Kisah Raja yang Berdoa Memohon Allah SWT Menunda Ajalnya
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Setelah diberitahukan seperti itu, Raja Uzia menghadap ke arah kiblat dan salat, bertasbih, berdoa, dan menangis. Lalu sambil menangis dan merendahkan diri di hadapan Allah dengan hati yang ikhlas, tawakal dan sabar ia berdoa:
"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, Tuhan seluruh makhluk. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, Yang Maha Pemurah. Ya Allah, Tuhan yang tidak pernah tidur dan tidak pernah mengantuk."
"Ingatlah aku atas apa saja yang pernah aku perbuat, aku lakukan, dan aku putuskan terhadap Bani Israil. Semua itu berasal dari-Mu, dan Engkau lebih mengetahui diriku dari pada aku sendiri, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi."
Baca juga: Tanda-tanda Fisik, Pengingat Ajal Manusia yang Paling Nyata
Setelah wahyu itu datang, maka rasa sakit yang sebelumnya diderita oleh Raja Uzia langsung hilang. Tidak ada lagi kesedihan dan kesusahan pada dirinya. Maka ia pun langsung bersimpuh sujud di hadapan tuhannya seraya berkata:
"Ya Allah, Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki."
"Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau mengetahui segala yang tampak dan tersembunyi."
"Engkau adalah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin. Engkau-lah Yang memberi rahmat dan mengabulkan doa hamba-Mu yang berada dalam kesulitan."
Setelah Raja Uzia mengangkat kepala dari sujudnya, Allah mewahyukan kepada Yesaya untuk memerintahkan kepada Uzia untuk mengambil air tin, lalu diusapkan di bagian tubuh yang terkena infeksi. Raja Uzia pun melaksanakannya, dan setelah itu ternyata luka-lukanya langsung sembuh.
Tidak hanya mengabulkan doa Raja Uzia dan menyembuhkannya, Allah SWT juga membinasakan pasukan Sinhareb, hingga tersisa Sinhareb dan lima orang saja, termasuk salah satunya Nebukadnezar.
"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, Tuhan seluruh makhluk. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, Yang Maha Pemurah. Ya Allah, Tuhan yang tidak pernah tidur dan tidak pernah mengantuk."
"Ingatlah aku atas apa saja yang pernah aku perbuat, aku lakukan, dan aku putuskan terhadap Bani Israil. Semua itu berasal dari-Mu, dan Engkau lebih mengetahui diriku dari pada aku sendiri, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi."
Baca juga: Tanda-tanda Fisik, Pengingat Ajal Manusia yang Paling Nyata
Ditangguhkan Ajal
Lalu doanya dikabulkan oleh Allah dan ia mendapatkan rahmat dari-Nya. Kemudian Allah mewahyukan kepada Yesaya untuk memberitahukan kepada rajanya bahwa tangisannya telah mendapat perhatian, sampai ajalnya ditangguhkan hingga 15 tahun ke depan, dan ia juga akan diselamatkan dari musuhnya, Sinhareb.Setelah wahyu itu datang, maka rasa sakit yang sebelumnya diderita oleh Raja Uzia langsung hilang. Tidak ada lagi kesedihan dan kesusahan pada dirinya. Maka ia pun langsung bersimpuh sujud di hadapan tuhannya seraya berkata:
"Ya Allah, Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki."
"Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau mengetahui segala yang tampak dan tersembunyi."
"Engkau adalah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin. Engkau-lah Yang memberi rahmat dan mengabulkan doa hamba-Mu yang berada dalam kesulitan."
Setelah Raja Uzia mengangkat kepala dari sujudnya, Allah mewahyukan kepada Yesaya untuk memerintahkan kepada Uzia untuk mengambil air tin, lalu diusapkan di bagian tubuh yang terkena infeksi. Raja Uzia pun melaksanakannya, dan setelah itu ternyata luka-lukanya langsung sembuh.
Tidak hanya mengabulkan doa Raja Uzia dan menyembuhkannya, Allah SWT juga membinasakan pasukan Sinhareb, hingga tersisa Sinhareb dan lima orang saja, termasuk salah satunya Nebukadnezar.
Lihat Juga :