Hati-hati Ungkapan 'Cukup Al-Qur'an dan Sunnah, Jangan Ambil dari Ulama!'
Minggu, 13 September 2020 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
"Jika urusan dikembalikan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancurannya." (HR. Al-Bukhari No. 59, 6496)
Ustaz Farid Nu'man mengungkapkan, salah satu tanda akhir zaman adalah lenyapnya ilmu dengan wafatnya para ulama . Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
"Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan." (HR. Al-Bukhari No. 100)
(Baca Juga: Waduh, 7 RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Sudah Penuh )
Para imam besar seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam As-Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hambal, sering menganjurkan kepada murid-muridnya, untuk mengambil dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah . Siapa murid-murid mereka? Yaitu para imam besar, bukan orang awam. Hari ini banyak orang awam merasa nasihat imam yang empat itu adalah untuk mereka, padahal bukan.
Demikian pandangan Ustaz Farid Nu'man Hasan terkait pentingnya mempelajari ilmu agama . Semoga Allah memberi kita taufik agar difaqihkan dalam urusan uruan agama . (Baca Juga: Inilah Peran Imam Madzhab dalam Menjelaskan Isi Alqur'an )
Wallahu Ta'ala A'lam
Ustaz Farid Nu'man mengungkapkan, salah satu tanda akhir zaman adalah lenyapnya ilmu dengan wafatnya para ulama . Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
"Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan." (HR. Al-Bukhari No. 100)
(Baca Juga: Waduh, 7 RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Sudah Penuh )
Para imam besar seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam As-Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hambal, sering menganjurkan kepada murid-muridnya, untuk mengambil dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah . Siapa murid-murid mereka? Yaitu para imam besar, bukan orang awam. Hari ini banyak orang awam merasa nasihat imam yang empat itu adalah untuk mereka, padahal bukan.
Demikian pandangan Ustaz Farid Nu'man Hasan terkait pentingnya mempelajari ilmu agama . Semoga Allah memberi kita taufik agar difaqihkan dalam urusan uruan agama . (Baca Juga: Inilah Peran Imam Madzhab dalam Menjelaskan Isi Alqur'an )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Lihat Juga :