Kedustaan Peramal dan Dalil-dalilnya dalam Al Quran dan Hadis Nabi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:22 WIB
loading...
Kedustaan Peramal dan...
Banyak dalil al quran dan hadis yang menjelaskan tentang kedustaan dan kebohongan yang dilakukan para peramal atau tukang ramal ini. Foto ilustrasi/ist
A A A
Banyak dalil Al Quran dan hadis yang menjelaskan tentang kedustaan dan kebohongan yang dilakukan para peramal atau tukang ramal ini. Apa dan bagaimana dalil-dalil yang menjelaskan hal tersebut?

Di Indonesia, dunia ramal meramal yang identik dengan perdukunan ini bukanlah hal yang baru. Eksistensinya sudah terlahir sejak dulu. Dukun dikenal dengan beberapa istilah seperti 'Arraf, Kahin, Munajjam (ahli ilmu nujum), rammal, hingga Sahir (tukang sihir).

Imam an-Nawawi menyebutkan banyak hadis sahih yang melarang mendatangi atau meminta bantuan kepada dukun. Alasannya karena kemampuan ghaib mereka berasal dari bisikan setan .

Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Itu adalah sesuatu yang didengar oleh jin kemudian dibisikkan kepada para walinya dan mereka mencampurnya dengan seratus kebohongan." (HR Al-Bukhari)



Selain itu, masih banyak bukti lain yang disampaikan mengenai kedustaan dukun tersebut. Berikut beberapa di antaranya:

1. Mengaku Bisa Mengetahui Perkara Ghaib

Dukun mengaku bahwa dia bisa melihat dan mengetahui berbagai perkara ghaib. Adapun hal ini jelas bertentangan dengan Al-Qur'an Surat Al-Jin Ayat 26 berikut:

عٰلِمُ الۡغَيۡبِ فَلَا يُظۡهِرُ عَلٰى غَيۡبِهٖۤ اَحَدًا


Artinya: "Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu." (QS Al-Jin Ayat 26)

2. Menyeru Manusia untuk Mempercayai Selain Allah

Kemampuan dukun yang mengaku bisa mengetahui hal ghaib sebenarnya berasal dari bisikan setan. Padahal setan sendiri sering menipu manusia dalam kesesatan. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

اَلَمۡ اَعۡهَدۡ اِلَيۡكُمۡ يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ اَنۡ لَّا تَعۡبُدُوا الشَّيۡطٰنَ‌‌ۚ اِنَّهٗ لَـكُمۡ عَدُوٌّ مُّبِيۡنٌ


Artinya: "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu." (Surat Yasin Ayat 60)

Baca juga: Peramal dan Ramalannya dalam Hukum Islam, Simak di Sini!

3. Membuat Kedustaaan

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

إِنَّ المَلاَئِكَةَ تَنْزِلُ فِي العَنَانِ: وَهُوَ السَّحَابُ، فَتَذْكُرُ الأَمْرَ قُضِيَ فِي السَّمَاءِ، فَتَسْتَرِقُ الشَّيَاطِينُ السَّمْعَ فَتَسْمَعُهُ، فَتُوحِيهِ إِلَى الكُهَّانِ، فَيَكْذِبُونَ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ


Artinya: "Sesungguhnya para Malaikat turun di awan, maka mereka berbicara tentang perkara yang telah ditetapkan di langit, lalu setan berusaha mencuri dengar sampai mereka dapat mendengarnya. Kemudian mereka memberikannya kepada para dukun, lalu para dukun itu menambah satu berita benar tersebut dengan seratus kedustaan dari diri-diri mereka." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Tidak Diterima Salatnya Selama 40 Malam

Orang yang mendatangi peramal atau dukun dan mempercayai apa yang disampaikannya merupakan perbuatan terlarang dalam Islam. Dalam Hadis terdapat ancaman serius bagi orang yang mendatangi dukum. Nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda:

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ « مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً


Artinya: "Diriwayatkan lagi oleh sebagian istri Nabi shollallohu 'alaihi wasallam, dari Beliau: "Barang siapa yang mendatangi tukang tenung untuk bertanya tentang sesuatu, maka tidak diterima darinya sholat selama empat puluh malam." (HR. Muslim)

Riwayat lain, Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ


Artinya: "Barang siapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu membenarkan perkataannya, berarti dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam." (HR Ahmad dalam Musnad-nya 9541)

Demikian ulasan tentang dukun dan kedustaannya. Semoga Allah menjauhkan kita dari perkara tersebut.

Baca juga: Benarkah Musibah Ketentuan Allah atau Akibat Dosa?
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hukum Menganiaya Diri...
Hukum Menganiaya Diri Sendiri Dalam Islam, Simak Jangan Sampai Keliru!
Inilah Nama Nabi dan...
Inilah Nama Nabi dan Rasul yang Tercantum dalam Al Quran
Perbedaan Nabi dan Rasul,...
Perbedaan Nabi dan Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Berapa Jumlah Nabi dan...
Berapa Jumlah Nabi dan Rasul? Begini Penjelasannya Menurut Hadis
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Panduan Fashion Muslimah...
Panduan Fashion Muslimah Berdasarkan Al Quran dan Hadis
Rekomendasi
3 Fakta Orbit Planet...
3 Fakta Orbit Planet di Tata Surya yang Sesuai dengan Penjelasan di Al Quran
Menembus Langit Asia,...
Menembus Langit Asia, Dwidayatour Jadi Saksi Pertama Aurora yang Memesona
Bukan Kiamat, Ahli Pastikan...
Bukan Kiamat, Ahli Pastikan Matahari Terbit dari Utara Siklus Normal
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
5 Ayat Al Quran dan...
5 Ayat Al Quran dan Hadis tentang Kiamat Sudah Dekat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved