Burung-Burung itu Meniadakan Diri Dalam Diri Sang Simurgh

Minggu, 27 September 2020 - 06:59 WIB
loading...
A A A
Segala yang telah kalian ketahui, segala yang telah kalian lihat, segala yang telah kalian katakan atau kalian dengar-semuanya bukan yang itu lagi. Bila kalian melintasi lembah-lembah Jalan Rohani dan bila kalian melakukan kewajiban-kewajiban yang baik, kalian melakukan semua itu dengan kegiatanku yang menyertai kalian; dan kalian dapat melihat lembah-lembah hakikat dan kesempurnaanku.

Baca juga: Mardani Ali Sera: Harus Ada yang Berani Ambil Alih Orkestrasi Pilkada 2020

Kalian yang hanya tiga puluh burung saja, sepantasnya merasa kagum, tak sabar dan heran. Tetapi aku lebih dari tiga puluh burung. Aku hakikat sang Simurgh yang sejati itu sendiri. Maka leburkan diri kalian dalam diriku dengan jaya dan gembira, dan dalam diriku kalian akan menemukan diri kalian sendiri."

Segera sesudah itu, burung-burung itu akhirnya meniadakan diri mereka sendiri dalam diri sang Simurgh - bayang-bayang telah lenyap dalam cahaya surya, dan begitulah adanya.

Baca juga: Muncul Klaster Gereja, Dua Pendeta Meninggal Positif COVID-19 di Pati

Segala yang telah kau dengar, kau lihat atau kau ketahui bukan pula awal dari apa yang harus kau ketahui, dan karena permukiman yang bobrok di dunia ini bukan tempatmu, maka kau harus meninggalkannya. Carilah pokok pohon itu, dan jangan risaukan apakah cabang-cabangnya ada atau tidak ada.

Kebakaan Setelah Kemusnahan
Setelah seratus ribu keturunan berlalu, burung-burung fana itu dengan sendirinya menyerahkan diri pada kemusnahan sepenuhnya. Tiada siapa pun, baik muda maupun tua, dapat berbicara dengan tepat tentang kematian atau kebakaan.

Baca juga: UGM Ciptakan GeNose, Alat Deteksi COVID-19 Kurang dari 2 Menit

Sebagaimana jauhnya kedua hal ini dari kita, sedemikian pula pemerian tentang keduanya tak mungkin jelas atau pasti. Jika pembacaku mengharapkan penjelasan dengan amsal tentang kebakaan yang menyusul setelah kemusnahan, untuk itu perlu kutulis buku lain.

Selama kau terikat dengan perkara-perkara dunia, kau tak mungkin menempuh Jalan itu, tetapi bila dunia tak lagi mengikatmu, kau akan dapat memasukinya seperti dalam mimpi; tetapi mengetahui tujuannya, kau pun akan melihat manfaatnya.

Baca juga: RI Masuk 92% Negara di Dunia yang Ekonominya Krisis Terdampak Corona

Suatu benih diasuh di antara seratus pemeliharaan dan cinta sehingga ia dapat menjadi makhluk yang cerdas dan berkegiatan. Ia dididik dan diberi pengetahuan yang perlu. Kemudian maut datang dan segalanya terhapus, keagungannya tergulingkan.

Demikianlah suatu makhluk telah menjadi debu jalanan. Berkali-kali ia telah dimusnahkan; tetapi sementara itu, ia telah dapat mengetahui seratus rahasia yang sebelumnya tak pernah disadarinya, dan pada akhirnya ia mendapat kebakaan, dan beroleh kehormatan sebagai ganti kehinaan.

Baca juga: Amien Rais: Saya Melihat Komunisme Diberi Angin Kencang

Tahukah kau apa yang kaumiliki? Masuklah ke dalam dirimu sendiri dan renungkan ini. Selama kau tak menyadari kenihilanmu, dan selama kau tak meninggalkan kebanggaan diri, kesombongan dan cintadiri, kau tak akan dapat mencapai puncak kebakaan. Di Jalan itu kau tercampak dalam kehinaan dan terangkat dalam kehormatan.

Dan kini ceritaku pun selesai, tak ada lagi yang mesti kukatakan.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Bijak Para Sufi:...
Kisah Bijak Para Sufi: Sebuah Nubuat, Ketika Air Berubah
Kisah Sufi Ajaran Tarekat...
Kisah Sufi Ajaran Tarekat Khilwati: Membawa Sepatu
Kisah Sufi Rahasia Para...
Kisah Sufi Rahasia Para Pertapa: Ketika Darwis Mengupas Bawang
Cendekiawan Islam Turki...
Cendekiawan Islam Turki Ini Bilang Sufisme Adalah Arkeologi Islam yang Mendalam
Istilah Sufisme Ternyata...
Istilah Sufisme Ternyata Muncul Terkait Proyek Imperialis Eropa
Kisah Guru Sufi Menyarankan...
Kisah Guru Sufi Menyarankan Bayazid Al-Busthami Membatalkan Haji
Rekomendasi
10 Fenomena Alam Misterius...
10 Fenomena Alam Misterius yang Membius Mata Manusia
Banjir Terbesar dalam...
Banjir Terbesar dalam Sejarah Dunia Diklaim Ciptakan Laut Mediterania
7 Hal yang Membuat Nabi...
7 Hal yang Membuat Nabi Muhammad Menjadi Manusia Paling Berpengaruh di Dunia
Artikel Terkini
Doa agar Bisa Mewujudkan...
Doa agar Bisa Mewujudkan Keluarga Samawa
Adab Suami Istri agar...
Adab Suami Istri agar Rumah Tangga Samawa, Imam Ghazali: Bukan Sekadar Tidak Menyakiti
Cara Mengenali Rumah...
Cara Mengenali Rumah Tangga Samawa, Ini 7 Ciri-Cirinya Menurut Ajaran Islam
Doa agar Dijauhkan dari...
Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Infografis
Mengenal Jenis Waktu...
Mengenal Jenis Waktu Tidur yang Dilarang Dalam Ajaran Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved