Lembah Kematian: Kisah Orang Sudah Mati Bisa Bicara?
Kamis, 24 September 2020 - 06:16 WIB
loading...
A
A
A
Yang seekor ini, karena dimabuk cinta, melontarkan diri ke dalam nyala lilin itu; dengan kaki depannya ia berpaut pada nyala lilin itu dan menyatukan dirinya dengan senang pada lilin itu. Dipeluknya lilin itu sepenuhnya, dan badannya pun menjadi semerah api. (Baca juga: Doa Rabiah, Kisah Sultan Mahmud Sampai Sabda Tuhan kepada Nabi Daud )
Kupu-kupu arif, yang mengawasi dari jauh, melihat bahwa nyala lilin dan kupu-kupu utusan itu tampak satu, dan katanya, "Ia telah dapat mengetahui apa yang ingin diketahuinya; tetapi hanya dia yang tahu, dan tak ada yang dapat menuturkannya."
Baca juga: Saat Anies Baswedan Mengaku Tak Bisa Main Golf
Perlakuan Buruk
Seorang Sufi tengah berjalan-jalan dengan malas ketika ia dipukul dari belakang. Ia pun menoleh dan mengatakan pada bedebah yang telah memukulnya itu, "Orang yang kau pukul ini sudah mati lebih dari tiga puluh tahun."
Baca juga: Studi: Terserang Flu dan COVID-19 Bersamaan Tingkatkan Risiko Kematian Signifikan
Si bedebah menjawab, "Bagaimana dapat orang yang sudah mati bicara? Hendaklah malu, kau tak menunggal dengan Tuhan. Bila kau terpisah biar serambut saja pun dari dia, maka adalah itu seakan kau terpisah sejauh seratus dunia."
Baca juga: Kendalikan Banjir di Jakarta, Anies Terbitkan Instruksi Gubernur
Bila kau menjadi abu, termasuk juga barang-barangmu, maka sedikit pun kau tak akan merasa ada; tetapi bila, seperti pada Isa, masih tinggal padamu biar hanya sebatang jarum yang sederhana saja, maka seratus pencuri akan menghadangmu di jalan. Walau Isa telah membuang barang-barang bawaannya, namun jarum itu masih dapat menggores-gores wajahnya.
Bila ada itu lenyap, tiada kekayaan maupun kerajaan, kehormatan maupun keagungan, akan berarti. (Baca juga: Jumlah Meninggal Akibat COVID-19 Mendekati 10.000 Orang )
Kupu-kupu arif, yang mengawasi dari jauh, melihat bahwa nyala lilin dan kupu-kupu utusan itu tampak satu, dan katanya, "Ia telah dapat mengetahui apa yang ingin diketahuinya; tetapi hanya dia yang tahu, dan tak ada yang dapat menuturkannya."
Baca juga: Saat Anies Baswedan Mengaku Tak Bisa Main Golf
Perlakuan Buruk
Seorang Sufi tengah berjalan-jalan dengan malas ketika ia dipukul dari belakang. Ia pun menoleh dan mengatakan pada bedebah yang telah memukulnya itu, "Orang yang kau pukul ini sudah mati lebih dari tiga puluh tahun."
Baca juga: Studi: Terserang Flu dan COVID-19 Bersamaan Tingkatkan Risiko Kematian Signifikan
Si bedebah menjawab, "Bagaimana dapat orang yang sudah mati bicara? Hendaklah malu, kau tak menunggal dengan Tuhan. Bila kau terpisah biar serambut saja pun dari dia, maka adalah itu seakan kau terpisah sejauh seratus dunia."
Baca juga: Kendalikan Banjir di Jakarta, Anies Terbitkan Instruksi Gubernur
Bila kau menjadi abu, termasuk juga barang-barangmu, maka sedikit pun kau tak akan merasa ada; tetapi bila, seperti pada Isa, masih tinggal padamu biar hanya sebatang jarum yang sederhana saja, maka seratus pencuri akan menghadangmu di jalan. Walau Isa telah membuang barang-barang bawaannya, namun jarum itu masih dapat menggores-gores wajahnya.
Bila ada itu lenyap, tiada kekayaan maupun kerajaan, kehormatan maupun keagungan, akan berarti. (Baca juga: Jumlah Meninggal Akibat COVID-19 Mendekati 10.000 Orang )
(mhy)
Lihat Juga :