SWT, Apa Saja?
Tahap Kedua, tobat itu kemudian muncul setelah sadar maka muncul pengakuan kepada Allah karena didalam islam hanya ada pengakuan kepada Allah Ta'ala. Mengaku bahwa dia telah berbuat salah dan dosa.
Tahap ketiga, yaitu penyesalan. Dia harus menyesal dan berjanji pada Allah untuk tidak mengulangi dosanya itu.
Dan, dari tiga tahapan tobat itu, kata Buya Arrazy, ada aplikasinya, yakni :
Jika orang menyesal biasanya muncul tangis. Itu sebabnya kebanyakan orang menangis dalam tradisi ahli ruhani dikarenakan penyesalan terhadap masa lalu.
Namun, sayangnya kebanyakan orang bertobat itu minta ampun dan minta aibnya ditutup disisi makhluk bukan disisi Allah Ta'ala. Padahal, jika tertutup di sisi mahkhluk namun Allah masih memandangnya sebagai pendosa.
Jika tiga hal tersebut di atas sudah ada pada kita, sebetulnya kita sudah diberi tiga rukun dari taubat. Maka dengan ini sahlah orang ini disebut sebagai "tawab" yang artinya orang yg suka bertobat.
Maka gelar orang yang suka bertobat disebut "Tauwabin". Namun jika ada satu rukun yang kurang maka tidak sah taubatnya maka dari itu harus lengkap ketiga rukun tersebut. Wallahu 'Alam
Baca juga: Bolehkah mengulang-ulang Tobat? Bagaimana Hukumnya?
Tahapan pertama jika seseorang ingin mendekat kepada Allah Ta'ala adalah mengenal kelemahan diri sendiri yg kita sebut dengan tobat.
baca juga: 9 Tanda Diterimanya Tobat Kita Diterima Allah SWT, Apa Saja?
Tahap Kedua, tobat itu kemudian muncul setelah sadar maka muncul pengakuan kepada Allah karena didalam islam hanya ada pengakuan kepada Allah Ta'ala. Mengaku bahwa dia telah berbuat salah dan dosa.
Tahap ketiga, yaitu penyesalan. Dia harus menyesal dan berjanji pada Allah untuk tidak mengulangi dosanya itu.
Dan, dari tiga tahapan tobat itu, kata Buya Arrazy, ada aplikasinya, yakni :
1). An-Nadem artinya menyesal
Jika orang menyesal biasanya muncul tangis. Itu sebabnya kebanyakan orang menangis dalam tradisi ahli ruhani dikarenakan penyesalan terhadap masa lalu.2). Al-istigfar, bermakna memohon supaya Allah Ta'ala mengampuni si hamba.
Istighfar berasal dari kata ghofaro yang berarti menutup aib dan kesalahan. Maka istaghfaro dalam bahasa arab terdapat yang artinya ya Allah aku memohon kepada Engkau supaya menutup aib dan kesalahanku di hadapan-Mu.Namun, sayangnya kebanyakan orang bertobat itu minta ampun dan minta aibnya ditutup disisi makhluk bukan disisi Allah Ta'ala. Padahal, jika tertutup di sisi mahkhluk namun Allah masih memandangnya sebagai pendosa.
3). Al-Haqiqoh adalah kesadaran total dan kembali kepada Allah secara ruhani.
Tobat harus disadari di dalam diri. Dan menegaskan bahwa hatinya tidak akan mau lagi kembali kepada kesalahan yang lama. Orang tobatnya benar makahati itu berat untuk kembali ke masa lalu yang penuh dosa.Jika tiga hal tersebut di atas sudah ada pada kita, sebetulnya kita sudah diberi tiga rukun dari taubat. Maka dengan ini sahlah orang ini disebut sebagai "tawab" yang artinya orang yg suka bertobat.
Maka gelar orang yang suka bertobat disebut "Tauwabin". Namun jika ada satu rukun yang kurang maka tidak sah taubatnya maka dari itu harus lengkap ketiga rukun tersebut. Wallahu 'Alam
Baca juga: Bolehkah mengulang-ulang Tobat? Bagaimana Hukumnya?
(wid)
Lihat Juga :