Bolehkah Perempuan Haid Mengajarkan Al-Qur'an?

loading...
Bolehkah Perempuan Haid Mengajarkan Al-Quran?
Dengan memperhatikan urgensitas belajar mengajar Al-Quran dan kemaslahatan bersama pendapat ulama Malikiyah dan Hanafiyah dapat dijadikan pegangan dalam hal kebolehan menyentuh dan membaca Al-Quran bagi perempuan yang sedang haid. Tentu dengan tetap mem
Profesi pengajar, banyak dipilih kaum perempuan. Sebagai seorang muslim, tentu menjaga kesucian saat aktivitas pengajar juga sangat dianjurkan. Bagi pengajar kaum laki-laki anjuran ini bukanlah persoalan, namun bagaimana dengan pengajar perempuan saat sedang mengalami menstruasi atauhaid?

Bolehkah mereka tetap melanjutkan aktifitas mengajarkan Al-Qur’an meskipun dalam kondisi sedang haid? Atau seorang perempuan yang sedang belajar Al-Qur’an, haruskah berhenti belajarnya saat sedang haid?

Dalam Islam, semua ulama mazhab sepakat bahwa haram hukumnya bagi perempuan yang sedang haid menyentuh, membawa dan membaca Al-Qur’an di luar aktifitas belajar mengajar.

(Baca juga :Rezeki Mengalir Deras dengan Membaca Surat Al-Waqi'ah)



Akan tetapi, dalam aktifitas belajar mengajar secara khusus mereka berbeda pendapat. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah pendapat tentang perempuan haid mengajar dan membaca Al Qur'an menurut pandangan ulama empat mazhab:

1. Mazhab Hanafiyah

Salah satu pendapat disampaikan Imam al-Karkhi yang mengatakan bahwa seorang pengajar perempuan (mu’allimah) tetap mengajarkan Al-Qur’an saat haid dengan cara diputus-putus per satu kata.



Bahkan, Imam al-Thahawi memperbolehkan hingga separuh ayat. Tidak boleh satu ayat lengkap, tetapi dipotong-potong menjadi setengah ayat. Sementara jika mengajarkan cara membaca huruf-huruf hijaiyah diperbolehkan.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ ذَكَرٍ وَّاُنۡثٰى وَجَعَلۡنٰكُمۡ شُعُوۡبًا وَّقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوۡا‌ ؕ اِنَّ اَكۡرَمَكُمۡ عِنۡدَ اللّٰهِ اَ تۡقٰٮكُمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌ خَبِيۡرٌ
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

(QS. Al-Hujurat:13)
cover bottom ayah
preload video