Seperti Apa Makanan dan Minuman di Surga? Inilah Gambarannya Menurut Al-Qur'an

loading...
Seperti Apa Makanan dan Minuman di Surga? Inilah Gambarannya Menurut Al-Quran
Air susu dan madu memang sudah mahsyur dikisahkah menjadi minuman para penghuni surga. Keduanya merupakan minuman yang tersedia lewat sungai-sungai di surga. Foto ilustrasi/ist
Setiap muslim dan muslimah pastilah merindukan surga, serta ingin menjadi penghuninya. Surga adalah negeri kemuliaan yang abadi, negeri yang penuh dengan kenikmatan yang sempurna, yang tak ada cela sama sekali. Berbagai kenikmatan telah Allah Subhanahu wa ta'ala persiapkan di sana.

Dalam hadis Qudsi, Allah Ta'ala berfirman: “Aku telah persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang tak pernah dilihat mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik di hati manusia.” Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata, “Kalau mau, silakan kalian baca: “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka. (QS as-Sajdah: 17)’.” (HR. Bukhari)

Salah satu kenikmatan yang menanti di surga adalah makanan dan minuman yang tidak pernah habis. Dalam Tamam Al–Minnah ‘ala Syarh As-Sunnah', Al-Imam Al-Muzani rahimahullah menjelaskan, “Di surga ada berbagai makanan, buah-buahan, dan minuman, akan terus ada dan tidak ada habisnya, juga tidak fana. Begitu pula naungannya tidak fana dan tidak dihapus.”

(Baca juga :Inilah Cara Melihat Aib Diri Sendiri)



Dalam ayat Al Qur'an disebutkan,

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا ۚ تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا ۖ وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ

“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” (QS. Ar-Ra’du: 35)



Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
halaman ke-1 dari 6
cover top ayah
رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوۡبَنَا بَعۡدَ اِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِنۡ لَّدُنۡكَ رَحۡمَةً ‌ ۚ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡوَهَّابُ
(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”

(QS. Ali 'Imran:8)
cover bottom ayah
preload video