Benarkah Harta Bisa Memborong Pahala? Begini Caranya!
Selasa, 19 Agustus 2025 - 19:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kedudukan Harta dalam Pandangan Islam, Simak di Sini!
c. Harta untuk melindungi nama baik semisal berbagi harta untuk melindungi diri dari komentar-komentar miring tetangga, teman kerja dan lainnya. Termasuk juga harta yang diberikan kepada preman agar terjaga dari gangguannya.
d. Harta yang dikeluarkan sebagai upah untuk efisiensi waktu dalam ibadah kepada Allah. Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak aktivitas yang harus dilakukan seandainya semuanya ditangani sendiri banyak waktu yang terbuang sehingga aktivitas ibadah banyak yang tersita untuk melakukan hal-hal tersebut. Orang yang kondisi ekonominya pas-pasan perlu secara langsung melayani dirinya sendiri.
Bagi orang yang kaya raya dan shaleh semua kebutuhan yang bisa diserahkan kepada orang lain dengan mengupahnya namun dilakukan sendiri adalah sebuah kerugian. Ada banyak aktivitas bernilai ibadah yang tidak bisa diperankan oleh orang lain. Semisal kegiatan belajar atau mengajar ilmu agama dan berbagai ibadah individual atau pun ibadah sosial contohnya membesuk orang sakit. Bagi orang yang memiliki harta yang berlimpah kebutuhan melakukan aktivitas ilmu dan ibadah ini lebih besar dibandingkan kebutuhan untuk melakukan aktivitas harian non ilmu dan ibadah.
Inilah tiga kategori besar manfaat harta dari sudut pandang agama. Ini belum mencakup manfaat harta berupa keberuntungan dunia. Di antara keberuntungan duniawi yang didapatkan karena memiliki harta adalah, terbebas dari kehinaan mengemis-ngemis, selamat dari status hina di mata manusia karena kemiskinan yang diderita, Mulia di mata manusia, memiliki kedudukan istimewa di hati manusia (jadi tokoh di komunitasnya), serta memiliki wibawa karena harta.
Baca juga: Sifat Manusia yang Membuat Harta Jadi Tercela, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Wallahu A'lam
c. Harta untuk melindungi nama baik semisal berbagi harta untuk melindungi diri dari komentar-komentar miring tetangga, teman kerja dan lainnya. Termasuk juga harta yang diberikan kepada preman agar terjaga dari gangguannya.
d. Harta yang dikeluarkan sebagai upah untuk efisiensi waktu dalam ibadah kepada Allah. Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak aktivitas yang harus dilakukan seandainya semuanya ditangani sendiri banyak waktu yang terbuang sehingga aktivitas ibadah banyak yang tersita untuk melakukan hal-hal tersebut. Orang yang kondisi ekonominya pas-pasan perlu secara langsung melayani dirinya sendiri.
Bagi orang yang kaya raya dan shaleh semua kebutuhan yang bisa diserahkan kepada orang lain dengan mengupahnya namun dilakukan sendiri adalah sebuah kerugian. Ada banyak aktivitas bernilai ibadah yang tidak bisa diperankan oleh orang lain. Semisal kegiatan belajar atau mengajar ilmu agama dan berbagai ibadah individual atau pun ibadah sosial contohnya membesuk orang sakit. Bagi orang yang memiliki harta yang berlimpah kebutuhan melakukan aktivitas ilmu dan ibadah ini lebih besar dibandingkan kebutuhan untuk melakukan aktivitas harian non ilmu dan ibadah.
3. Harta yang dibelanjakan untuk hal-hal yang menghasilkan pahala jariyah
Semisal harta yang dipakai untuk membangun masjid, mushalla dan pondok pesantren, membangun jembatan, atau kegiatan wakaf yang berkelanjutan lainnya.Inilah tiga kategori besar manfaat harta dari sudut pandang agama. Ini belum mencakup manfaat harta berupa keberuntungan dunia. Di antara keberuntungan duniawi yang didapatkan karena memiliki harta adalah, terbebas dari kehinaan mengemis-ngemis, selamat dari status hina di mata manusia karena kemiskinan yang diderita, Mulia di mata manusia, memiliki kedudukan istimewa di hati manusia (jadi tokoh di komunitasnya), serta memiliki wibawa karena harta.
Baca juga: Sifat Manusia yang Membuat Harta Jadi Tercela, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :