Lembah Keinsafan: Pecinta, Sultan Mahmud, dan Si Gila Tuhan

Minggu, 20 September 2020 - 12:51 WIB
loading...
Lembah Keinsafan: Pecinta,...
Ilustrasi/Ist
A A A
Musyawarah Burung (1184-1187) karya Faridu'd-Din Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim atau Attar dalam gaya sajak alegoris ini, melambangkan kehidupan dan ajaran kaum sufi . Judul asli: Mantiqu't-Thair dan diterjemahan Hartojo Andangdjaja dari The Conference of the Birds (C. S. Nott). (Baca juga: Faridu'd-Din Attar Pencipta Musyawarah Burung )

===

Hudhud melanjutkan, "Setelah lembah yang kubicarakan itu, menyusul lembah yang lain - Lembah Keinsafan, yang tak bermula dan tak berakhir. Tiada jalan yang sama dengan jalan ini, dan jarak yang harus ditempuh untuk melintasinya tak dapat diperkirakan. (Baca juga: Di Lembah Kedua: Pikiran Tak Bisa Tinggal Bersama Kedunguan Cinta )

Keinsafan, bagi setiap penempuh perjalanan itu, kekal sifatnya; tetapi pengetahuan hanya sementara. Jiwa, seperti raga, ada dalam perkembangan maju dan mundur; dan Jalan rohani itu hanya menampakkan dirinya dalam tingkat di mana si penempuh perjalanan itu telah mengatasi kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahannya, tidur dan kemalasannya dan setiap penempuh perjalanan itu akan bertambah dekat dengan tujuannya, masing-masing sesuai dengan usahanya. (Baca juga: Mengarungi Tujuh Lembah, Kedua Adalah Lembah Cinta )

Meskipun seekor lalat terbang dengan segala kemampuannya dapatkah ia menyamai kecepatan angin?

Ada berbagai cara melintasi Lembah ini, dan semua burung tidaklah sama terbangnya. Keinsafan dapat dicapai dengan beragam cara-sebagian ada yang menemukannya di Mihrab, yang lain pada arca pujaan. (Baca juga: Sepercik Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha, Serta Permadani Nabi )

Bila matahari keinsafan menerangi jalan ini, masing-masing akan menerima cahaya sesuai dengan amal usahanya dan mendapatkan tingkat yang telah ditetapkan baginya dalam menginsafi kebenaran.

Bila rahasia hakikat segala makhluk menyingkapkan dirinya dengan jelas padanya, maka perapian dunia pun menjadi taman mawar. Ia yang berusaha akan dapat melihat buah badam yang terlindung dalam kulitnya yang keras itu. Ia tak akan lagi sibuk memikirkan dirinya sendiri, tetapi akan menengadah memandang wajah sahabatnya. Pada setiap zarrah ia akan dapat melihat keseluruhan; ia akan merenungkan ribuan rahasia yang cemerlang. (Baca juga: Doa Rabiah, Kisah Sultan Mahmud Sampai Sabda Tuhan kepada Nabi Daud )

Tetapi berapa banyak yang telah tersesat dalam mencari penunjuk Jalan yang telah menemukan rahasia itu! Perlu kiranya mempunyai keinginan yang dalam dan tetap untuk menjadi sebagaimana keadaan kita semestinya buat melintasi lembah yang sulit ini.

Sekali kau telah mengenyam rahasia-rahasia itu, maka kau pun akan sungguh-sungguh ingin memahami semua itu. Tetapi apa pun yang mungkin kau capai, jangan sekali-kali lupa akan sabda Quran, 'Adakah lagi yang lain?' (Baca juga: Kisah Syaikh Abubakar, Jangggut Panjang, dan Nasihat Iblis kepada Nabi Musa )

Akan halnya kau yang tidur (dan aku tak dapat memuji kau karena yang demikian), mengapa tak bersedih? Kau yang tak melihat keindahan sahabatmu, bangunlah dan berusahalah mencari! Berapa lama kau akan tinggal tetap sebagaimana keadaanmu sekarang, seperti keledai tanpa tali leher!"

Airmata Batu
Adalah seorang laki-laki di Cina yang mengumpulkan batu-batu tiada hentinya. Ia mengucurkan airmata berlimpahan, dan bila airmata itu jatuh ke tanah, berubahlah jadi batu, yang tiap kali dikumpulkannya. Kalau awan mesti mencucurkan airmata seperti itu, maka akan menimbulkan kesedihan dan keluhan.(Baca juga: Bila Kau Mencintai Tuhan, Berusahalah Pula untuk Dicintai-Nya )

Pengetahuan sejati menjadi milik pencari yang tulus. Jika diperlukan mencari pengetahuan ke negeri Cina, maka pergilah. Tetapi pengetahuan dirusakkan oleh pikiran dangkal, ia mengeras, bagai batu.

Berapa lama lagi pengetahuan sejati akan terus salah dimengerti? Dunia ini, rumah kesedihan ini, ada dalam kegelapan; tetapi pengetahuan sejati ialah perrnata, ia akan menyala bagai lampu dan menunjukkan jalan padamu di tempat yang kelam ini. (Baca juga: Sepercik Kisah Imam Hambal, Raja India, Perang Salib, dan Nabi Yusuf )

Bila kau remehkan permata ini, kau akan sungguh-sungguh patut disesalkan. Bila kau tercecer di belakang, kau akan menangis pedih. Tetapi bila kau hanya tidur sedikit di malam hari, dan puasa di siang hari, kau mungkin mendapatkan apa yang kaucari. Maka carilah, dan tenggelamkan dirimu dalam usaha mencari itu.

Pencinta yang Tidur
Seorang pencinta, merasa cemas dan risau, dan letih karena mengeluh, tertidur di atas gundukan sebuah makam. Kekasihnya datang mendekatinya dan melihat dia tertidur, ditulisnya sepucuk surat kecil lalu disematkannya di jubah pencintanya itu. (Baca juga: Dukungan untuk Partai Baru Amien Rais Mengalir dari Sumbar, Loyalis: Insya Allah Diikuti Daerah Lain )

Ketika si pencinta bangun dan membaca apa yang telah ditulis kekasihnya itu, ia pun mengeluh sedih, karena surat itu berbunyi, "O laki-laki goblok! Bangkitlah, dan bila kau pedagang, berdaganglah dan dapatkan uang; jika kau seorang zahid, bangunlah malam hari dan berdoalah pada Tuhan dan jadilah hamba-Nya.

Tetapi jika kau seorang pencinta, merasalah malu pada dirimu sendiri. Apa gunanya tidur bagi mata pencinta? Di siang hari pencinta berlomba dengan angin; di malam hari hatinya yang menyala membuat wajahnya bersinar seri dengan cemerlang cahaya bulan.

Jika kau bukan laki-laki semacam itu, jangan lagi berlagak mencintai aku. Jika seseorang bisa tidur di tempat lain dan bukan di kuburnya, boleh kukatakan dia itu seorang pencinta-tetapi, pencinta dirinya sendiri."

Prajurit Pengawal Bercinta
Seorang perajurit sedang dalam bercinta. Selagi tidak mengawal pun ia tak bisa tidur. Akhirnya seorang kawan memintanya agar tidur beberapa jam.

Baca juga: Eksodus Pengurus Jadi Pelajaran DPC PDIP KBB dalam Penguatan PAC

Kata perajurit itu, "Aku perajurit pengawal, dan aku sedang dalam bercinta. Bagaimana aku bisa istirahat? Seorang perajurit yang sedang bertugas tak boleh tidur, maka yang demikian itu akan merupakan keuntungan bagi dia dalam bercinta."

"Setiap malam cinta menguji diriku, dan karena itu aku dapat tetap berjaga dan mengawal benteng. Cinta ini sahabat bagi perajurit pengawal, karena keadaan jaga menjadi bagian dari dirinya; ia yang mencapai keadaan demikian akan selalu awas."

Jangan tidur, o insan, jika kau berusaha mendapatkan pengetahuan tentang dirimu sendiri. Kawal baik-baik benteng hatimu, karena banyak pencuri di mana-mana. Jangan biarkan para perampok mencuri permata yang kau bawa.

Baca juga: Curhatan Penggali Kubur Pasien Covid-19 ke Gubernur Anies

Pengetahuan sejati akan datang pada dia yang dapat tetap berjaga. Ia yang dengan sabar berkawal akan sadar-tahu kapan Tuhan datang mendekat. Para pencinta sejati yang ingin menyerahkan diri dalam bius kemabukan cinta akan pergi menyendiri. Ia yang memiliki cinta rohani menggenggam di tangannya kunci kedua dunia. Jika ia perempuan, ia akan menjadi laki-laki; dan jika ia laki-laki, ia akan menjadi lautan yang dalam.

Mahmud dan Si Gila Tuhan
Suatu hari, di gurun, Mahmud melihat seorang fakir yang menundukkan kepala dengan sedih berpunggung bungkuk karena duka. Ketika Sultan mendekatinya, orang itu berkata, "Enyahlah! Atau akan kupukul kau seratus kali. Pergi, kataku, kau bukan raja, melainkan orang yang berpikiran hina, seorang kafir di mata Tuhan."

Baca juga: Sri Mulyani Akui Permasalahan Ekonomi Saat Ini Cukup Ruwet

Mahmud menjawab tajam, "Bicaralah padaku sebagaimana layaknya pada seorang sultan, jangan serupa itu."

Jawab fakir itu, "Jika kau tahu, o si bodoh, bagaimana kau terjungkir-balik, kerajaan dan kekayaan pun tak ada artinya; kau akan meratap tiada hentinya dan membakar kepalamu."
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
3 Fakta Orbit Planet...
3 Fakta Orbit Planet di Tata Surya yang Sesuai dengan Penjelasan di Al Quran
Cekungan Saint Croix,...
Cekungan Saint Croix, Ilmuwan Sebut Keajaiban Irigasi dari Peradaban yang Terlupakan
Kuburan Muslim dari...
Kuburan Muslim dari Abad ke-8 Ditemukan di Prancis
Artikel Terkini
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved