Derajat Kemuliaan Ibu dalam Pandangan Al-Qur'an

loading...
Derajat Kemuliaan Ibu dalam Pandangan Al-Quran
Ketika Al Quran hendak memberitakan kepada kita dalamnya cinta ibu kepada anak-anaknya, dan besarnya kasih sayang dan kelembutannya kepada mereka, kembali Al-Quran menyebutnya dengan kata umm. Foto ilustrasi/ist
Seorang anak yang orang tuanya masih hidup tapi sedikit amal baktinya, maka Islam menyebut anak tersebut termasuk golongan yang merugi. Berbakti terhadap orang tua, terutama ibu, sangat besar pahalanya di sisi Allah Ta'ala. Islam menempatkan ibu dalam derajat kemuliaan yang lebih besar daripada ayah.

Begitulah yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan disebutkan berulang kali di berbagai surah dalam Al-Qur'an. Di antaranya sebagaimana tercantum dalam surah Luqman ayat 14 yang menyebutkan bahwa seorang ibu mengalami tiga fasekepayahan, mulai dari fase kehamilan, kemudian melahirkan, lalu menyusui.

Karena itu, ibu berhak mendapatkan kebaikan tiga kali lebih besar dibandingkan ayah. Sebagaimana jawaban yang disampaikan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam saat ada salah seorang sahabat bertanya kepadanya, “Wahai Rasulullah, kepada siapakah seharusnya aku harus berbakti pertama kali?”. Nabi memberikan jawaban dengan ucapan “Ibumu” sampai diulangi tiga kali, baru kemudian yang keempat Nabi mengatakan “Ayahmu” (HR. Bukhari dan Muslim).

(Baca juga :Apa Hakikat Syariat Itu? Inilah Pandangan Syaikul Islam Ibnu Taimiyah)



Sungguh, berbakti kepada ibu merupakan ibadah yang sangat agung. Bahkan, kebaikan sebesar apapun rasanya belumlah cukup untuk membalas budi baiknya. Di dalam Al-Qur'an, ada dua kata yang selalu dipakai untuk menyebut seorang ibu yakni 'umm' dan 'walidah'.

Kata “umm”, digunakan Al-Qur’an untuk menyebutkan sumber yang baik dan suci untuk hal yang besar dan penting. Maka Makkah Al Mukarramah disebut “Ummul Qura” karena kota ini adalah tempat turunnya risalah yang diberikan Allah azza wa Jalla kepada Islam, yang merupakan inti ajaran para rasul dan semua risalah.

Allah Ta'ala berfirman,



وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
halaman ke-1 dari 6
cover top ayah
وَمَا عَلَّمۡنٰهُ الشِّعۡرَ وَمَا يَنۡۢبَغِىۡ لَهٗؕ اِنۡ هُوَ اِلَّا ذِكۡرٌ وَّقُرۡاٰنٌ مُّبِيۡنٌۙ
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas,

(QS. Yasin:69)
cover bottom ayah
preload video