Surat Al-Kautsar, Surat Terpendek yang Keutamaannya Banyak

loading...
Surat Al-Kautsar, Surat Terpendek yang Keutamaannya Banyak
Surat Al-Kautsar
Surat Al-Kautsar merupakan surat ke-108 dalam Al-Qur'an yang diturunkan di Makkah, sebab itu Al Kautsar masuk dalam golongan surat Makkiyah . Surat ini merupakan surat terpendek dalam Al-Qur'an karena hanya terdiri dari tiga ayat saja. Namun, surat Al-Kautsar ternyata memiliki keutamaan dan faedah yang banyak.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu terkait asbabun nuzul surat Al Kautsar. Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menundukkan kepalanya sejenak lalu beliau mengangkat kepalanya seraya tersenyum. Para sahabat bertanya, "Mengapa engkau tersenyum ya Rasulullah?"

Maka Rasulullah menjawab, "Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku suatu surat." Lalu beliau membaca Surat Al Kautsar. "Tahukah kalian apakah Al-Kautsar itu?"

(Baca juga : Faedah Surat Al-Kahfi, Dari Diampuni Dosa hingga Terhindar dari Fitnah Dajjal )

Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallambersabda:

"Al Kautsar adalah sebuah sungai (telaga) yang diberikan kepadaku oleh Tuhanku di dalam surga. Padanya terdapat kebaikan yang baik. Umatku kelak akan mendatanginya di hari kiamat. Jumlah wadah-wadah (bejana-bejana)nya sama dengan bilangan bintang-bintang. Diusir darinya seseorang hamba, maka aku berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya dia dari umatku." Maka dikatakan, "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang telah dibuat-buatnya sesudahmu"." (HR. Ahmad)

Surat Al-Kautsar diturunkan kepada Rasulullah karena suatu alasan . Yakni, di saat Rasulullah merasa sedih karena beliau ditinggalkan dua orang yang sangat dikasihi dan disayangi. Oleh sebab itu surat ini merupakan surat yang berfungsi untuk menghibur Rasulullah. Di dalamnya kaya akan makna yang baik untuk dijadikan suatu pedoman.

(Baca juga : Bacakan Al-Mu’awwidzaat agar Anak Senantiasa Dilindungi Allah Ta'ala )

Berikut ayat surat Al-Kautsar dan artinya :

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
halaman ke-1
cover top ayah
وَاِذَا مَسَّ الۡاِنۡسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۡۢبِهٖۤ اَوۡ قَاعِدًا اَوۡ قَآٮِٕمًا ۚ فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُ ضُرَّهٗ مَرَّ كَاَنۡ لَّمۡ يَدۡعُنَاۤ اِلٰى ضُرٍّ مَّسَّهٗ‌ؕ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلۡمُسۡرِفِيۡنَ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
Apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali ke jalan yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Begitulah, orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang mereka kerjakan.

(QS. Yunus:12)
cover bottom ayah
preload video