UAH Beberkan Temuan Herbal Covid-19 yang Bersumber dari Hadis Nabi

loading...
UAH Beberkan Temuan Herbal Covid-19 yang Bersumber dari Hadis Nabi
Ustaz Adi Hidayat (UAH) membeberkan temuan herbal Covid-19 saat Live Zoom mengangkat tema Pedoman Al-Quran dan Sunnah dalam Mengatasi Wabah yang digelar Komunitas Orbit Lintas Karya, Rabu malam (23/9/2020). Foto/dok Channel tvMu
Penemuan "obat" herbal Covid-19 hasil riset Ustaz Adi Hidayat(UAH) kini ramai diperbincangan di Tanah Air. Dai yang juga Direktur Quantum Akhyar Institute itu akhirnya menyebut nama herbal Covid-19 yang bersumber dari Hadis Nabi itu.

UAH membeberkan temuan herbal Covid-19 ini saat Live Zoom mengangkat tema "Pedoman Al-Qur'an dan Sunnah dalam Mengatasi Wabah" yang digelar Komunitas Orbit Lintas Karya. Live Zoom ini juga disiarkan langsung Channel tvMu melalui saluran Youtube, tadi malam (23/9/2020). (Baca Juga: Penemuan Obat Herbal Covid-19 Bukti Kebenaran Hadis Nabi)

Dai yang pernah menimba ilmu di Tripoli, Libya ini memaparkan, saat Covid-19 mewabah di Wuhan, Pemerintah Tiongkok langsung mengumpulkan semua tim medis dan ahli herbal. Semua duduk diskusi dan memberi masukan. Sehingga dipetakan dengan cepat kemudian dicari solusinya. Saya sudah baca "Panduan Menghadapi Penyakit Virus Corona 2019 Model RRC".

"Saya menggali apa sih gejala Covid-19 ini. Imun berkurang, flu, saluran pernafasan, kepala pusing dan lainnya. Kemudian saya telusuri dalam Hadis Nabi. Dalam Al-Qur'an juga banyak zikir yang menjadi Asy-Syifa (penawar dan penyembuh). Kalau penyakit sudah melampaui ikhtiar manusia, maka obatnya adalah Asy-Syifa," paparnya.



Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Asy-Syu'ara Ayat 80 yang artinya: "Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku." Kita juga bisa mengamalkan doa Nabi Ayyub 'alaihissalam atau zikir-zikir yang diajarkan Al-Qur'an. Ketika Nabi Ayyub divonis orang tak akan sembuh, ternyata Allah menyembuhkannya lewat doa beliau yang populer. "Allahumma annii massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Roohimiin" (Ya Allah Tuhanku, sungguh aku telah ditimpa penyakit (derita) dan Engkau Tuhan yang Maha Penyayang dari semua penyayang). (Al-Anbiya Ayat 83-84)

Untuk penyakit fisik, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم menjelaskannya dalam sabda beliau: "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wa Jalla." (HR Muslim).

"Itu zikirnya telah diajarkan oleh Al-Qur'an. Sekarang ikhtiarnya, tapi mohon izin ya saya tidak bisa sebut nama (obatnya) karena ini riset kami sama peneliti, ini sedang dikuatkan. Khawatirnya nanti muncul persoalan, seperti yang saya sampaikan di Unhas kemarin banyak orang yang nyari-nyari dan bertanya," sebut Daikelahiran Pandeglang 1984 itu.



UAH menjelaskan hasil riset yang ditemukannya ada sedikitnya 15 spesies dengan nama yang sama. "Saya khawatir kalau saya buka namanya nanti orang-orang pada nyari dan bisa bermasalah. Orang bisa mengonsumsi yang salah. Jadi izinkan kami menyempurnakan dulu dengan menguji di lab sampai tuntas mudah-mudahan nanti efektif," paparnya. (Baca Juga: 5 Sikap Terbaik Menyikapi Wabah Berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah)
UAH Beberkan Temuan Herbal Covid-19 yang Bersumber dari Hadis Nabi

Apa Nama Herbal Covid-19 Temuan UAH?
UAH tidak mau menyebutnya obat karena obat harus menjalani uji klinis. Beliau hanya menyebut namanya ada dalam keterangan-keterangan yang bersumber dari Hadis Nabi. Praktiknya terjadi di masa Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa ada satu herbal tertentu langsung ditunjukkan oleh Nabi yang penyakit pada saat itu (gejalanya serupa mirip-mirip dengan Covid-19). Ada yang gejalanya imun berkurang, pernafasan terganggung, kena diabetes, kanker, liver.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَوَصَّيۡنَا الۡاِنۡسَانَ بِوَالِدَيۡهِ اِحۡسَانًا‌ ؕ حَمَلَـتۡهُ اُمُّهٗ كُرۡهًا وَّوَضَعَتۡهُ كُرۡهًا‌ ؕ وَحَمۡلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوۡنَ شَهۡرًا‌ ؕ حَتّٰٓى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرۡبَعِيۡنَ سَنَةً  ۙ قَالَ رَبِّ اَوۡزِعۡنِىۡۤ اَنۡ اَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ الَّتِىۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وَالِدَىَّ وَاَنۡ اَعۡمَلَ صَالِحًا تَرۡضٰٮهُ وَاَصۡلِحۡ لِىۡ فِىۡ ذُرِّيَّتِىۡ ؕۚ اِنِّىۡ تُبۡتُ اِلَيۡكَ وَاِنِّىۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ
Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”

(QS. Al-Ahqaf:15)
cover bottom ayah
preload video