Mengambil Hikmah dari Perilaku Burung Unta yang Unik

loading...
Mengambil Hikmah dari Perilaku Burung Unta yang Unik
Ulama besar Hadhramaut Yaman, Al-Habib Umar Bin Hafizh dalam satu kajian di majelis ilmu. Foto/Ist
Burung Unta merupakan burung terbesar yang hidup di muka bumi. Burung ini memiliki leher dan kaki yang panjang hingga ketinggiannya bisa mencapai hingga 2,5 meter (8 kaki). Burung Unta berasal dari Sabana dan hidup di Gurun Afrika bagian utara dan sebagian Arab.

Masya Allah, Tuhan kita yang Mahabijaksana Allah 'Azza wa Jalla tidaklah menciptakan segala sesuatu kecuali ada hikmah dan pelajaran di dalamnya. Tidak terkecuali dengan Burung Unta. Melalui prilakunya yang unik ini kita dapat mengambil pelajaran hidup yang amat berharga. (Baca Juga: Burung Gereja, Kisah Nabi Ya'kub dan Nabi Yusuf)

Perilaku unik Burung Unta terkenal dengan menyembunyikan kepalanya di dalam tanah untuk melindungi diri dari predator atau menghindar dari pemburu. Mereka biasanya menyembunyikan kepalanya untuk mengelabui pemangsanya. Sekilas tampak aneh, tapi begitulah cara mereka untuk melindungi diri.

(Baca Juga: 5 Pejabat Meninggal Karena COVID-19, Terakhir Sekda DKI Saefullah)
Mengambil Hikmah dari Perilaku Burung Unta yang Unik

Lalu, apa hikmah dari perilaku Burung Unta ini? Ulama besar Hadhramaut Yaman, Al-Habib Umar Bin Hafizh pernah menyampaikan nasihat indah dalam satu tausiyahnya. Beliau menceritakan perilaku unik Burung Unta ini untuk mengingatkan manusia. (Baca Juga: 20 Kalam Indah Habib Umar Bin Hafidz)

"Ketika Burung Unta ingin bersembunyi dari manusia, mereka akan menyembunyikan kepala mereka di dalam tanah (sedangkan badan mereka terlihat jelas di luar). Mereka (Burung Unta) berpikir bahwa saat mereka tidak dapat melihat orang, orang tidak akan bisa melihat mereka," kata Habib Umar.



Begitulah kebanyakan manusia berperilaku. "Mereka berpikir bahwa ketika mereka tidak dapat melihat Allah, Allah tidak dapat melihat mereka. Sebenarnya Burung Unta lah yang seharusnya menertawakan kita," kata Habib Umar disambut tawa para jamaah yang mendengarkan nasihatnya.

Ilmu yang dapat dipetik adalah ketika kita tak dapat melihat Allah 'Azza wa Jalla, maka yakinilah bahwa Allah melihat semua makhluk-Nya.

Di dalam satu Hadis Shahih dari Sayyidina Umar bin Khattab menceritakan tentang kedatangan Malaikat Jibril yang menyamar menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم (saat itu tengah berkumpul bersama para sahabatnya). Jibril bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang makna "ihsan". Lalu beliau صلى الله عليه وسلم menjawab: "(ihsan) hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya dan jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguh-Nya Dia melihatmu." Dan jawaban ini pun dibenarkan oleh Jibril.

(Baca Juga: Para Malaikat Pengawas Saling Bertemu di 2 Waktu Ini, Bagaimana Keadaan Kita?)

Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
cover top ayah
اَلۡمُنٰفِقُوۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتُ بَعۡضُهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمُنۡكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمَعۡرُوۡفِ وَيَقۡبِضُوۡنَ اَيۡدِيَهُمۡ‌ؕ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمۡ‌ؕ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

(QS. At-Taubah:67)
cover bottom ayah
preload video