Kisah Sahabat Tuhan, Pemabuk, dan Cinta Buta
Kamis, 10 September 2020 - 06:36 WIB
loading...
A
A
A
Keadaan kita sendiri pun tak berbeda. Kita melihat kesalahan-kesalahan karena kita tak cinta. Bila kita punya sedikit saja pengertian tentang cinta yang sebenarnya, kesalahan-kesalahan mereka yang dekat dengan kita akan tampak sebagai sifat-sifat yang baik.
Pecinta dan Kekasihnya
Seorang laki-laki muda, pemberani dan galak bagai singa, selama lima tahun bercinta dengan seorang wanita. Pada yang sebelah dari mata wanita jelita itu ada sebuah bintik kecil, tetapi laki-laki itu, setiap memandang kecantikan kekasihnya, tak pernah melihat bintik itu.
Baca juga: Amien Rais Akan Langsung Sebut Nama dan Lambang Partai Baru? Ini Penjelasan Loyalisnya
Bagaimana mungkin seorang laki-laki yang sedang mabuk cinta, memperhatikan suatu cacat yang begitu kecil?
Namun, pada waktunya, cintanya mulai berkurang dan ia pun mendapatkan kembali kewaspadaannya. Pada saat itulah ia dapat melihat bintik itu, dan bertanya pada kekasihnya bagaimana dapat terjadi yang demikian.
Kata wanita itu, "Bintik itu tampak pada saat ketika cintamu mulai dingin. Bila cintamu padaku menjadi berkurang, mataku pun menjadi demikian bagimu."
Baca juga: Peneliti CSIS Sebut 12 Calon Tunggal Miliki Keterkaitan dengan PDIP
O yang berhati buta! Berapa lama kau akan terus mencari kesalahan-kesalahan orang lain? Berusahalah untuk melek terhadap apa-apa yang kau sembunyikan dengan begitu cermat. Bila kau melihat kesalahan-kesalahanmu sendiri dengan segala keburukannya, kau tak akan begitu merisaukan kesalahan-kesalahan orang lain.
Baca juga: Muncul Logo PDIP di Sekolah Daring, Begini Kronologinya
Polisi dan Pemabuk
Seorang polisi memukul jatuh seorang laki-laki mabuk yang berkata padanya. "Mengapa menjadi marah begitu rupa? Kau berbuat sesuatu yang melanggar hukum. Aku tak menyakiti seorang pun, tetapi kau melibatkan dirimu sendiri dalam kemabukan dan melemparkan kemabukan itu ke jalan. Kau jauh lebih mabuk daripada aku, tetapi tak seorang pun memperhatikan ini. Maka tinggalkan aku sendiri, dan tuntutlah keadilan terhadap dirimu sendiri."
Pecinta dan Kekasihnya
Seorang laki-laki muda, pemberani dan galak bagai singa, selama lima tahun bercinta dengan seorang wanita. Pada yang sebelah dari mata wanita jelita itu ada sebuah bintik kecil, tetapi laki-laki itu, setiap memandang kecantikan kekasihnya, tak pernah melihat bintik itu.
Baca juga: Amien Rais Akan Langsung Sebut Nama dan Lambang Partai Baru? Ini Penjelasan Loyalisnya
Bagaimana mungkin seorang laki-laki yang sedang mabuk cinta, memperhatikan suatu cacat yang begitu kecil?
Namun, pada waktunya, cintanya mulai berkurang dan ia pun mendapatkan kembali kewaspadaannya. Pada saat itulah ia dapat melihat bintik itu, dan bertanya pada kekasihnya bagaimana dapat terjadi yang demikian.
Kata wanita itu, "Bintik itu tampak pada saat ketika cintamu mulai dingin. Bila cintamu padaku menjadi berkurang, mataku pun menjadi demikian bagimu."
Baca juga: Peneliti CSIS Sebut 12 Calon Tunggal Miliki Keterkaitan dengan PDIP
O yang berhati buta! Berapa lama kau akan terus mencari kesalahan-kesalahan orang lain? Berusahalah untuk melek terhadap apa-apa yang kau sembunyikan dengan begitu cermat. Bila kau melihat kesalahan-kesalahanmu sendiri dengan segala keburukannya, kau tak akan begitu merisaukan kesalahan-kesalahan orang lain.
Baca juga: Muncul Logo PDIP di Sekolah Daring, Begini Kronologinya
Polisi dan Pemabuk
Seorang polisi memukul jatuh seorang laki-laki mabuk yang berkata padanya. "Mengapa menjadi marah begitu rupa? Kau berbuat sesuatu yang melanggar hukum. Aku tak menyakiti seorang pun, tetapi kau melibatkan dirimu sendiri dalam kemabukan dan melemparkan kemabukan itu ke jalan. Kau jauh lebih mabuk daripada aku, tetapi tak seorang pun memperhatikan ini. Maka tinggalkan aku sendiri, dan tuntutlah keadilan terhadap dirimu sendiri."
(mhy)
Lihat Juga :