Ustaz Adi Hidayat: Hafizh Itu Good Looking, Mereka Bukan Golongan Radikal
Rabu, 09 September 2020 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
Ustaz Adi Hidayat menceritakan di zaman Nabi SAW ada banyak pengusaha sekelas Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, Sayyidina Utsman bin Affan, Abdurrahman bin auf radhiyallahu 'anhum, mereka adalah penghafal Al-Qur'an dan menerjemahkan hafalan itu dalam bentuk perilaku. Apa yang terjadi? Mereka sukses, asetnya banyak, dan tetap tidak meninggalkan nilai-nilai kebaikan.
Ada Sayyidina Khalid bin Walid, Sayyidina Umar bin Khatthab, Sayyidina 'Amr bin Ash, tidak diragukan lagi kualitas kepemimpinan mereka bisa menaklukkan Persia, Romawi. Mereka ahli strategi tapi mereka juga penghafal Al-Qur'an . Ada ahli ilmu seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib karamallaahu wajhah, Sayyidina Abu Hurairah tidak diragukan bagaimana dahsyatnya keilmuan mereka, mereka juga hafizh.
Ada arsitek seperti Sayyidina Salman Al-Farisi radhiyallaahu 'anhu, dengan ilmunya beliau membentengi Kota Madinah dengan membuat parit-parit yang sekarang namanya dikenang. Mereka semua ahli Qur'an, semuanya hafizh . Dalam bahasa kekinian mereka adalah Good Looking. Bukan golongan radikal, bukan golongan ekstrem.
Karena itu, jangan lupakan negeri kita Republik Indonesia. Bukankah saham terbesarnya adalah dari para ulama yang berjuang dengan rasa cintanya kepada negeri ini. Bukankah para ulama kita dahulu itu ahli Al-Qur'an ? Mereka mengorbankan nyawa, harta untuk memerdekakan bangsa ini. Dan itu semua buah dari mengamalkan isi Al-Qur'an.
(Baca Juga: Rapat dengan DPR, Menag Diingatkan Jangan Lagi Bikin Kontroversi )
Pertanyaannya, kapan kemudian ekstrimisme mulai muncul? Kapan radikalisme mulai nampak dalam kehidupan? Yang paling mudah untuk diamati semua itu terjadi ternyata ketika nilai-nilai Al-Qur'an semakin ditinggalkan.
"Anda bisa bayangkan jika pejabat seorang hafizh, mustahil dia melihat catatan-catatan yang salah, angka-angka yang keliru. Proyek yang salah saja tak mampu, apalagi menggerakkan tanda tangannya untuk hal yang tidak baik. Jemari orang yang salat dan menghafal Qur'an mustahil dipakai berbuat maksiat," terang Ustaz Adi Hidayat .
Allah Ta'ala berfirman"
إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ
"Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS Al-'Ankabut: Ayat 45)
Ada Sayyidina Khalid bin Walid, Sayyidina Umar bin Khatthab, Sayyidina 'Amr bin Ash, tidak diragukan lagi kualitas kepemimpinan mereka bisa menaklukkan Persia, Romawi. Mereka ahli strategi tapi mereka juga penghafal Al-Qur'an . Ada ahli ilmu seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib karamallaahu wajhah, Sayyidina Abu Hurairah tidak diragukan bagaimana dahsyatnya keilmuan mereka, mereka juga hafizh.
Ada arsitek seperti Sayyidina Salman Al-Farisi radhiyallaahu 'anhu, dengan ilmunya beliau membentengi Kota Madinah dengan membuat parit-parit yang sekarang namanya dikenang. Mereka semua ahli Qur'an, semuanya hafizh . Dalam bahasa kekinian mereka adalah Good Looking. Bukan golongan radikal, bukan golongan ekstrem.
Karena itu, jangan lupakan negeri kita Republik Indonesia. Bukankah saham terbesarnya adalah dari para ulama yang berjuang dengan rasa cintanya kepada negeri ini. Bukankah para ulama kita dahulu itu ahli Al-Qur'an ? Mereka mengorbankan nyawa, harta untuk memerdekakan bangsa ini. Dan itu semua buah dari mengamalkan isi Al-Qur'an.
(Baca Juga: Rapat dengan DPR, Menag Diingatkan Jangan Lagi Bikin Kontroversi )
Pertanyaannya, kapan kemudian ekstrimisme mulai muncul? Kapan radikalisme mulai nampak dalam kehidupan? Yang paling mudah untuk diamati semua itu terjadi ternyata ketika nilai-nilai Al-Qur'an semakin ditinggalkan.
"Anda bisa bayangkan jika pejabat seorang hafizh, mustahil dia melihat catatan-catatan yang salah, angka-angka yang keliru. Proyek yang salah saja tak mampu, apalagi menggerakkan tanda tangannya untuk hal yang tidak baik. Jemari orang yang salat dan menghafal Qur'an mustahil dipakai berbuat maksiat," terang Ustaz Adi Hidayat .
Allah Ta'ala berfirman"
إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ
"Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS Al-'Ankabut: Ayat 45)
Lihat Juga :