Yuk, Ungkapkan Rasa Syukur dengan Tiga Cara ini
Senin, 14 September 2020 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Hati-hati, Penyakit Hati Ini Sering Tak Sadar Dilakukan! )
Dengan memperbanyak bersyukur, maka anggota badan akan tunduk kepada Allah Ta'ala, yang Maha Pemberi Nikmat. Tunduk yang dimaksud oleh Syaikh Abdul Qadir al-Jailani adalah adalah menaati dan patuh kepada ketentuanNya. Artinya, syukur adalah pekerjaan hati dan tubuh.
Menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jailani bersyukur bisa dilakukan dalam tiga hal, yaitu:
1. Bersyukur dengan lisan
Bersyukur dengan lisan dilakukan dengan cara bertahadduts (menyebut-nyebut) nikmat tersebut, memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), dan menisbatkan nikmat itu kepada Allah. Bukan malah merasa sombong dan berbangga diri dengan kenikmatan itu seolah semua itu hanyalah hasil jerih payah kita.
(Baca juga : Seperti Apa Makanan dan Minuman di Surga? Inilah Gambarannya Menurut Al-Qur'an)
Kita tidak menyandarkan apa yang kita dapatkan saat ini kepada makhluk atau kepada diri. Seolah apa yang kita dapatkan hari ini adalah karena kekuatan dan usaha kita sendiri. Padahal ada Allah Subhanahu wa ta'ala yang Maha Memberi dan Maha Mengatur.
2. Bersyukur dengan hati
Bersyukur dengan hati dilakukan dengan cara senantiasa menyadari, mengingat dan menghadirkan dalam hati bahwa setiap nikmat yang kita rasakan tersebut dari Allah, dan bukan dari siapa pun. Allah lah, dengan kasih sayang-Nya, keutamaan dan kebaikan-Nya yang telah memberikannya kepada kita. Ingatlah, kapan pun saat hati kita merasakan hal itu, berarti hati kita sedang bersyukur kepada Allah.
(Baca juga : Zulkifli Hasan: Penusuk Syekh Ali Jaber Sangat Mungkin Terencana )
Bersyukur dengan hati juga akan menjadi kekuatan . Sebab, ketika hati meyakini maka seluruh gerak kita akan kita sadari bahwa itu bersumber dari kekuatan dan kebaikan Allah Ta'ala. Hati akan membantu menggerakkan lisan dan tindakan untuk senantiasa mengingat pemberian dan kemurahan Allah Ta'ala.
Dengan memperbanyak bersyukur, maka anggota badan akan tunduk kepada Allah Ta'ala, yang Maha Pemberi Nikmat. Tunduk yang dimaksud oleh Syaikh Abdul Qadir al-Jailani adalah adalah menaati dan patuh kepada ketentuanNya. Artinya, syukur adalah pekerjaan hati dan tubuh.
Menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jailani bersyukur bisa dilakukan dalam tiga hal, yaitu:
1. Bersyukur dengan lisan
Bersyukur dengan lisan dilakukan dengan cara bertahadduts (menyebut-nyebut) nikmat tersebut, memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), dan menisbatkan nikmat itu kepada Allah. Bukan malah merasa sombong dan berbangga diri dengan kenikmatan itu seolah semua itu hanyalah hasil jerih payah kita.
(Baca juga : Seperti Apa Makanan dan Minuman di Surga? Inilah Gambarannya Menurut Al-Qur'an)
Kita tidak menyandarkan apa yang kita dapatkan saat ini kepada makhluk atau kepada diri. Seolah apa yang kita dapatkan hari ini adalah karena kekuatan dan usaha kita sendiri. Padahal ada Allah Subhanahu wa ta'ala yang Maha Memberi dan Maha Mengatur.
2. Bersyukur dengan hati
Bersyukur dengan hati dilakukan dengan cara senantiasa menyadari, mengingat dan menghadirkan dalam hati bahwa setiap nikmat yang kita rasakan tersebut dari Allah, dan bukan dari siapa pun. Allah lah, dengan kasih sayang-Nya, keutamaan dan kebaikan-Nya yang telah memberikannya kepada kita. Ingatlah, kapan pun saat hati kita merasakan hal itu, berarti hati kita sedang bersyukur kepada Allah.
(Baca juga : Zulkifli Hasan: Penusuk Syekh Ali Jaber Sangat Mungkin Terencana )
Bersyukur dengan hati juga akan menjadi kekuatan . Sebab, ketika hati meyakini maka seluruh gerak kita akan kita sadari bahwa itu bersumber dari kekuatan dan kebaikan Allah Ta'ala. Hati akan membantu menggerakkan lisan dan tindakan untuk senantiasa mengingat pemberian dan kemurahan Allah Ta'ala.
Lihat Juga :