Inilah Cara Melihat Aib Diri Sendiri
Minggu, 13 September 2020 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Salman tak bersedia mengatakannya, tetapi setelah didesak terus oleh Umar akhirnya ia mengatakan: "Aku mendengar bahwa engkau mengumpulkan dua macam kuah dalam satu hidangan, dan engkau punya dua jubah: satu jubah untuk siang hari dan satu jubah lagi untuk malam hari."
(Baca juga : BI Disebut Lambat Saat Kebutuhan Uang untuk Penanganan Covid-19 Makin Besar )
Umar bertanya, "Apakah ada lagi yang kamu dengar selama itu? Salman menjawab: "Tidak," Umar berkata, "Adapun dua hal itu maka akan aku tinggalkan."
3. Memanfaatkan lisan orang-orang yang tidak menyukaimu untuk mengetahu aib dirimu sendiri. Karena biasanya mata kebencian akan mengungkapkan segala keburukan. Mungkin seseorang bisa lebih banyak mengambil manfaat dari musuh bebuyutan yang menyebutkan aib-aibnya ketimbang manfaat yang diperoleh dari teman yang basa-basi dengan berbagai pujian tetapi menyembunyikan aib-aibnya.
Hanya saja tabiat manusia cenderung mengelakkan hal itu dan menilai pernyataan tersebut sebagai kedengkian. Padahal orang yang memiliki bashirah (mata hati) tidak akan mengabaikan manfaat yang dapat diperoleh dari pernyataan orang-orang yang tak suka padanya, karena keburukan-keburukannya pasti akan tersebar melalui lisan mereka.
(Baca juga : Pasien Corona Tanpa Gejala di Wisma Atlet Akan Dipindah ke Tower 5 )
4. Bergaul dengan masyarakat dan peka terhadap fenomena yang ada di sekitar. Saat kamu melihat ada suatu hal yang tercela di tengah masyarakat, maka sebaiknya kamu menuntut dirimu sendiri untuk tidak melakukan hal itu. Selain itu, lihatlah aib orang lain sebagai aib diri sendiri, dan mengetahui bahwa tabiat manusia berbeda-beda tingkatan dalam mengikuti hawa nafsu.
Maka ada baiknya, kita selalu memeriksa diri dan membersihkan hati setiap harinya. Seandainya semua orang meninggalkan apa yang mereka benci dari orang lain, maka mereka tak lagi memerlukan mu'addib (pemberi pelajaran).
Wallahu A'lam
(Baca juga : BI Disebut Lambat Saat Kebutuhan Uang untuk Penanganan Covid-19 Makin Besar )
Umar bertanya, "Apakah ada lagi yang kamu dengar selama itu? Salman menjawab: "Tidak," Umar berkata, "Adapun dua hal itu maka akan aku tinggalkan."
3. Memanfaatkan lisan orang-orang yang tidak menyukaimu untuk mengetahu aib dirimu sendiri. Karena biasanya mata kebencian akan mengungkapkan segala keburukan. Mungkin seseorang bisa lebih banyak mengambil manfaat dari musuh bebuyutan yang menyebutkan aib-aibnya ketimbang manfaat yang diperoleh dari teman yang basa-basi dengan berbagai pujian tetapi menyembunyikan aib-aibnya.
Hanya saja tabiat manusia cenderung mengelakkan hal itu dan menilai pernyataan tersebut sebagai kedengkian. Padahal orang yang memiliki bashirah (mata hati) tidak akan mengabaikan manfaat yang dapat diperoleh dari pernyataan orang-orang yang tak suka padanya, karena keburukan-keburukannya pasti akan tersebar melalui lisan mereka.
(Baca juga : Pasien Corona Tanpa Gejala di Wisma Atlet Akan Dipindah ke Tower 5 )
4. Bergaul dengan masyarakat dan peka terhadap fenomena yang ada di sekitar. Saat kamu melihat ada suatu hal yang tercela di tengah masyarakat, maka sebaiknya kamu menuntut dirimu sendiri untuk tidak melakukan hal itu. Selain itu, lihatlah aib orang lain sebagai aib diri sendiri, dan mengetahui bahwa tabiat manusia berbeda-beda tingkatan dalam mengikuti hawa nafsu.
Maka ada baiknya, kita selalu memeriksa diri dan membersihkan hati setiap harinya. Seandainya semua orang meninggalkan apa yang mereka benci dari orang lain, maka mereka tak lagi memerlukan mu'addib (pemberi pelajaran).
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :